Sabtu, 05 Januari 2019

Holder of Illusion

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke institusi mental atau panti rehabilitasi yang bisa dimasuki. Ketika kau mencapai meja resepsionis, bertanyalah kepada pekerja di sana apakah "Sang Pemegang Ilusi" tinggal di sini.



Jika pekerja perempuan itu mengangguk, kau ditakdirkan untuk mati. Sang Pemegang sudah mengantisipasi kedatanganmu dan kau akan merasakan tubuhmu perlahan mulai memudar dari keberadaan. Itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan.

Jika pekerja itu menjawab tidak, bersyukurlah. Dia akan memberimu selembar kertas dengan petunjuk untuk sampai ke rumah sakit jiwa yang tepat dan memintamu untuk pergi. Lakukan, belok kiri, dan buang kertas itu. Kau tidak ingin membuat Pemegang ini mengetahui kedatanganmu sebelum waktunya.

Berjalanlah empat blok menyusuri jalan ke arah yang kau tuju, kemudian belok kanan dan berjalan satu blok, kemudian kiri dan berjalan dua blok, kemudian berhenti, garuk dagumu, dan berbalik. Jalanan berubah- semua warna telah mengering dari dunia di depanmu. Satu kawah besar menganga di tengah jalan. Tidak ada satu pun panel kaca yang tetap utuh, dan semua orang yang mungkin telah kau lewati di blok itu tergeletak mati mengenaskan.

Ambil satu langkah mundur. Terdapat pena cat merah di tanah di sampingmu- raih dan masukkan ke dalam sakumu. Ketika kau memerhatikan, efek perubahan warna perlahan menyebar, mengungkapkan seperti apa pemandangan pascaserangan militer di dunia hitam-putih: bangunan-bangunan hancur, jalan-jalan rusak karena ledakan, dan orang mati di mana-mana.

Segeralah menutup matamu dengan tangan dan berteriak, "Aku menyangkal kebenaran! Biarkan jalannya bersisa!" Jika sang Pemegang menganggapmu tidak layak, kau akan mengalami takdir yang sama seperti blok, dan efek yang kau lihat akan terus menyebar, menghapus bersih ilusi dari dunia kita.

Namun jika kau lulus, sedikit kesemutan akan melanda kakimu, hampir tidak cukup kuat untuk dirasakan. Buka matamu. Efeknya masih menyebar, tetapi kau berdiri sepenuhnya di tengah kehancuran. Berjalanlah lurus menyusuri blok sampai kau tiba di sebuah gudang. Pintu utamanya, meskipun peot dan kotor, masih berdiri kokoh. Di samping pintu ada sebuah plat nama bangunan, seperti yang kau lihat di rumah pemadam kebakaran dan sejenisnya, tetapi kosong.

Keluarkan pena cat dan tulis di plat, sekecil yang masih bisa dibaca, "Siapa yang selamat untuk menceritakannya?"

Tinta akan menyatu menjadi sebuah titik, dan kemudian mulai menetes seperti darah dari plat itu. Tinta akan menjelaskan tentang lelaki yang selamat, menceritakan kisah menyeramkan dan menyedihkannya, dan akhir dia berusaha untuk keluar dari kisah itu, mencoba memastikan bahwa itu tidak akan terjadi lagi. Perlahan, kau akan mendapatkan perasaan mengerikan bahwa sang Pemegang itu sendiri adalah orang selamat yang dibicarakan.

Bagaimanapun, dia akan meyakinkanmu bahwa ini tidak benar, dan mengakhiri kisah itu dengan "Takdirnya bukan untuk penceritaan, tetapi peninggalannya tetap hidup."

Pena cat akan meleleh di tanganmu, dan pintu samping gudang akan roboh terbuka. Larilah ke dalam- jangan berjalan- dan masuk ke ruangan manajer. Di sana akan benar-benar gelap, tetapi jangan coba-coba menyalakan apa pun, jangan sampai kau membangunkan penjaga dari mimpinya. Sebaliknya, meraba-rabalah di sekitar meja sampai kau merasakan benda, bulat dan halus di tanganmu.

Ruangan akan mengedip hilang dari pandangan, dan kau akan melihat sekilas jalan pembantaian, dalam warna lengkap, sebelum segalanya menjadi hitam.

Kau akan bangun dua hari kemudian duduk di meja dapur di rumahmu. Selembar surat kabar di dekatmu memberitakan tentang serangan teroris. Duduk tegak, dan kau akan menyadari bahwa kau masih memegang benda itu. Letakkan di atas meja.

Benda yang kau lihat di depanmu adalah sebuah bola baja, sebesar kenari, dan merupakan Objek ke-51 dari 538 yang ada. Orang yang selamat itu sekarang mengetahui tentang dirimu, dan kau mengetahui tentang dia. Rahasia iri ini akan terjalin selamanya.

Translator: Gugun Reaper

Source: The Holders Series

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna