Selasa, 22 Januari 2019

Blackrose Forest

Namaku adalah Hector, aku berumur 19 tahun dan minggu depan aku akan pindah dari rumah orang tuaku. Aku sudah menabung dari banyak kerja paruh waktu, jadi aku sangat yakin bahwa aku punya cukup uang untuk hidup sementara aku mencari pekerjaan di tempat aku pindah.

Teman-temanku memutuskan untuk mengadakan pesta atas kepindahanku. Pesta tersebut yaitu perjalanan berkemah semalaman di hutan, karena mereka tahu aku menyukai tempat-tempat menakutkan seperti rumah terbengkalai dan hutan. Hutan Blackrose digosipkan menjadi tempat terjadinya beberapa peristiwa aneh. Hal-hal seperti orang hilang, hantu, dan semacamnya, tempat yang sempurna untuk pestaku. Aku berangkat ke pesta pada pukul 8:00 malam, ketika hari sudah gelap, suasana yang kusuka.

Temanku-temanku Kevin, pacarnya Lacy, Steve, dan Joe sudah menungguku di jalan masuk ke hutan, "Kau siap untuk masuk?" Kevin bertanya padaku.

"Yap, tentu," jawabku, dan kami pun masuk ke hutan.

Hutan ini sangat lebat, karena pepohonan tumbuh sangat rapat. Ini menyulitkan untuk terus menyusuri hutan dengan semua peralatan kemah dan makanan, tetapi kami tetap bersikeras. Tiga puluh menit kemudian kami mencapai tanah terbuka. Kami bisa melihat langit malam dengan jelas, maka kami bersiap untuk berkemah di sini.

Aku mengalami waktu yang menyenangkan. Kami minum-minum, menceritakan kisah seram di sekitar api unggun, dan Joe bahkan membawakan beberapa rumput liar. Kami melakukan semua hal khas remaja. Kami bertingkah seperti orang idiot, tetapi aku tidak peduli; karena ini adalah istirahat dari pekerjaan sialanku di McDonald's. Pada jam 10:45 malam, tempat ini sudah berantakan; kaleng bir dan pembungkus makanan berserakan di mana-mana. Kami tidak berniat untuk membersihkannya setelah ini, karena bagaimanapun juga orang-orang tidak akan datang ke sini, jadi siapa peduli?

Lacy, yang mabuk berat, pergi masuk ke hutan, barangkali dia ingin kencing atau muntah, aku tidak tahu. Dia tidak memberi tahu kami, karena kami tidak bertanya. Pada sekitar pukul 11:27 malam kami mulai mengkhawatirkan Lacy, karena dia belum kembali. Kevin, yang seperti gelandangan pemalas mengatakan, "Hector, kau yang paling sadar di antara kita, bisakah kau mencari Lacy?" aku tidak bisa berpikir kenapa gadis seksi seperti Lacy mau berpacaran dengan laki-laki gemuk pemalas dan sembrono seperti Kevin.

Aku membantu dia di setiap waktu; secara terus-menerus dia meminjam uang padaku sehingga dia bisa membuat Lacy terkesan, karena dia terlalu malas untuk keluar rumah dan mencari pekerjaan. Kapan pun laki-laki itu dan aku pergi ke bar, dia tidak pernah membawa uang cukup untuk minum jadi akhirnya aku yang membayar birnya. Bagaimanapun, aku juga yang pergi ke hutan untuk mencari Lacy. Mungkin dia akhirnya akan menyadari betapa malas dan bajingannya si Kevin, kemudian dia mencampakannya dan berpacaran denganku.

Keadaan hampir gelap gulita, karena satu-satunya sumber cahaya adalah lampu senterku. Aku mencari selama sekitar 26 menit sebelum aku menemukan beberapa tanda dari Lacy; aku menemukan kalung emasnya, sebuah benda yang harus aku bayar sehingga Kevin bisa membuat Lacy terkesan. Ada bercak darah di kalung itu, aku tahu kalau Lacy tersakiti, jadi aku harus segera menemukannya. Aku semakin panik dan paranoid, tidak hanya untuk Lacy, tetapi juga untuk diriku sendiri, karena di sini bisa saja ada binatang buas yang berkeliaran di hutan, atau yang paling buruk, ada psikopat. Aku berlari lebih cepat dari yang bisa aku pikir sebelumnya, karena hanya satu hal; aku harus menemukan Lacy dan bergegas.

Setelah beberapa menit berlari, aku menemukan Lacy, atau setidaknya apa yang tersisa darinya. Mayatnya yang beset tergantung di pohon saat darahnya membasahi batang pohon dan tanah. Matanya dicungkil keluar, dan lengan kirinya digantung dengan urat daging. Aku hanya bisa mengenali karena pakaiannya yang berlumuran darah berada di sebelah pohon di mana dia tergantung.

Aku muntah dan mulai menangis. Seseorang telah melakukan ini, pikirku. Saat itulah aku memerhatikan ada tanda yang ditulis menggunakan darahnya pada salah satu pohon terdekat. Tanda itu terbaca, "KESALAHAN: MEMBUAT KAMI MARAH, HUKUMAN: KEMATIAN!"

Apakah ini dimaksudkan untuk Lacy? Tidak, tidak mungkin, seperti yang tertulis dalam darahnya. Seseorang tahu salah satu dari kami akan menemukannya seperti ini; maka pesan itu dimaksudkan untuk kami. Tanpa pikir panjang aku lari, aku harus memberi tahu yang lain, dan kami harus segera keluar dari sini!

Aku mencapai tanah terbuka, dan aku akan menceritakan kepada teman-temanku bahwa Lacy telah dibunuh oleh seseorang. Saat itulah aku menyadari; tanah terbuka itu menjadi lebih kecil daripada saat kami tiba. Tidak, ini tidak nyata. Ini pasti karena pepohonan. Pepohonannya bergerak. "Kevin! Steve! Joe! Kita harus keluar dari sini! Lacy sudah mati! Pepohonannya bergerak!" teriakku. Kevin menatapku dengan bingung, sampai dia menyadari bahwa salah satu pohon berada tepat di sebelah api unggun yang padam. Seperti orang idiot, dia berjalan ke pohon itu, berpikir bahwa pohon itu tidak akan bergerak saat dia menatap. Meskipun ini benar, kami tahu bahwa pohon itu berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Pohon itu menimbulkan suara seperti derit kayu, batang pohon itu turun, dan cabangnya mengangkat Kevin.

Apa yang terjadi selanjutnya adalah suara paling mengerikan yang pernah aku dengar. Jeritan kesakitan Kevin bercampur dengan suara patah tulang, daging robek, dan gemerisik dedaunan. Kami menyaksikan dengan ngeri saat darah Kevin menetes dari pohon, menutupi dahan. Darah bergerak dan membentuk pesan tak menyenangkan yang terbaca, "KAU SELANJUTNYA!"

Aku sangat ketakutan, baik oleh pesan itu dan kenyataan bahwa Kevin sudah mati. Sangat takut sampai aku tidak menyadari pepohonan mendekat dari belakang Steve, Joe, dan aku. Aku tidak mengerti bagaimana bisa pohon-pohon itu bergerak, karena akar mereka masih berada di tanah, dan tidak ada tanda bahwa tanahnya rusak. Aku tidak punya waktu untuk memikirkannya, teman-temanku yang tersisa dan aku hanya bisa lari.

Berlari di hutan adalah hal paling buruk, terutama saat mengetahui beberapa pohon bisa mengangkat dan membunuh kami. Cabang-cabang pohon terus menghunus kami, dan aku menerima banyak luka dari cabang-cabang itu. Rasanya kami seperti berlari selama berhari-hari, dan jalan keluarnya tidak terlihat di mana pun. Kemudian kami menemukan jalur, pasti jalur ini mengarah ke jalan keluar!

Akhirnya, dengan keberuntungan kami menemukan jalan keluar. Kami tidak tahu apa yang harus dipikirkan. Rasa sakit dari luka yang kami terima dari pepohonan itu mengingatkan bahwa kami masih hidup. Kami sepakat untuk tidak pernah membicarakan malam ini lagi, dan kami akan memberi tahu orang tua Lacy dan Kevin bahwa mereka hilang di hutan. Kami tidak bisa memberi tahu mereka tentang pepohonan itu karena mereka tidak akan percaya.

Aku pergi ke tempat tidur tanpa mengatakan apa pun kepada orang tuaku. Aku akan pindah minggu depan, dan ke daerah kota. Kuharap aku berhasil.

Ada satu pohon di taman depan rumahku.

Translator: Reta

Source: Creepypasta Wiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna