Minggu, 16 Desember 2018

Sibuk Bekerja

"Sayang kamu pulangnya kapan? Aku kangen nih."

"29 hari lagi, kamu tunggu aku ya. Aku pasti akan pulang. Aku harus kembali bekerja, kamu tunggu kepulanganku ya. Aku cinta kamu."

"Aku juga cinta kamu."

Aku mengakhiri percakapan kami di telepon. Aku baru saja menikah dengan istriku tetapi di malam pertama kami, tiba-tiba aku dihubungi pihak perusahaan untuk bekerja dan aku dipaksa sibuk. Aku harus bekerja penuh selama satu bulan ini.

Bagaimanapun juga, istriku masih perawan. Kami sangat ingin punya bayi, aku ingin menjadi seorang papa yang baik dan istriku menjadi seorang mama.

-

3 minggu kemudian.

Aku diizinkan untuk pulang, padahal waktu kerjaku masih beberapa hari lagi. Ya, pekerjaanku selesai lebih awal sehingga aku diperbolehkan pulang. Aku sangat merindukan istriku, kami sudah lama tidak bertemu dan pasti aku akan disambut dengan pelukan hangat dan ciuman. Cintaku tulus padanya.

Dalam perjalanan pulang, aku mampir membelikan oleh-oleh. Dia pasti bahagia karena telah memilih aku untuk menjadi suaminya. Kemudian, aku kembali mengemudi.

Akhirnya aku sampai dan aku memarkirkan mobilku di depan rumah, aku melirik jam tangan dan waktu menunjukkan pukul 01:00. Aku meraih oleh-oleh yang kubeli dan entah kenapa dadaku terasa sesak. Dengan masih memakai sarung tangan aku berjalan ke pintu. Namun, kulihat ada sepasang sepatu di sana. Aku kembali ke mobil, membuka laci dan mengambil pistol. Kubuka pintu depan dengan kunci cadangan, kubuka pintu kamar dan oops. Ya, tubuhku refleks menembak kepala istriku dan pria lain. Mereka sedang bersetubuh.

Saat itu juga, aku langsung kabur dengan mobilku, aku tidak peduli menjalani hidup meskipun menjadi seorang pembunuh.

Tubuh mereka akan ditemukan dengan keadaan bersetubuh, aku benci perselingkuhan. Bagaimanapun juga, aku harus menyembunyikan identitasku sebaik mungkin.

Aku akan mencari perempuan lain.

Penjelasan:
Cinta sang suami pudar karena mengetahui istrinya selingkuh ketika dia sibuk bekerja.

Penulis: Gugun Reaper

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna