Jumat, 14 Desember 2018

OmeTV

Kedua orang tuaku pergi keluar kota karena urusan pekerjaan, aku sendirian di rumah, dan sedang tidak ada kegiatan yang aku lakukan sekarang.



Aku berpikir, daripada hanya terdiam lebih baik aku mengerjai orang-orang di aplikasi obrolan OmeTV.

Aku berdandan layaknya seorang pembunuh, dengan bercak merah di seluruh wajahku. Tak lupa aku menggenggam pisau dengan noda merah juga.

Aku menyalakan ponselku, lalu membuka aplikasi OmeTV. Aku bersiap-siap di kursiku.

Orang pertama

You: Booo!

Partner: Anj*ng kaget gue

You: Aku akan membunuhmu... Hahaha.

Partner: Anj*ng lo nyeremin, next lah bye.

Orang kedua

You: Hahahaha, aku akan membunuhmu!

Partner: Wih gila keren bro, kek pembunuh lu haha.

You: Haha keren ya, aku lagi prank ini... Bosen di rumah.

Partner: Haha keren pokoknya, lanjutkan mas, aku next ya mau cari cewek hehe.

You: Oke, bye.

Seru rasanya, saatnya mencari target ketiga.

...........

Orang ketiga.

You: Haaaa!!!! Matilah kau!!!

Partner:

You: Aku akan membunuhmu!

Partner:

You: Hooo... Jawab aku, kalau tidak aku akan menusukmu dengan pisau ini *menjilat pisau*

Partner: *terdengar napas berat*

Ini orang kenapa si, heran. Apa dia mau ngeprank juga ya?

You: Ngeprank juga mas?

Partner: Tidak.

Akhirnya dibalas.

You: Lalu kenapa? Jangan sok seram gitu lah haha.

Partner: Aku sedang bersembunyi. *berbisik*

You: Bersembunyi dari siapa?

Partner: Dari orang-orang yang mengejarku.

You: Maksudmu apa mas?

Partner: Sudahlah lupakan, sekarang aku lapar bisa kau beri aku makanan?

You: Makanan? Ah, bercanda kamu mas.

Partner: Cepat bawakan aku makanan atau aku akan membunuhmu.

You: Maksud?

Ini orang kenapa sih, mending aku next aja.

Saat aku hendak menekan tombol next tiba-tiba aku mendengar suara kucing mengeong.

*Meong*

Seperti suara kucingku, Blacky. Aku beranjak bangkit dari kursiku, lalu pergi ke ruang tengah untuk mengecek suara tersebut.

*Meong*

"Blacky... di mana kamu?"

*Meong*

Aku pergi ke dapur, tetapi tidak kutemukan. Aku kembali ke ruang tengah.

*Meooongg*

"Blacky!" Kok suaranya kayak dicekik sih.

Aku menoleh ke atas.

Loteng!

Aku segera menaiki tangga lalu menuju loteng, aku menekan sakelar lampu kemudian...


Aku harus pergi dari sini.

Penulis: Aori-sama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna