Selasa, 04 Desember 2018

Holder of the Star

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke institusi mental atau rumah sakit dan memintalah di meja resepsionis untuk menemui seseorang yang menyebut dirinya sebagai sang "Pemegang Bintang". Pekerja laki-laki itu akan menatap ke matamu dengan tatapan sombong menghina selama beberapa detik. Jika dia tidak melihat keberanian di matamu, dia akan tertawa dengan arogan. Jika dia melakukannya, melarikan dirilah, atau para penjaga akan menahan dan menguncimu di sebuah sel sempit di mana kau akan mendengar suara tawa pria di antara bangun dan tidur sepanjang hidupmu. Jika dia melihat kebulatan tekad di matamu, dia akan berdiri dan membimbingmu menyusuri lorong. Dia akan berhenti di pintu sel dan akan memberimu kunci, tidak mengatakan apa pun dan berjalan pergi. Dengan kunci di tangan, genggamlah pegangan dan putar secara perlahan; pintu itu tidak terkunci.



Alih-alih sebuah sel di balik pintu, terdapat lorong, remang-remang. Memasuki koridor lalu tutup dan kunci pintu di belakangmu. Ketika kau berjalan di lorong ini, kau akan mendengar tawa anak-anak yang bermain bercampur dengan nyanyian mengharukan para rahib asing. Dengan cepat tawa akan berubah menjadi jeritan dan nyanyian mengutuk. Selama kau mendengar suara-suara mengerikan ini kau aman, tetapi jika keberanianmu ciut, dan ketakutan menguasaimu di koridor ini, suara-suara itu akan berhenti. Dan jika ini terjadi, tutup matamu dan berdoalah agar makhluk mengerikan yang baru saja terbangun akan mengambil hidupmu dalam gigitan pertama. Jika kau selamat melalui koridor ini, kau akan mencapai sebuah pintu kecil yang terkunci. Lampu-lampu akan redup di sekitarmu sampai semua yang bisa kau lihat adalah pintu itu. Ketika semua gelap, gunakan kunci yang diberikan dan buka pintu itu. Masuklah melalui pintu ke sel kecil yang gelap gulita. Di dalam sel ada seorang pria berjubah merah dengan penutup kepala. Dia memegang sebuah lilin dan terus menutup mata sambil bernyanyi. Dia duduk di tengah-tengah pentakel yang digambar dengan darah merah yang mengkilap. Bau yang dihasilkan akan menyebabkanmu muntah, tetapi jangan berani melakukan lebih dari itu. Di depan pria itu terdapat sebuah batu membara. Jangan menatap batu itu terlalu lama, atau pembakaran dari batu itu akan menyelimuti pikiranmu dan mengirim ragamu ke kekekalan yang berapi-api. Sebaliknya, tataplah lilin dan dengarkan pria tua itu.

Dia hanya merespons satu pertanyaan: "Apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas mereka?" Pria itu akan berhenti bernyanyi, dan akan memberi tahumu lima nama dan lima pertanyaan. Dia akan mengatakan bahwa kau harus belajar sendiri yang mana yang cocok dengan lainnya. Dia kemudian akan mencolek darah pentakel itu dengan jari telunjuknya dan akan menggambar satu rumus di dinding. Sebuah Kunci, ditambah sebuah Buku, ditambah sebuah Pena Bulu, ditambah satu Kata yang tidak terbaca, menghasilkan sebuah buku terbuka dengan tiga lingkaran yang digambar di sekitarnya. Pria itu akan tertawa hangat dan kembali ke tempat duduknya. Dia akan memberimu batu yang masih membara itu dan dari balik jubahnya dia akan mencabut jantung yang masih berdetak. Dengan segenap kekuatan, hancurkan organ itu sampai tidak lagi berdetak. Di dalam bubur daging itu kau akan menemukan sebuah fountain pen antik. Ketika kau melihat lagi, kau akan menemukan pria tua itu mati, dengan wajah tenang. Berilah pria ini penghormatan terakhir untuk menutup matanya yang selalu berkaca-kaca, dan tinggalkan ruangan. Dia adalah sang Pemegang, dan penampilannya menipu. Jika kau menyentuh dia lagi, kau akan menjadi salah satu rahib yang menyanyi mengutuk untuk selama-lamanya. Kegelapan akan menyapumu dan, ketika terang, kau akan mendapati dirimu berada di luar rumah sakit.

Kau akan mengetahui bahwa pena dengan tinta merah itu tidak pernah butuh diisi ulang. Meskipun tinta itu tidak berbau, kau akan menyadari bahwa itu adalah darahmu yang mengalir melalui pena ke atas kertas. Seandainya kau membiarkan benda ini dihancurkan, kematian perlahan yang mengerikan akan menimpamu. Selama kau memegang benda ini, kau akan mendengar nyanyian berbisik di belakang pikiranmu sampai kau mati atau melakukan perintah mereka.

Pena ini adalah Objek ke-42 dari 538 yang ada. Benda itu akan membuatmu menulis di buku terkutuk dengan darahmu sendiri. Melakukan itu adalah kebodohan. Pilihanmu adalah melanjutkan pekerjaan mereka, atau melenyapkan kesempatan objek-objek ini kembali bersatu.

Translator: Gugun Reaper

Source: The Holders Series

<< Previous Object | Next Object >>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna