Jumat, 02 November 2018

The Axeman of New Orleans

The Axeman of New Orleans atau “Pria Berkapak New Orleans” adalah legenda tentang seorang pembunuh yang meneror New Orelans pada abad ke-20, dia membunuh dengan menggunakan kapak milik korbannya sendiri. Konon kasus ini masih menjadi misteri sampai sekarang.



Hampir di setiap penyerangan, pasti panel pintu dapur bagian bawah rusak dan di sana ditemukan sebuah kapak tergeletak di lantai.

Pembunuhan pertama terjadi pada tanggal 23 Mei 1918 di Magnolia Street 4901, Catherine dan Joseph Maggio ditemukan tewas diserang menggunakan kapak dan leher mereka disayat dengan pisau cukur. Mayat mereka ditemukan oleh saudara Joseph yang tinggal di apartemen yang sama. Ketika pembunuhan terjadi, saudara Joseph sama sekali tidak mendengar atau melihat sesuatu yang mencurigakan. Dan tidak ada satu pun barang berharga hilang.

Sidik jari sempat ditemukan tetapi itu masih belum cukup untuk dijadikan sebagai bukti.

Pada dini hari tanggal 27 Juni 1918, Louis Besumer dan Ny. Harriet Lowe diserang di apartemen di sudut Dorgenois dan Laharpe Streets ketika sedang tidur. Mereka ditemukan pada pukul 7 pagi oleh seorang tukang roti bernama John Zanka yang sedang melakukan pengiriman roti secara rutin kepada Louis untuk dijual di toko makanannya, mereka ditemukan dalam keadaan tergeletak bersimbah darah dengan bekas luka di bagian kepala. Lowe meninggal pada 5 Agustus 1918, dia juga sempat menduga bahwa orang yang menyerangnya adalah Louis.

Korban selanjutnya adalah Ny. Anna Schneider, dia ditemukan tergeletak oleh suaminya sendiri di sore hari di dalam apartemen pada tanggal 5 Agustus 1918. Saat itu Ny. Anna sedang hamil 8 bulan, entah apa maksud dari penyerangan ini. Dia dilarikan ke rumah sakit dan dikabarkan masih bertahan, bahkan sempat melahirkan seorang bayi seminggu kemudian.

Setelah penyelidikan, kapak milik mereka dilaporkan hilang dari gudang.

Hanya berselang lima hari penyerangan kembali terjadi, pada tanggal 10 Agustus 1918 Joseph Romano yang merupakan seorang kakek berusia 80 tahun ditemukan tewas oleh keponakannya bernama Pauline dan Mary setelah mereka berdua sempat mendengar Joseph berkelahi dengan seseorang.

Mereka juga sempat melihat seorang pria memukul pamannya itu. Mereka mengatakan, orang itu jangkung, berkulit hitam, berpakaian serba gelap, dan memakai topi.

Pada 10 Maret 1919 penyerangan terjadi di sudut Jefferson Avenue dan Second Street di Gretna, Louisiana. Satu keluarga telah dibantai. Korban adalah Charles Cortimiglia, Rosie dan putri mereka sendiri yaitu Mary.

Secarik surat yang diduga ditulis oleh sang pembunuh dikirim ke redaksi surat kabar lokal, New Orleans Times-Picayune. Isi surat adalah menyatakan bahwa dia tak akan pernah bisa ditangkap dan akan terus meneror, dia juga mengklaim bahwa pada tanggal 19 Maret pukul 00.15 dini hari dia akan kembali. Namun, dia tidak akan membunuh siapa pun yang menyetel musik jazz. Hanya lewat begitu saja.

Seketika orang-orang menyetel musik jazz dan keadaan New Orleans menjadi ramai.

Steve Boca seorang penjual bahan makanan diserang oleh seorang penyusup yang memegang kapak di kamarnya ketika tidur. Penyerangan terjadi pada tanggal 10 Agustus 1919. Dia terbangun dan melihat sosok gelap berdiri di sekitar tempat tidurnya. Untungnya dia berhasil kabur, meskipun keadaan kepalanya telah retak. Dia kehilangan kesadaran dan pingsan di rumah tetangganya. Namun dia tidak bisa mengingat dan mengalami trauma.

Korban penyerangan selanjutnya adalah seorang perempuan berusia 19 tahun bernama Sarah Laumann yang tinggal sendirian di apartemennya, dia menderita luka-luka di bagian kepala dan kehilangan beberapa gigi. Diduga orang yang menyerangnya menyusup melalui jendela. Sarah terbangun dan tidak bisa mengingat apa pun.

Artikel ini awalnya diterbitkan di forum 4chan.org/x/, penulis tidak diketahui. Dalam informasi ini akan dijelaskan tentang penyerangan terakhir yang dilakukan oleh Pria Berkapak tersebut.

Édouard Martel adalah seorang fotografer dan penemu gagal asal Prancis yang bepergian di seluruh wilayah AS selama dua dekade pertama abad ke-20, dia mencoba menarik minat publik dan investor dengan menambahkan beberapa fitur timer dan automatic exposure ke lini produk populer Kodak, kamera Brownie. Selama perjalanan dia mengambil ribuan foto secara otomatis untuk menguji dan menyempurnakan penemuannya. Sering kali dia bangun di awal pagi, menyiapkan kamera tersembunyi di tempat yang tidak mencolok di jalan-jalan kota, lalu pergi ke kafe atau bar terdekat, sehingga dia bisa menangkap berbagai adegan candid kehidupan sehari-hari untuk mengingat perjalanannya. Yang terbaik dari foto-foto ini dipilih untuk ditampilkan di satu-satunya pameran galeri Martel, di Paris, 1924.

Sayangnya, Martel meninggal pada tahun 1955 dalam keadaan miskin dan tidak dikenal, kamera itu diserahkan kepada putrinya Jeanne untuk memilih mana yang harus disimpan dan mana yang harus dibuang. Selama proses dia menemukan foto ini, yang diambil di New Orleans pada pagi hari tanggal 28 Oktober 1919, beberapa jam sebelum Martel naik kapal uap dan kembali ke Prancis. Ternyata Martel membenci gerakan buram dalam foto-fotonya, karena dia pikir akan mengakibatkan sakit mata ketika dipandang. Prasangka ini membuat dia mengabaikan foto yang mungkin punya makna penting yang pernah dia ambil.



Apa yang membuat foto ini begitu spesial? Pada malam sebelum foto tersebut diambil, diceritakan bahwa pembunuh berantai terkenal dan masih tidak diketahui identitasnya yang hanya dikenal sebagai “Pria Berkapak New Orleans” telah melakukan pembunuhan terakhirnya, yaitu membacok Mike Pepitone sampai mati di kamar tidurnya dan kemudian melarikan diri dari tempat kejadian ketika sang istri menemukan mayat Pepitone. Mungkinkah si pembunuh ini kembali ke kediamannya? Mungkin tidak, tetapi jika benar, foto yang tampak tidak sesuai berdasarkan kesaksian Pauline dan Mary Bruno bahwa sang pembunuh adalah seorang pria berkulit hitam, karena foto ini menampilkan pria berkulit putih.



Ya, tentu legenda ini masih menjadi misteri.

Pencerita: Gugun Reaper
Sumber: Wikipedia, Kaskus, Sekarangakutahu.com4chan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna