Rabu, 24 Oktober 2018

The Holder of the Flame

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke institusi mental atau rumah singgah yang bisa dimasuki. Ketika kau sampai di meja resepsionis, memintalah untuk menemui seseorang yang menyebut dirinya "Sang Pemegang Api." Pekerja itu akan menatapmu tanpa ekspresi selama beberapa menit sebelum dengan diam menunjuk pintu di belakangmu. Pintu itu tidak ada, dan orang lain di sekitarmu tidak akan memerhatikannya. Mendekatlah ke pintu dan tutup matamu sebelum menggenggam alat pengetuknya. Kau hanya perlu mengetuk sekali. Jika logam seketika mendingin di tanganmu, larilah. Larilah sejauh mungkin, dan terus berlari. Harapanmu hanya melarikan diri, karena selain itu adalah kengerian yang hanya bisa dipahami oleh jiwa-jiwa di neraka.



Jika alat pengetuk menghangat, genggam erat-erat, bahkan ketika itu mulai membakar tanganmu. Akhirnya, rasa sakit akan berhenti. Ketika ini terjadi, buka matamu. Kau akan berada di dalam taman kecil, diterangi cahaya bulan purnama, dan dikelilingi oleh dinding batu yang tertutup tumbuhan merambat. Di sebelah kirimu akan ada kolam. Jangan melihat langsung ke air, jangan sampai makhluk-makhluk mengerikan yang mengintai menangkap dan menenggelamkanmu lagi dan lagi untuk selamanya. Di sebelah kananmu akan ada tumpukan kayu untuk pembakaran mayat, belum dinyalakan, licin gelap dengan cairan yang mudah terbakar.

Ambil tepat 5 langkah menuju tumpukan kayu itu. Jangan tanya kenapa. Kau akan menemukan mayat seorang anak laki-laki yang telah dikebiri, lengannya memeluk sebotol kecil air raksa. Jangan mengatakan apa pun kecuali satu pertanyaan: "Apa yang menyebabkan mereka dikorbankan?"

Mayat itu tidak bergerak, tetapi tumpukan kayu akan menyala dengan kehendaknya sendiri. Begitu juga semak-semak, rerumputan, pepohonan, dan bunga-bunga di sekitarnya. Api akan berganti warna, dari normal, ke merah darah segar, ke hijau infeksi dan penyakit. Tanaman-tanaman akan menjerit kesakitan ketika dinding di sekitar taman tertelan api. Kolam akan mengering, air di dalamnya terbakar karena panas yang melepuhkan, jiwa-jiwa terkutuk naik ke atas dalam uap, melolongkan litani kutukan padamu.

Ketika kutukan pertama mencapai telingamu, kau harus memanggil keberanianmu dan mulai tertawa. Dengan keras, dendam, arogan, dan tidak lembut. Jika kutukan semakin keras, kau aman. Jika mereka berhenti, maka lemparkan dirimu ke tumpukan kayu untuk menghindari takdir yang jauh lebih buruk.

Di tengah prahara, mayat itu akan duduk dengan tenang, sepenuhnya tertelan api, dan akan mengulurkan botol kecil itu. Kau harus terus tertawa, dan menyilangkan tanganmu. Kau tidak boleh menerima hadiah ini sekarang.

Mayat itu akan membuka mulutnya, dan jika kau beruntung, apa yang kau lihat di kedalamannya tidak akan membiarkanmu tertawa dalam penyakit gila selama sisa hidupmu.

Botol kecil itu akan jatuh, pecah, dan tumpah ke sisa rumput yang menghitam ketika api mereda. Segalanya akan terdiam. Di kakimu akan ada satu bunga baru, batangnya keras dan berduri, helai mahkota bunga dicat dengan warna api neraka dan kutukan. Ambil bunga itu, kau akan mendapati dirimu menjauh dari taman dan kembali ke pintu depan.

Bunga ini adalah Objek ke-30 dari 538 yang ada. Bunga tersebut akan membakar dirinya sendiri ke dalam jiwamu, dan menyalakan api kegilaan.

Translator: Gugun Reaper

Source: The Holders Series

<< Previous Object | Next Object >>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna