Kamis, 11 Oktober 2018

The Holder of Color

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke institusi mental atau rumah singgah yang bisa dimasuki. Ketika kau sampai di meja resepsionis, memintalah untuk menemui sang "Pemegang Warna". Sipir akan menatapmu dan memberi senyum malu sebelum mengulurkan tangan padamu. Kau harus menunggu tepat delapan detik sebelum meraih tangannya, atau warna-warna itu akan menyangkalmu, dan kau tidak bisa masuk.



Sipir itu akan berdiri dan membimbingmu ke sebuah sel, membuka pintu dan memberi isyarat untukmu masuk. Di dalam sel kau akan menemukan dua bocah laki-laki, keduanya berpakaian nuansa abu-abu, kulit dan rambut mereka akan tampak seolah-olah semua warna telah terkuras keluar. Salah satu berambut panjang dan mengenakan gaun putih, sementara yang lain mengenakan setelan hitam dan rambutnya dipotong pendek. Tatap mata bocah yang mengenakan gaun putih, karena dia normal, menatap mata bocah dengan setelan hitam akan membawamu ke kegilaan. Masing-masing dari mereka akan mengenakan satu sarung tangan dan mengulurkan kedua tangan padamu. Raihlah hanya yang bersarung tangan, karena seandainya kau menyentuh daging bocah berpakaian hitam itu, kau akan diganggu dengan penderitaan terburuk di seluruh alam semesta tetapi kau tidak akan mati dan dia tidak akan melepaskanmu. Seandainya kau menyentuh daging bocah berpakaian putih itu, kau akan merasakan lebih banyak kenikmatan daripada pengalamanmu, tetapi dia akan segera menarik tangannya, dan kau tidak akan pernah merasakan kenikmatan itu lagi, tidak peduli bagaimana kau mendambakan; nafsumu akan membunuhmu.

Kedua bocah itu akan saling memandang dan mengangguk; seandainya mereka menggelengkan kepala, tutup matamu dan lekaslah mengatakan, "Aku bukanlah apa yang kau cari, tetapi aku bisa mengubah arus." Ketika kau mengatakan ini, mereka berdua akan cekikikan dan menarik tanganmu, membuka sebuah pintu kolong di sel dan turun ke kegelapan. Bocah-bocah itu akan berbicara serempak, tidak henti-hentinya membual tentang kekayaan mereka, segala sesuatu yang mereka punya. Mereka akan bertanya padamu berkali-kali apakah kau iri; setiap ditanya kau harus menjawab "Ya." Takdirmu kini berada di tangan kedua bocah ini.

Tangga yang kau pakai untuk turun panjang, semakin sempit, sampai akhirnya salah satu bocah akan di depan dan satunya lagi di belakang. Seandainya bocah berbaju hitam di depan, anggap saja dirimu beruntung; kehidupan kini ada di belakangmu. Namun seandainya dia di belakang, kematianmu akan penuh penderitaan dan dia akan melemparmu dari tangga ke lubang di bawah.

Setelah apa yang tampak seperti keabadian, kau akan mencapai ujung tangga, dan kedua bocah itu akan mendorongmu ke sebuah pintu kaca besar. Mereka akan memandangmu dari depan, air mata mengalir di wajah mereka, dan memberi tahumu bahwa mereka tidak bisa pergi lebih jauh dari ini, fokus ke pintu. Kau harus masuk.

Ruangan itu gelap gulita, kecuali secercah cahaya di bagian tengah. Yang berdiri di cahaya itu adalah seorang wanita, mirip dengan dua bocah tadi, warna sepenuhnya luntur. Rambut dan gaunnya menyentuh tanah, berwarna putih seperti dagingnya. Matanya hanya sekadar putih, menatap kosong ke arahmu. Jika dia tersenyum padamu, kau telah menghiburnya, dia akan menerangi seisi ruangan dengan cahayanya dan kau akan menjadi salah satu tubuh menggeliat yang melengkapi koleksi di bawah lantai kacanya. Seandainya dia mengerutkan dahi padamu, dia akan berbalik dan menerangi bagian ruangan di belakangnya, membangkitkan tujuh makhluk: seorang pria cekikikan yang berpakaian hitam, seorang pria menangis yang berpakaian putih, seorang pria menggeram dengan mata merah yang tajam, seorang wanita meringis yang mengenakan kelopak bunga berwarna merah muda, seorang gadis tanpa emosi berpakaian serba hijau, seorang pria penyakitan dengan rambut perak, dan seorang pria menyeringai yang diselimuti kekayaan. Mereka akan menjadi hakimmu. Kau harus memilih yang kau rasa akan memperlakukanmu secara adil dan berjalanlah ke arahnya sambil bertanya, "Kapan mereka akan melucutimu dari bumi ini?" Seandainya kau memilih warna yang salah, orang yang kau pilih akan berdiri diam dan tersenyum menakutkan padamu, dan kau akan segera merasakan dirimu tergelincir ke dalam kehampaan. Seandainya kau memilih warna yang benar, dia akan merespons dengan jeritan mengerikan, menunjuk pada wanita di tengah ruangan. Yang lainnya akan berteriak melontarkan kata-kata mengumpat dalam banyak bahasa berbeda dan kau akan merasakan rasa sakit menusuk merobek tubuhmu. Segera, orang yang kau pilih akan melangkah maju untuk memelukmu, dan membisikkan kisah-kisah memuakkan di telingamu, kisah-kisah tentang kematianmu, kematian dunia ketika setiap napas akan memudar. Jangan bergerak.

Kata-kata mengumpat akan berhenti dan ruangan akan terang, tujuh orang itu menatapmu. Si wanita kini menjadi sehelai bulu kecil, seperti bulu burung merpati, dengan warna yang berubah-ubah secara terus menerus.



Bulu ini adalah objek ke-24 dari 538 yang ada. Dengan itu kau bisa mengambil apa yang mereka berikan.

Translator: Gugun Reaper

Source: The Holders Series

<< Previous Object | Next Object >>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna