Rabu, 17 Oktober 2018

Rumah Kentang

Ada yang mengatakan bahwa rumah kentang yang asli berada di daerah Bandung. Namun, ada juga yang menceritakan bahwa rumah kentang berada di Jakarta. Anehnya, baik rumah kentang yang di daerah Jakarta ataupun Bandung punya cerita yang sama.



Asal-usul rumah kentang di Bandung dan Jakarta ada dua versi.

Versi pertama

Konon, pemilik rumah ini dahulunya mempunyai usaha katering. Dia juga mempunyai seorang anak yang masih kecil. Saat si ibu merebus kentang dalam kuali yang berukuran besar, dia lalai, sehingga anaknya tercebur masuk ke dalam kuali dan akhirnya tewas dengan tubuh matang.

Versi kedua

Hampir mirip dengan cerita versi sebelumnya. Si pemilik rumah punya seorang anak kecil yang sangat nakal, sehingga pengasuh anak tidak sanggup lagi untuk menghadapinya. Akhirnya, pengasuh itu melakukan perbuatan yang sangat mengerikan. Dia merebus anak majikan dan memasaknya bersama kentang. Biadapnya lagi, dia justru menghidangkan sup kentang itu pada orang tua si anak. Tanpa sadar, kedua orang tua anak malang tersebut memakan si anak. Kejadian itu baru terbongkar setelah mereka menyadari si anak tidak ada. Dengan entengnya pengasuh itu mengatakan bahwa mereka baru saja memakan si anak.

Kisah Nyata, Pengalaman Agip

Pada bulan Februari sekitar tahun 1997 di Jakarta, hujan turun dengan deras sejak sore. Hujan baru sedikit mereda dan berubah menjadi gerimis ketika jam sepuluh malam. Aku berniat menutup warung, sejak hujan turun tidak ada orang yang datang untuk membeli.

Ketika aku sedang sibuk menutup warung, tiba-tiba tercium aroma kentang rebus yang sangat menyengat. Aku tersentak dan berhenti lama. Mungkin ada sekitar lima sampai sepuluh menit, seolah-olah aroma kentang rebus hangat itu hipnotis aku. Aku sadar karena terkejut melihat seorang anak kecil tiba-tiba berdiri di depanku. Dia terlihat menyeringai, lalu saat aku mengerjap, anak itu sudah tidak ada lagi. Ketika anak tersebut raib, aku baru tersadar dan teringat tentang cerita yang melegenda itu. Tentang hantu anak kecil dan aroma kentang rebus yang sangat menyengat. Selama ini, aku berusaha untuk tidak percaya dengan legenda tersebut, tetapi malam itu aku merasa dipaksa untuk percaya, lantaran apa yang aku alami sendiri.

Pencerita: Laserjet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna