Minggu, 28 Oktober 2018

Jack of the Lantern

Pict by Toby Ord

Setiap perayaan Halloween, masyarakat selalu menghias labu kuning yang sudah dipotong di bagian atas dan diukir hingga membentuk wajah seram, kemudian lilin atau lampu diletakkan di bagian dalamnya.



Pada awalnya, yang diukir adalah lobak, bukan labu dan mitos ini berkaitan dengan legenda Irlandia dari seorang pria pemalas tetapi pintar bernama Stingy Jack.

Menurut cerita, sang iblis mendatangi Jack ketika sedang minum bir di sebuah bar karena telah tiba waktunya untuk dia mati. Namun Jack menjebak sang iblis agar mengubah dirinya menjadi sebuah koin dengan alasan untuk membayar minuman. Setelah sang iblis melakukannya, Jack memutuskan untuk menyimpan koin tersebut dan memasukkannya ke dalam saku di sebelah salib perak milik Jack, yang mencegah sang iblis berubah kembali ke wujud semula.

Akhirnya Jack membebaskan sang iblis, dengan perjanjian bahwa dia akan memberikan waktu tambahan selama satu tahun. Pada tahun berikutnya, Jack kembali menipu sang iblis. Dia meminta sang iblis naik ke atas pohon untuk mengambil topinya. Ketika sang iblis naik, Jack mengukir tanda salib di pohon sehingga sang iblis tidak bisa turun. Jack menawarkan bahwa sang iblis bisa turun asalkan dia berjanji untuk tidak mendatanginya lagi.

Namun pada suatu waktu sang iblis mendatangi Jack tanpa diketahui dan langsung mencabut nyawa Jack tanpa peringatan, digerbang surga Tuhan tidak mengizinkannya untuk masuk karena Jack tidak pernah menolong dan peduli terhadap orang di sekitarnya. Di gerbang neraka pun dia juga ditolak untuk masuk. Dia dikirim ke kegelapan malam, Jack menangis karena takut dengan kegalapan yang menyelimuti.

Sang iblis memberi batubara yang dibakar untuk menerangi keadaan sekitar. Jack meletakkan batubara itu ke dalam sebuah lobak yang telah diukir dan sejak saat itu dia selalu berkeliaran di Bumi.

Seiring berjalannya waktu labu dijadikan ikon Halloween untuk menggantikan lobak, mengingat jumlah dan ukuran labu yang lebih ideal.

Pencerita: Gugun Reaper

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna