Minggu, 21 Oktober 2018

Crunched Up Paper House

Crunched Up Paper House adalah creepypasta tentang dua pemuda yang memasuki rumah terbengkalai di taman, dan menemukan sesuatu yang menakjubkan.



Aku dan temanku selalu berjalan melewati taman yang indah dan luas ketika kami masih muda. Taman itu dipenuhi pepohonan tinggi, dan dipelihara dengan sangat baik. Di taman ini, ada sebuah rumah besar terbengkalai – aku tidak bisa mengatakan berapa lama rumah itu telah berada di sana, tetapi pada hari itu, pintu depan rumah terbuka lebar. Kami berdua memutuskan untuk memeriksa apa yang ada di dalam tempat itu. Ketika kami melewati pintu, hal pertama yang kami lihat adalah banyak kertas lecek berserakan di lantai. Kami saling memandang dan mengamati bahwa tidak ada furnitur, tidak ada apa pun kecuali bola-bola kertas yang lecek itu. Rumah itu memiliki enam kamar di lantai utamanya, dan di setiap kamar yang dimasuki semakin banyak kertas berserakan.

Kami memutuskan untuk membuka salah satu bola kertas untuk melihat apa yang ada di dalamnya – karena kami penasaran. Aku mengambil satu, dan, ketika temanku mengambil kertas lain, aku membuka dan meluruskan kertas yang kupegang. Pada saat itu, hampir seolah-olah pelangi muncul di depan mata kami, dan seketika aku berdiri di samping jendela besar di salah satu kamar di lantai atas rumah. Aku melihat ke luar jendela menuju taman besar. Ketika aku menunduk pada selembar kertas yang kupegang, kulihat ada tulisan terbaca: ‘Melihat ke luar jendela besar yang mengarah ke taman di ruang tamu di lantai atas.’ Aku menjatuhkan kertas, melayang lembut ke lantai. Sementara itu, aku menatap tanganku yang terbuka dengan rasa takut.

Merasa bingung, aku berjalan ke bawah dan bertemu dengan temanku. Dia berada di dapur, duduk di meja bundar yang tidak ada sebelumnya. Dari mana asal meja itu? Tanyaku dalam hati. Temanku menatap kertas yang terbuka, beberapa kali membaca ulang sebelum dia menatapku dan membalik halaman. Itu mengatakan: ‘Pergi ke dapur dan duduk di meja bundar.’ Kami saling menatap selama beberapa saat, setengah takut, tetapi kemudian kami mulai tertawa kecil. Dalam beberapa detik, kami menertawakan pikiran kami, mengagumi permainan baru ini. Kami hampir tidak percaya dengan apa yang telah terjadi, tetapi selagi masih muda misteri tanpa henti adalah sesuatu yang menarik. Kami memutuskan lagi untuk membuka selembar kertas lain. Ketika kami membuka kertas lecek di lantai, seketika kami melihat kilatan warna pelangi, tetapi kali ini aku akhirnya terbaring di lapangan di belakang rumah. Ketika aku mengintip kertas di tangan kananku, kulihat ada tulisan yang terbaca, ‘Berbaring di lapangan di belakang rumah.’ Aku tertawa kecil tak terkendali. Setelah beberapa menit berlari di sekitar rumah, aku melihat temanku mengumpulkan banyak bola kertas di tangannya, bersemangat untuk merasakan lebih banyak fenomena aneh dan menarik ini.

Sekarang kami berdua mendapat inti dari apa yang terjadi. Kami tidak tahu bagaimana, tetapi kami memutuskan untuk bersenang-senang; supernatural selalu memiliki cara untuk memikat hati. Setelah beberapa kali menggunakan perangkat teleportasi mini yang aneh ini, aku mulai merasa gelisah. Aku bertanya-tanya apakah, ada saatnya, aku akan ditempatkan di suatu tempat yang tidak aku inginkan, atau aku akan dibuat untuk melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan. Bagaimanapun, kami terus melakukannya. Menit demi menit, kami membuka banyak kertas dan bepergian melalui banyak ruang dan pepohonan. Namun kemudian, setelah berada di atap rumah, aku berdiri di depan temanku, mati di lantai ruang tamu. Aku tidak menjerit. Aku tidak bisa. “Membunuh dia,” Aku membaca tulisan itu di kertas lecekku ketika aku merasa ingin muntah. Meskipun tidak muntah, tetapi sakit di tenggorokanku menyebar ke perut, kepala dan hatiku.

Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sekarang, aku mulai menjerit-jerit, berdoa kepada Tuhan karena ini menjadi mimpi buruk. Aku ingin pergi dari tempat ini; aku ingin memundurkan hari kami dan berada di luar lagi, berjalan bersama di bawah pepohonan. Yang bisa kulakukan hanya menyembunyikan tubuhnya di dalam lemari. Aku menghendaki diriku untuk tenang, dan ragu-ragu membuka kertas lain berharap masalah akan membaik. Sekali lagi, aku melihat warna pelangi, dan mendapati diriku berdiri di belakang pohon beberapa meter jauhnya dari rumah. Aku dengan jelas bisa melihat pintu depan; dalam beberapa saat, aku melihat diriku sendiri dan temanku berjalan melewati pintu. Aku mulai bertanya-tanya apakah aku sudah mati, atau apakah aku mengalami pengalaman keluar dari tubuh. Aku menatap kertas di tanganku, dan kata-kata yang tertulis adalah “waktu akan terulang sendiri, paradoks akan terjadi, dan itu akan diizinkan.”

Itu memberiku ide. Aku merogoh kantongku untuk melihat kertas yang membuatku membunuh temanku. Tanpa melihat, aku kembali meleceknya. Diam-diam, aku mengikuti diriku yang lain, terpisah dari temanku ketika dia menjelajahi kamar-kamar di rumah. Ketika aku menguntitnya, dia berbalik seketika. Sebelum dia bisa mengucapkan satu kata, aku membuka kertas di depan mataku dan dalam sekejap kulihat warna pelangi, aku mampu membunuh diriku yang lain. Hukum waktu memungkinkanku untuk mengambil alih tempat diriku yang telah mati di dunia ini dan juga karena fakta itu diizinkan untuk terjadi, seperti yang tertulis di kertas kedua yang aku punya; mengembalikan waktu. Seharusnya memiliki kontrol atas waktu dan paradoks, yang sekarang membuatku kembali hidup dan mengakibatkan diriku yang lain mati.

Aku menyembunyikan diriku yang lain di dalam lemari di kamar mandi lantai atas sampai membusuk. Aku merasa sangat lega, aku mendengar temanku memanggil namaku dari lantai bawah. Teman terbaikku, berhasil tetap hidup. Ketika aku turun, dia menyambutku dengan bersemangat, tersenyum kekanak-kanakan dan gembira karena tidak menyadari situasi. Aku berpura-pura kalau tidak ada yang terjadi. Seketika, aku mengatakan bahwa rumah ini membuatku takut dan akan jauh lebih baik jika kami pergi.



Setelah hari itu, kami tidak pernah mendekati rumah besar itu lagi. Aku tidak tahu apakah ada yang melihat atau mendengar tentang apa pun yang terjadi di antara kami, tetapi baru-baru ini aku mendengar dari teman lain bahwa rumah itu telah dihancurkan. Dan aku bisa mengatakan dengan sangat yakin bahwa sementara berita ini melegakan, aku takut jika mayatku ditemukan di dalam lemari kamar mandi.

CREDIT – ullahshy

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna