Sabtu, 29 September 2018

Tangisan Diana

Diana menangis dalam pelukan sahabatnya, Alma. Ini adalah tangisan yang ke-10 dalam satu bulan. Alma sampai bingung dengan cara apa lagi untuk menenangkan Diana. Satu-satunya hal yang membuat Diana menangis seperti ini adalah karena ulah pacarnya, Rio.



Entah karena pacarnya itu ketahuan pulang bersama dengan perempuan lain, atau karena Rio bersikap kasar terhadap Diana. Padahal, Rio itu tipe laki-laki sempurna yang bisa membuat banyak perempuan bertekuk lutut karena ketampanannya, keren, mapan dan jenius. Entah apa lagi yang Rio lakukan sehingga Diana menangis seperti ini.

"Kan aku sudah bilang berkali-kali buat putusin Rio!" kata Alma ketika Diana sudah lebih tenang.

"Rio bilang... Dia gak bisa hidup tanpa aku..." Diana menyambar tisu dan mengelap air matanya, membuat make-upnya luntur berantakan.

"Diana, itu cuma alasan Rio biar dia bisa manfaatin dan menyakiti kamu terus!" kata Alma. Diana terdiam dan meremas tisu-tisunya. Mereka terdiam beberapa saat.

"Jadi, apa lagi yang dilakukan Rio?" tanya Alma. Diana menatap Alma cukup lama, butir-butir air mata kembali keluar dari ujung matanya.

"Dia ngambil ginjalku."

Penulis: Reta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna