Minggu, 30 September 2018

Stranger on my Bed

Aku memandangi diriku di cermin. Ada luka goresan di leherku yang panjangnya sekitar 8 cm. Luka itu mulai mengering, aku sedikit takut. Bukan aku yang melakukannya. Aku tidak gila, mana mungkin aku melukai diriku sendiri. Jadi siapa yang melakukannya? Mustahil jika aku.



Malam ini kututup rapat jendela kamar. Kusiapkan peralatan bertahan diri di laci meja. Aku berbaring dan mulai tertidur.

Aku merasa baru tidur selama beberapa menit ketika mendengar suara. Seolah-olah ada yang berjalan di lantai kayu. Tempat tidurku bergoyang, padahal aku tidur telentang. Aku memberanikan diri untuk membuka mata dan melirik cermin di sebelah kanan yang kebetulan menghadap tempat tidurku.

Kulihat ada sesosok perempuan bergaun putih duduk di tepi tempat tidurku. Rambutnya berantakan dan dia menunduk padaku, oh tidak, dia sedikit memiringkan kepalanya ke kiri.

Perempuan itu mengambil sebuah cutter dari laci meja dengan tangan kirinya. Aku bisa mendengarnya sedikit tertawa. Dia mengarahkan cutter itu ke tangan kanan dan menggoresnya. Dia terus tertawa. Aku memejamkan mata karena takut. Aku harus melapor ke polisi besok.

Keesokan harinya aku mendapati ada luka kering di tangan kananku. Aku tidak jadi ke polisi. Aku ke psikiater saja.

Penjelasan:
Si "aku" punya kepribadian ganda.

Original Author: Reta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna