Selasa, 25 September 2018

Lantai 2

Aku kuliah di salah satu universitas swasta di Semarang. Pada pukul sepuluh malam. Aku beserta 5 orang temanku turun dari lantai 9 dengan lift. Namun 2 orang temanku turun di lantai 3 yang ternyata itu adalah lobi, kupikir lobi ada di lantai satu jadi aku dan seorang temanku yang bernama Tiara turun hingga ke lantai 1.



Namun tiba-tiba saja lift berhenti di lantai 2 yang kukira itu adalah lantai 1, sehingga kami turun dan segera pintu lift pun menutup. Namun yang kulihat di sini hanya lorong panjang gelap tanpa penerangan cahaya dan bahkan banyak debu di lantainya. Kami berdua berjalan menyusuri lorong hingga ke ujung dan menemukan ada sebuah pintu dan tangga ke bawah. Sungguh aneh kenapa ada 1 lantai di kampus ini yang dikosongkan begitu saja.

Kami berdua ketakutan dan segera kembali ke pintu lift dengan bermodalkan cahaya ponsel masing-masing. Namun meskipun berkali-kali menekan tombol lift pintunya tidak terbuka juga, kami berdua panik.

Aku berusaha menghubungi orang tuaku namun tidak ada sinyal. Ya aku tahu ini aneh, bagaimana bisa aku berada di gedung sebesar ini namun tidak ada sinyal, lalu temanku berinisiatif menyalakan cahaya ponsel tanda sinyal SOS dan menghadapkannya ke kaca besar di dekat pintu berharap mungkin ada yang melihat bahwa di sini ada orang yang masih membutuhkan bantuan.

Namun sepertinya yang kami lakukan tidak membuahkan hasil. Sekitar setengah jam kemudian dengan dipenuhi rasa takut, lift berbunyi "Ting" pertanda ada orang yang berhenti di lantai 2 ini. Kami berharap penuh, dan benar saja pintu lift seketika terbuka. Namun, tidak ada siapa pun di sana. Hanya pintu saja yang terbuka.

Aku yang sudah tidak bisa berpikir, langsung saja berlari masuk ke dalam lift dan menarik temanku. Untuk saat ini yang harus aku pikirkan adalah bagaimana caranya agar kami bisa keluar dari sini.

Kami segera keluar dan memang benar lantai 3 adalah lobi. Lalu ruangan apa yang kami lewati di lantai 3 tadi? Sebulan setelah malam inaugurasi. Aku mulai mencari tahu ada apa sebenarnya dengan kampus ini hingga aku dapatkan informasi dari beberapa sumber yang menyatakan bahwa kampus ini terdiri dari 13 lantai, namun karena suatu hal yang tidak diketahui lantai 2 sengaja dikosongkan dan tidak pernah dipakai lagi.

Sedangkan lantai 11, 12, dan 13 sengaja dihilangkan dari tombol lift karna pernah ada kejadian yang tidak pernah dijelaskan oleh pihak kampus.

Namun lantai tersebut masih ada dan dikosongkan begitu saja. Akses untuk masuk ke lantai 11 sampai dengan 13 adalah dengan naik ke lantai 10 kemudian menaiki tangga menuju atas. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang nekat dan melakukan uji nyali di sana. Mereka melihat hanya ada ruangan kosong penuh debu, pengap dan tidak terpakai. Banyak orang yang mengatakan jika di lantai 13 sering terdengar suara orang mengasah kayu. Namun konon katanya itu adalah seorang kakek yang memiliki kuku panjang sedang mengasahkan kukunya di lantai.

Original Author: Nadia Niall

5 komentar:

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna