Kamis, 20 September 2018

Holder of the Future

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke institusi mental atau rumah singgah yang bisa dimasuki. Ketika kau sampai di meja resepsionis, bertanyalah apa kau bisa menemui seorang pria yang menyebut dirinya "Sang Pemegang Masa Depan". Jangan mengikuti jika pekerja itu menawarkan untuk menunjukkan jalan; dia bukan pemandu yang asli, dan akan menuntunmu ke dalam kegilaan. Pemandu yang asli akan tetap diam dan menyerahkan selembar kertas petunjuk jalan yang ditulis dengan garis darah dan api. Berjalanlah ke depan, konsentrasi pada tulisan. Jika fokusmu tidak goyah, kau akan melewati kedua meja dan pria bahwa kau berada di lorong yang sudah lama tak terpakai. Mungkin dulunya mewah, penuh warna dan menjanjikan, tetapi dinding itu sekarang bernoda dan karpetnya hitam serta kotor.



Ketika kau melewati lorong bayang-bayang akan berkedip di jendela yang sebelumnya tak terlihat. Mungkin tampak, dari sudut matamu, kau melihat teman-teman yang sudah lama mati memberi isyarat, atau orang tercinta yang hilang kembali padamu. Suara-suara bisikan terdengar bahwa jendela menawarkan kesempatan kedua, kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Kau bisa memilih lagi, mereka berkata, tetapi kau tidak boleh menengadah dari kertas di tanganmu. Melakukan itu hanya akan membuatmu melihat sesuatu yang mengawasimu dari luar, dan kau tidak mungkin selamat.

Cerita tentang seberapa panjang ujung lorong berbeda. Beberapa mengatakan bahwa kau harus terus berjalan sampai kau melihat sekilas setiap kemungkinan masa depanmu melalui jendela. Yang lain mengartikan bahwa semakin dekat waktu penyatuan datang, semakin singkat akan menemukan ujung lorong. Jika yang terakhir disebutkan benar, mungkin siapa pun yang masuk jauh melampaui perhitungan.

Kau boleh berpaling dari kertas ketika sampai di ujung lorong, tetapi kau tidak boleh melihat ke belakang. Pintu di depanmu menghubungkan ke ruang dansa, seperti lorong itu, yang tadinya tampak indah kini menjadi kotor dan kehilangan harapan. Majulah ke dalam kesuraman sampai pintu dan semua kesempatan melarikan diri menghilang di belakangmu.

Berjalanlah dengan hati-hati. Sang Pemegang mengawasimu sekarang.

Melalui bagian tengah ruangan yang bertahun-tahun sudah tidak dijaga. Kau mungkin tersesat, dan akan menghabiskan sisa hidupmu dengan berharap bahwa kau tergoda bisikan di jendela. Namun, jika beruntung, kau akan menemukan satu titik cahaya kecil, dan kau harus menutup mata sambil menunggu, terlepas apa yang terjadi selanjutnya. Jika kau memuaskan sang Pemegang, kau akan mendengar suara lembut dari dengkuran kucing, dan merasakan kehangatan melilit kakimu.

Kau harus tetap menutup mata sampai ada suara yang menanyakan "Apa yang akan kau lakukan dengan objek-objek itu?" sebanyak tiga kali. Menjawab pertanyaan pertama atau kedua akan merubah dengkuran menjadi geraman disertai seribu cakaran yang menusuk tenggorokanmu. Setelah yang ketiga dan terakhir baru kau boleh membuka mata.

Di depanmu akan ada seorang wanita yang berbaring di tempat tidur. Seperti kamar-kamar tadi, mungkin dulunya dia sangat cantik, dan meskipun dia berbaring dalam keadaan telanjang tetapi dia begitu gemuk, kulitnya dipenuhi bopeng dan luka tidur dan sifilis. Ratusan kucing ada di sekitarnya; akhirnya salah satu akan datang ke kakimu dengan penuh harapan. Berbicaralah pada yang satu ini, katakan "Aku akan melakukan apa yang harus kulakukan".

Kucing jantan itu akan mengajarimu bahasa kucing, dan ketika kau telah mempelajarinya, kucing-kucing lain akan memberi tahumu sebuah rahasia yang tidak pernah dimaksudkan untuk telinga manusia. Kau tidak boleh mengungkapkannya sampai waktu ketika kau tidak punya apa pun lagi di dunia ini untuk diberikan; kucing adalah makhluk cemburuan dan senang menyakiti siapa pun yang mengkhianati kepercayaan mereka.

Rahasia mereka adalah urutan ke-16 dari 538 yang ada. Aku tidak boleh berbicara lebih dari ini.

Translator: Gugun Reaper

Source: The Holders Series

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna