Senin, 24 September 2018

Her Smile

Dia sangat cantik, seperti malaikat. Tidak semua orang setuju denganku, tetapi tidak masalah. Bagiku, dia adalah wanita tercantik. Mata lebar, bibir menawan, rambut cokelat panjang, dan sosok ramping. Yang paling penting, dia juga mencintaiku.



Aku mengatakan "aku cinta kamu" setiap hari, dan dia biasanya hanya tersenyum. Tidak banyak bicara. Dia hanya membalas menatapku, sambil tersenyum lebar. Aku tahu dia menyukaiku. Maksudku, cara dia menatap balik dan tersenyum. Aku tahu, dia tipe pemalu.

Dia sudah tinggal lama bersamaku, dan dia tidak pernah sekali pun mengatakan hal-hal buruk padaku. Dia sangat setia, dan selalu duduk menantiku pulang setiap malam. Dia selalu ingin melakukan sesuatu; aku bisa melihat itu di matanya. Dan aku menatap balik, tahu persis apa yang diinginkannya.

Bahkan dengan semua itu terjadi, dia mungkin tahu aku merasa gugup. Dan dia sangat anggun, membuatku merasa jantan, membiarkanku mengangkatnya ke kamar tidur kami di lantai atas. Aku menunduk melihat dia ketika aku membawanya, saling bertatap mata; tatapan ingin dibelai, dengan senyumnya yang sensual. Dan aku memanjakannya. Apa yang tidak untuk wanita tercinta?

Dia membuatku merasa kuat, tidak merendahkan seperti yang dilakukan orang lain. Dan kami berbaring bersama. Aku bisa bicara apa saja, dia tidak berkata, hanya tersenyum, bahkan pada lelucon bodohku, dia tidak pernah bersikap ketus atau mengkritik. Bahkan jika aku ketiduran selama cumbu rayu, dia tidak pernah komplain. Dia hanya tersenyum, meyakinkan aku bahwa dia mencintaiku juga. Ketika aku bangun, dia selalu ada, menatapku, menyapaku dengan senyum lebar itu. Dia membiarkanku mengangkat lagi, dan aku membawanya ke lantai bawah, berhenti di langkah keenam untuk mencium keningnya yang pucat.

Hari ini adalah hari istimewa kami. Dia akan sangat senang karena aku ingat! Peringatan enam bulan sejak pertemuan pertama kami. Namun aku tidak melakukan secara terang-terangan. Kau harus membuat kejutan kepada wanita, benar? Aku membuat sarapan: dua telur dadar dengan bacon bits, keju, dan sedikit saus salsa - kesukaannya. Meskipun, hari ini dia tidak lapar, dia menatapku seolah-olah mengatakan, "Aku harus jaga bentuk tubuhku, kau tahu." Aku sedikit protes, tetapi dia tetap tenang. Aku merasa tidak nyaman, aku menghabiskan sarapannya. Namun ketika aku menghabiskan jus jeruk terakhir, aku menengadah, dan dia masih di sana, tersenyum lagi.

Oh, jantungku! Kami akan pergi ke taman hari ini, tempat di mana aku bertemu dengannya. Aku tahu dia tidak suka pergi keluar, tetapi sesekali aku ingin mengajaknya kencan. Selain itu, dia mencintaiku dan aku mencintai dia. Aku merasa lebih senang. Aku mengantar ke mobil dan membuka pintu untuknya, ketika aku membantunya, dia berbalik menghadapku, kami saling bertatap.

Aku menciumnya dengan begitu nafsu dan berkata, "Aku punya kejutan yang bagus untukmu. Aku janji. Aku ingat hari ini hari apa." Dia tersenyum kembali ketika aku memakaikan sabuk pengaman dan menutup pintu. Kami berangkat satu jam sebelum tengah hari. Dua puluh menit aku mengemudi dengan cepat menuju taman hutan setempat.

Hari ini dingin. Namun tidak sedingin bersalju, meskipun tanah masih diselimuti bekas salju dua hari yang lalu. Aku memarkirkan mobil dan keluar, berjalan untuk membukakan pintu dia, melepaskan sabuk pengaman, dan membantunya keluar. Dia tersenyum ketika kepalanya menoleh padaku. Dia membiarkanku melakukan segala untuknya; dia tahu bahwa aku suka merawatnya, dan dia sangat lemah sehingga aku bagaikan pacar yang tangguh. Aku minta maaf, bisakah aku mengatakan "aku cinta dia" lebih banyak lagi? Aku membuat dia merangkulku dan membantunya berdiri, menutup pintu mobil. Tampaknya tidak ada orang lain di taman. Aku tidak peduli, dan dia juga.

Hari ini bisa menjadi hari istimewa kami, momen istimewa kami, hanya kami berdua. Aku berjalan bersamanya menyusuri jalur, menghindar dari satu ranting di jalan. Dedaunan yang luas membentang ke arah langit, begitu padat berkumpul sehingga hampir menciptakan atap untuk menyaingi satu hutan hujan. Lagi, kali ini, di luar jalur, dia dan aku menghindari batang besar.

Aku berhenti dan menatapnya. Dia melihat ke depan, tanpa berkedip pada satu pohon yang tidak akan ada artinya bagi orang lain. Dia tersenyum. Aku menoleh padanya dan mengucapkan, "Ternyata kamu juga ingat ya." Aku berjalan bersama dia ke pohon itu, mataku melebar, kombinasi cinta dan nostalgia. Di pohon ini, ada sedikit tanah terbuka di depannya, hanya berjarak beberapa kaki, seperti yang kuingat sejak enam bulan yang lalu.

Aku membantunya turun dan kami bersandar pada pohon besar Douglas Fir. Kami duduk, dan aku menatap dia. Aku membungkuk, memutar kepalanya dan menciumnya.

"Kamu juga ingat ya, bagaimana aku menemukanmu di sini..." Aku mengusap keningnya yang pucat, dan giginya berkilau di bawah sinar matahari. "Bagaimana aku menemukanmu, berbaring di tanah terbuka, di dalam kuburan dangkal itu..." Aku memegang bahu dan menariknya lebih dekat, dengan hati-hati, memastikan untuk tidak merobek urat yang membusuk dan penghubung tulang kakinya. Mencium kening tulang pucat. Aku melanjutkan, "Bagaimana aku mengatakan 'Halo,' dan kamu akan tersenyum..." Aku membelai rambutnya, secara hati-hati agar tidak menarik menyebabkan rambut lepas dari sisa kulit di kepala. Aku memutar wajah dia untuk menghadapku dan menatap matanya. Sedikit otak mulai bocor dari soket. "Ups! Ada kotoran di wajahmu, sayang," Kataku ketika aku mengambil sapu tangan dari kantongku. Kuseka sedikit cairan itu dari pipi putih yang berkilauan. Aku mencium kening dan menatapnya. Pada saat itu, dia tersenyum.

Dan sejak saat itu, aku tahu bahwa kami akan selalu... bersama.



Penjelasan:
Si aku adalah seorang necrophilia (kelainan seksual di mana seseorang tertarik pada mayat).

Translated by Our Team

Source: Creepypasta Wiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna