Jumat, 03 Agustus 2018

The Holder of Ambition

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke institusi mental atau rumah singgah yang bisa didatangi. Ketika kau tiba di meja resepsionis, bertanyalah apa kau bisa menemui seorang pria yang menyebut dirinya "Sang Pemegang Ambisi." Jawaban yang keluar dari mulut resepsionis akan sangat kecil, dan memperlihatkan sedikit reaksi, yang pada awalnya, bahkan kau sendiri mungkin tidak yakin kata-katamu didengar. Semua keraguan akan diselesaikan ketika mereka menuntunmu ke sebuah tangga yang dikelilingi banyak jendela.



Di puncak tangga, resepsionis akan meninggalkanmu sendirian dalam pencarian ini. Kau akan mendapati dirimu berdiri di awal lorong yang tenang dan menakutkan. Berjalanlah ke ujung.

Kemungkinan besar, kau akan melihat bayangan yang bergerak di sepanjang dinding. Jangan mengikuti bayangan itu, karena hal itu akan menuntunmu ke suatu tempat yang tidak ingin kau datangi: suatu tempat yang dipenuhi dengan ketakutan dan kegagalan terdalammu, di mana kau tidak bisa kembali. Tidak peduli apa bentuk bayangan itu, dan bagaimana meredakan dan mengejek impianmu dengan keinginan dan harapan terbesarmu, jangan sampai matamu tergoda, apalagi kakimu.

Jika kau berhasil sampai ke ujung lorong, kau akan menemukan sebuah pintu yang tak terkunci. Cahaya menyinari lantai di pembuka. Satu-satunya kesempatan untuk pergi tanpa berhadapan dengan The Holder of Ambition atau mengoleksi Objek tersebut: berjalanlah kembali ke arah kau datang, tanpa berusaha mengintip ke sekeliling atau ke pintu lain, jangan sampai kau menemukan bayangan yang bersembunyi.

Di balik pintu terdapat sebuah ruangan, cahaya palsu bersinar dari jendela-jendela tinggi. Di tengah ruangan berdirilah seorang pria tinggi yang sehat, telanjang dan memandang ke cahaya itu. Tubuhnya dipenuhi tato dan bekas luka yang tak terhitung; hanya wajahnya yang bisa dikenali sebagai daging manusia. Kau mungkin penasaran apa yang dia lihat, tetapi kau tidak melihat apa pun. Pria itu tidak akan bereaksi kecuali dengan satu pertanyaan, "Apa yang menyatukan mereka?"

Ketika ditanya, dia akan berpaling untuk menatap matamu. Tataplah, tetapi ketahuilah bahwa jika kau tidak siap -- ada keraguan meskipun sedikit dari tujuanmu -- maka kau akan kehilangan diri ke dalam matanya yang tak berjiwa untuk kekekalan. Jika sebaliknya, tatapanmu itu murni, maka dia akan mulai berbicara dengan suara rendah. Nada suaranya akan menjadi jenaka, apa yang diceritakan seolah-olah tidak ada artinya sama sekali, tetapi kau tidak boleh melewatkan satu kata pun. Dengarkan baik-baik cerita itu, dan ingat setiap detailnya.

Ketika pria itu selesai berbicara, dia akan menggerakkan tangan ke dadanya, dan melepas jahitan dari salah satu bekas luka itu. Ketika jahitan lepas, dia akan mengalami pendarahan hebat. Dia akan menawarkan jahitan terakhir yang lepas padamu, kata-kata terakhir akan terdengar melalui darah yang berdeguk: "Pencarian memilih untuk membawamu... pada takdir yang tak dapat dihindari..."

Gumpalan jahitan itu adalah objek ke-10 dari 538 yang ada. Bagaimana caramu menggunakannya tergantung pada apa yang kau dengar.

Translator: Gugun Reaper

Source: The Holders Series

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna