Jumat, 10 Agustus 2018

My Dead Girlfriend Keeps Messaging Me on Facebook

Aku punya tangkapan layar dan tidak tahu harus berbuat apa.



Malam ini cukup beda sehingga aku menerbitkan cerita ini. Aku baru saja menerima pesan lagi, dan ini buruk.

Pacarku meninggal dunia pada 7 Agustus 2012. Dia mengalami kecelakaan yang melibatkan tiga mobil sepulang kerja ketika seseorang menerobos lampu merah. Dia tewas dalam hitungan menit di tempat kejadian.

Kami sudah berpacaran selama lima tahun saat itu. Dia tidak terlalu memikirkan pernikahan (terasa kuno, katanya, membuat dia merasa tidak nyaman dengan pertanyaan itu), tetapi jika dia sudah siap, aku akan menikahinya dalam waktu tiga bulan. Dia bersemangat; tipe gadis yang akan selalu memilih tantangan. Dia paling senang ketika berkemah, tetapi seorang technophile juga. Dia selalu suka aroma kayu manis.

Bisa dibilang, dia tidak sempurna. Dia selalu mengatakan sesuatu seperti, “Jika aku mati duluan, jangan mengatakan hal-hal baik tentangku. Aku tidak suka. Jika kamu tidak menurutiku, kamu yang rugi. Aku punya banyak kekurangan, dan itu cuma bagian dari diriku.” Jadi, ini untuk Em: musik yang katanya dia suka dan musik yang memang dia suka sangat berbeda. Pemikiran dia tentang kasih sayang adalah pelukan dari samping. Dia punya jari kaki yang panjang, seperti simpanse.

Aku tahu itu garis singgung, tetapi aku tidak merasa nyaman kalau membicarakan dia tanpa kalian tahu tentang seperti apa dia.

Kembali ke topik. Em sudah meninggal tiga belas bulan yang lalu sampai untuk pertama kalinya dia kembali mengirim pesan padaku.

4 September 2013


Saat inilah semua dimulai. Aku membiarkan akun Facebook Emily aktif agar aku bisa mengiriminya pesan sesekali, menulis di dindingnya, melihat album-albumnya. Rasanya aku akan berhenti mengenang Emily. Aku ‘berbagi’ akses dengan ibunya (Susan) - itu berarti, ibunya punya akses login dan kata sandi dan telah menghabiskan sekitar tiga menit di situs web (atau di komputer). Setelah sedikit kebingungan, aku berasumsi itu adalah dia.

16 November 2013


Aku telah menerima konfirmasi dari Susan bahwa dia tidak pernah masuk ke akun Facebook Em sejak minggu kematiannya. Em punya banyak kenalan, jadi aku langsung berasumsi bahwa salah satu ‘teman’ dia yang lebih cerdas dalam teknologi sedang mempermainkanku dengan cara buruk.

Aku menyadari langsung bahwa siapa pun itu, dia hanya mengirim ulang pesan dari riwayat obrolanku dengan Em.

Komentar ‘the wheels on the bus' adalah ketika kami mendiskusikan lagu untuk diputar di perjalanan yang tidak pernah terwujud. Sapaan ‘halo’ terjadi sejuta kali.


Sekitar Februari 2014, Emily mulai menandai dirinya di foto-fotoku. Aku akan mendapatkan pemberitahuan, tetapi tanda itu biasanya akan selalu hilang ketika kuperiksa. Pada awalnya aku melihat satu, aku merasa seperti ada seseorang yang memukul perutku. ‘Dia’ akan menandai dirinya di tempat di mana dia biasanya berada. Aku punya dua tangkapan layar (dari April dan Juni; hanya ini yang kutangkap, jadi mungkin sedikit keluar dari garis waktu yang kutulis)

Pada periode ini, aku tidak bisa tidur. Aku terlalu marah untuk tidur.

Dia akan menandai dirinya secara acak setiap beberapa minggu. Teman-teman yang memerhatikan mengatakan bahwa itu hanya kesalahan tak disengaja; baru-baru ini aku mengetahui ada juga teman yang memerhatikan dan tidak mengatakan apa pun. Beberapa dari mereka telah menghapusku dari daftar pertemanan Facebook mereka.

Di antara kalian mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa aku tidak mematikan saja profil Facebookku. Kuharap aku bisa. Aku melakukannya sebentar. Pada hari-hari ketika aku tidak bisa keluar, meskipun begitu, senang rasanya punya teman-teman yang bisa diajak mengobrol. Menyenangkan ketika mengunjungi halaman Em ketika lingkaran hijau kecil tidak ada di samping namanya. Aku sudah menjadi orang yang tertutup secara sosial ketika Em masih hidup; kematiannya mengubahku menjadi hampir seperti seorang pertapa, Facebook dan MMO adalah satu-satunya tempatku bersosial.

15 Maret 2014


Aku mengirim pesan kepada seseorang yang kuanggap sebagai peretas pesan Em.

25 Maret, aku menerima sebuah ‘jawaban’.


Beberapa bulan kemudian, aku memerhatikan dia juga mengulang kata-kataku.

Tanggapanku tampak kurang bersemangat di sini. Aku sengaja ‘memancing’ emosi (‘Ini sangat menyakitkan’) untuk membuatnya tertarik melanjutkan permainan; aku berasumsi bahwa orang yang melakukan ini pasti merasa senang di atas penderitaan orang lain. Aku menerbitkan tulisan di forum-forum teknologi, mencari tahu cara untuk melacak orang ini, menghubungi Facebook. Aku harus mengumpulkan ‘bukti’.



Sebelum ada yang bertanya, ya, aku telah mengubah kata sandi dan semua info keamanan berulang kali.

16 April 2014

Aku menerima ini:


Ini tampak seperti word salad. Hanya mengirim ulang pesan sebelumnya.

29 April 2014


Aku belum menemukan petunjuk apa pun. Facebook memberitahu lokasi halaman Em yang diakses, tetapi sejak kematiannya, semua tempat itu tak asing bagiku (rumahku, tempat kerjaku, rumah ibunya, dll). Responsku di sini bukanlah umpan. ‘yo Nathan’ adalah lelucon yang tak perlu dijelaskan, tetapi melihat ‘dia’ mengatakannya lagi hanya melumpuhkanku. Reaksiku dalam kehidupan nyata jauh lebih kurang menarik. Aku tidak mengharapkan hubunganku kembali.

Beberapa pesan terakhir mulai membuatku takut, tetapi aku tidak akan mengakuinya pada saat ini.

8 Mei 2014

Sungguh aku tidak tahu harus berkata apa...


‘MEM BEK U’ adalah kata asli pertama yang dia (?) buat. Ini memberiku mimpi buruk baru mulai belakangan ini. Aku terus bermimpi bahwa dia berada di dalam mobil sedingin es, membeku biru dan abu-abu, sementara aku berdiri di luar dalam kehangatan berteriak padanya untuk membuka pintu. Dia bahkan tidak menyadari aku ada di sana. Terkadang kaki Em di luar denganku.

24 Mei 2014


Sebenarnya aku tidak mabuk cinta. Dia bukan gadis yang penuh kasih sayang, dan selalu malu untuk bertukar kata ‘aku cinta kamu’, berpelukan, berbicara tentang betapa seriusnya hubungan kami. Dia lebih nyaman dengan itu ketika aku mabuk miras. Aku sering berpura-pura mabuk miras.

Jawaban dia mendorongku untuk menggunakan fitur Memorialized Accounts, berpikir mungkin akan mengakhiri ini. Memang benar tampak tidak merugikan - pesan itu dari percakapan lama di mana aku mencoba meyakinkan dia agar aku mengantarnya pulang dari rumah seorang teman.

Dalam tabrakan itu, dasbor mobil menggencet dia. Tubuhnya terputus dalam garis diagonal dari pinggang sampai paha kiri. Salah satu kakinya ditemukan terselip di bawah kursi belakang.


Kembali ke masa lalu. 7 Agustus 2012.

Itu adalah percakapan di hari dia meninggal. Biasanya dia pulang kerja pada jam 4.30 sore. Pesan teks dan beberapa pesan suara ini adalah yang terakhir kalinya aku berbicara dengan Em di bawah asumsi bahwa dia masih hidup. Kau akan tahu kenapa aku segera menunjukkan ini.

Kemarin. 1 Juli 2014.


Aku melakukan memorial pada akunnya beberapa hari setelah aku menerima pesan tentang pulang dengan berjalan kaki. Sampai hari ini, dia diam; dia bahkan tidak menandai dirinya sendiri di fotoku.

Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Apa aku menonaktifkan fitur Memorialized Accounts? Bagaimana jika itu memang dia? Aku mau muntah. Aku tidak tahu apa yang terjadi.

Aku baru saja mendengar pemberitahuan Facebook. Aku terlalu takut untuk berpindah jendela dan memeriksanya.

Aku memeriksa pemberitahuan itu. Aku mendengarnya ketika menyusun semua ini. Inilah pesannya..


Itu adalah pintuku...

Dan itu adalah komputerku...

Aku mendapatkan pesan itu tiga jam yang lalu, tetapi aku tidak ingin memeriksanya sampai sekarang...

Sekarang aku mengaku merasa takut. Aku tidak tahu siapa yang mengambil foto ini.

Aku sedang berada di dalam dan aktif menggunakan tabletku. Zen, saat ini. Melaju ke rumah temannya. Aku sendirian dan takut untuk membuka pintu.

Penjelasan:
Memorialized Accounts adalah fitur yang memungkinkan untuk membagikan kenangan orang yang sudah meninggal seperti kata mengenang dll. Namun pada pasta ini, entah karena fitur itu sendiri atau hantu Em gentayangan dan sedang berada di luar pintu...



Credited to natesw

Translator: Gugun Reaper

Source: NoSleep, Creepypasta Wiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna