Rabu, 01 Agustus 2018

Dad.txt

Jacob membanting pintu dengan keras. Dia kesal terhadap sang ayah. Beberapa saat sebelumnya, Jacob pergi ke dapur rumah orang tuanya tempat di mana dia tinggal.



Semua yang ingin dia lakukan hanyalah makan, menonton televisi, dan berselancar di internet menggunakan laptopnya.

Namun sang ayah tidak mengizinkan. Dia berusia pertengahan dua puluh tahun, pengangguran, dan masih menumpang.

Sang ayah menyuruh Jacob membersihkan ruang tamu sebagai tugas rutin, dan bertanya dengan nada agak kasar apakah dia sudah mendapatkan pekerjaan — tentu saja jawabannya adalah belum.

Jacob lelah karena setiap hari mendengar pertanyaan yang sama dari sang ayah, dia bergegas keluar dari dapur, meninggalkan laptop dan kulkas yang terbuka. Ketika pergi, dia berteriak mencaci maki sang ayah, dan mengatakan berharap bahwa sang ayah akan segera mati sehingga dia bisa pergi bersama ibunya ke neraka.

Ibu Jacob, Molly, telah meninggal di awal tahun ketika mobil yang dikendarai sang ayah melaju di bidang es dan tergelincir ke jurang.

Jacob terus marah kepada sang ayah, seseorang yang dia benci—seolah-olah—telah membunuh ibunya. Tidak ada ikatan ayah/anak yang kuat di antara mereka, dan ditambah dengan kematian sang ibu.

Jacob masih menggerutu dan lelah karena begadang semalaman memainkan game online, dia tertidur. Ketika terbangun, dia mendapati bahwa keadaan rumah sunyi. Sang ayah biasanya akan membuat keributan pada setiap jam; jika tidak dengan dengkuran, pasti dengan suara televisi yang menyala.

Jacob memberanikan diri keluar dari kamar dan berteriak memanggil untuk mengetahui apakah ada orang di rumah. Dia memeriksa semua ruangan sampai tiba di dapur, di mana dia melihat laptopnya tertutup, tetapi masih menyala.

Dengan marah dia mengira bahwa sang ayah telah mengotak-atik laptopnya, dia membawa benda itu dan menyalakan televisi. Kemudian membukanya, dia menyalakan lagi dan mencari tahu apa saja yang telah dilakukan sang ayah.

Berkas teks di desktop
Di desktop terdapat sebuah berkas berjudul “dad.txt” bahwa dia yakin sebelumnya berkas itu tidak ada. Rasa penasaran semakin bertambah, dia membuka berkas itu. Beberapa saat kemudian, dia sangat menyesal.

Dokumen itu, berisi kata-kata ‘Ayah minta maaf;’ ‘Ayah menyayangimu;’ dan ‘Selamat tinggal;’ ternyata ini adalah catatan bunuh diri sang ayah.

Berkas itu menggambarkan bahwa dia tertekan atas kematian sang istri, ucapan Jacob yang menusuk terlalu berat baginya untuk ditahan lagi.



Written by ClericofMadness
Content is available under CC BY-SA

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Wiki

3 komentar:

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna