Jumat, 08 Juni 2018

The Frozen Lady on my Bed

Semua ini terjadi padaku, meskipun pengalaman ini tidak menghantui pikiranku, namun tetap saja aku masih merasa takut dari pengalaman yang tidak bisa dijelaskan ini. Aku tidak tahu apakah cerita ini akan terdengar aneh, namun paranoidku ini begitu buruk.



Ketika masih kecil, aku takut dengan kegelapan dan itu wajar bagi anak-anak, pada saat itulah rasa takut terburuk kurasakan. Aku tidak percaya pada hantu atau semacamnya, dan aku masih skeptis sampai sekarang, namun kejadian ini telah membuat pemandanganku berubah menjadi sesuatu yang menakutkan.

Aku berusia delapan tahun saat itu, dan setiap malam adalah perjuangan yang berat bagiku untuk bisa tidur. Aku akan merasa takut setiap kali mendengar suara sekecil apa pun, dan jika aku pulas aku akan terbangun ketika mendengar suara meskipun kecil. Tempat tidurku menghadap tepat ke arah pintu, yang sengaja selalu terbuka ketika aku tidur.

Saat itu aku terbangun di tengah malam dan aku duduk tegak (dengan posisi kaki masih lurus) dan mengusap mata. Tentu saja, kamarku gelap dan aku tidak bisa melihat, namun, kali ini aku melihat sesuatu. Setelah mengusap mata aku terkejut melihat wanita yang kuasumsi adalah ibuku, dia sedang duduk di ujung tempat tidur. Alasan kenapa aku berasumsi itu adalah ibuku, karena ‘dia’ berambut keriting, persis seperti ibuku, jenis piama dan kacamata yang dipakai juga sama… namun, dia tampak sangat pucat, seperti warna kulit mayat yang ditemukan di laut. Dia tidak menghadapku, namun aku bisa melihat wajahnya dari samping sementara dia hanya duduk dalam kesunyian dan melihat ke arah dinding. Terus terang, aku tidak tahu kenapa dia hanya duduk mematung seperti itu.

Aku merasa ada yang aneh dengannya. Dia tidak berkedip, dan dia sama sekali tidak bergerak… dengan pandangan masih ke arah dinding, aku sedikit kesal karena apa yang kuasumsi adalah ibuku sendiri mengabaikanku. Jadi aku bertanya padanya, dan mendapat respon yang sama. Aku mengulurkan tangan dan menepuk pahanya, berusaha agar dia menghadapku, aku menyentuh ‘ibuku’ lagi dan bertanya apa ada yang salah… namun aku menerima respon yang tak terduga.

Segera setelah aku menyentuhnya, dia memutar kepala dengan sangat cepat, kulihat mata lebar dan mulut menganga… kemudian dia mulai berteriak sambil melompat dari tempat tidur dan aku menarik tanganku darinya. Aku berteriak, dan meraih selimut untuk ‘melindungi’ diri. Kemudian aku mendengar langkah kaki dari lorong dan aku menghadap ke arah pintu kamar, lampu menyala dengan sosok ibuku memasang raut muka cemas, dia bertanya kenapa aku berteriak. Aku hanya duduk… sambil gemetar. Aku melihat ke sekeliling kamar dan sesuatu yang tadinya kuasumsi adalah ibuku sudah tidak ada. Aku mengatakan pada ibuku hanya mimpi buruk dan mencoba untuk kembali tidur, namun terus terang aku tidak bisa tidur.

Bertahun-tahun kemudian, ibuku dan saudarinya sedang melihat foto-foto lama, aku memutuskan untuk duduk bersama mereka. Rumah yang aku huni pada saat itu sudah lama ada sebelum aku lahir, dan ternyata dulu ibuku tinggal di sebelah rumah ini. Ibuku bercerita dulunya rumah ini dihuni oleh seorang ibu dan putrinya, namun mereka meninggal terlalu dini. Sang ibu meninggal karena penyakit kanker, dan putrinya meninggal di usia muda karena overdosis obat.

Kemudian ibuku menunjukkan foto anak perempuan itu, namanya adalah Rachel. Seketika perutku terasa sakit. Aku mengambil foto itu dari tangan ibuku dan melihat foto itu lebih dekat. Rambut keriting dan berkacamata… namun kali ini dia tidak memakai piama, hanya pakaian biasa. Ternyata wanita yang duduk di ujung tempat tidurku adalah dia, kejadian itu terjadi ketika aku berusia delapan tahun dan aku akan selalu merasa takut jika mengingat wajahnya.



Aku tidak tahu kenapa Rachel atau arwahnya berada di dalam kamarku pada malam itu… namun ada sesuatu di sana, apakah manusia atau bukan. Namun aku melihatnya, merasakannya, dan mendengarnya, aku yakin bahwa itu bukanlah imajinasiku.

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta

1 komentar:

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna