Rabu, 11 April 2018

The Holder of Song

Di kota mana pun, di negara mana pun, pergilah ke institusi mental atau rumah singgah yang bisa kau masuki. Ketika kau sampai di meja resepsionis, bertanyalah apa kau bisa menemui seorang wanita yang menyebut dirinya “Sang Pemegang Nyanyian.” Kemudian kau akan diantar ke sebuah tangga spiral yang panjang dan tingginya melebihi bangunan itu sendiri. Di puncak tangga terdapat sebuah pintu.



Ketika kau membuka pintu itu, seketika kau akan merasakan gelombang panas dari lorong di baliknya, dan seolah menyelimuti dirimu. Lanjutkan dengan menyusuri lorong. Ketika kau berjalan, udara di sekitarmu akan terasa semakin dingin. Ketika kau merasa seolah dirimu terbungkus es, kau harus diam di tempat, jangan bersuara, dan dengarlah dengan saksama. Jika, setelah beberapa detik berlalu, kau mendengar tangisan bayi, berbaliklah dan lari dari sana. Tidak akan ada bahaya yang menimpamu, tetapi tangisan bayi itu akan terus terdengar ke mana pun kau pergi. Jika kau mendengarnya selama sisa hidupmu, anggaplah kau beruntung; jika dan ketika suara tangisan itu berhenti, anak sulungmu akan meninggal.

Jika kau tidak mendengar tangisan bayi, tunggulah lorong sampai terasa kembali hangat, dan kemudian lanjutkan langkahmu ke pintu di ujung lorong. Masuklah.

Ruangan di luar sana dipenuhi cahaya hijau. Di tengah ruangan ada seorang wanita tua sedang memutar gagang kotak musik yang tak bersuara. Kakinya telah terpotong di bagian lutut. Ketika kau berbicara padanya, kau harus menatap matanya. Dia menyembunyikan sebuah tombak yang terbuat dari tulang kakinya; jika memutuskan kontak mata, maka dia akan menusukmu dengan tombak itu dan membiarkanmu mati kehabisan darah dalam penderitaan mendalam. Dia hanya akan merespon satu pertanyaan: "Apa lagu yang mereka mainkan?"

Wanita tua itu akan mulai bernyanyi dalam bahasa yang bukan dari dunia ini. Melodinya akan menjadi yang paling indah dari yang pernah kau dengar, membawa kedamaian dan ketenangan untuk pikiran, tubuh serta jiwamu. Kau akan menemukan dirimu membayangkan dengan jelas sekelompok anak yang bermain dan bernyanyi dalam kesenangan, anak-anak tak berdosa... Dan beberapa menit kemudian, suasana itu akan menjadi mengerikan. Anak-anak itu akan mulai saling berkelahi, dan meningkat ke yang paling brutal, kekerasan mematikan yang bisa kau bayangkan. Mereka akan saling menusuk dengan batang kayu, saling mengeluarkan isi perut dengan batu tajam, dan bahkan merobek daging dari tulang dengan tangan kosong. Kau akan menyaksikan anak-anak ini, yang kini hanya doppelganger dari diri mereka sendiri, kematian dan kehancuran ini lebih mengerikan dari yang kau bayangkan. Kau akan melihat seorang anak laki-laki yang telanjang, bersimbah darah, bernyanyi dengan gembira sambil berlari melewati gurun neraka, dikejar oleh monster yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Mereka akan menyusul dan menghancurkannya, lagu yang anak itu nyanyikan masih terdengar.

...Namun, hal yang tidak bisa dijelaskan adalah kau tetap tenang, bahkan ketika kau menyaksikan kebrutalan yang tak terkatakan ini.

Ketika pemandangan yang mengerikan ini berakhir, rasa sakit yang amat sangat akan menusuk dadamu. Jantungmu terasa seolah akan meledak. Jangan biarkan penderitaan mendalam ini memecah fokusmu, dan jangan memutuskan kontak mata dengan wanita tua itu, jangan sampai kau bernasib mengerikan sehingga jantungmu meledak seolah tampak menyenangkan. Jika kau tetap tegar memandangnya, rasa sakit yang kau rasakan akan berhenti. Wanita itu akan berdiri (bagaimanapun caranya, matamu masih harus terfokus pada matanya) dan dia akan meletakkan kotak musik itu di tanganmu.

Kotak musik itu adalah Objek ke-6 dari 538 yang ada. Ketika lagunya kembali diputar, mereka semua akan menyatu.

Translator: Gugun Reaper

Source: The Holders Series

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna