Rabu, 04 April 2018

Hobi

Ketika umurku 10 tahun, keluargaku pindah ke sebuah daerah di bagian selatan kota. Kami menempati rumah tua yang bahkan lantainya berkeriut. Namun tempat ini jauh lebih ramai dibandingkan tempat tinggalku sebelumnya.



Aku suka mengamati banyak hal. Lebih tepatnya mungkin, hobi. Maka, segala hal baru yang kulihat di sini menarik untuk diamati. Ketika aku mengatakan pada ibuku bahwa aku lebih suka tinggal di sini, ibuku hanya tersenyum kaku dan bertanya dengan nada ragu-ragu, “Apa kau yakin, Theresia?”

Pada pagi hari, biasanya aku duduk di teras rumah sambil memandangi jalanan di depan rumah. Aku mengamati ibu-ibu yang lewat kemudian berhenti tak jauh dari rumahku. Kudengar mereka mengatakan, “Rumah itu seharusnya kosong,” atau “Apa pun yang ada di dalamnya, sebaiknya kita hindari.” Karena aku tidak mengerti maksud mereka, aku pun bertanya pada ayahku. Namun dia malah berkata, “Hal seperti itu tidak perlu didengarkan,” mendengarnya membuatku cemberut seharian.

Sudah seminggu aku tinggal di sini, dan aku belum mendapatkan teman. Terkadang aku pergi ke taman yang tidak jauh dari rumahku dan menyapa beberapa anak-anak seusiaku. Namun, begitu mereka melihatku, mereka malah pergi begitu saja. Aneh bukan? Akhirnya aku pun kembali duduk di teras rumah sambil mengamati orang-orang yang lewat.

Suatu hari, ketika aku dan ibuku sedang menyapu halaman, aku melihat ada seorang anak dan ibunya —kurasa begitu— lewat di depan rumah. Aku melambaikan tangan pada anak perempuan itu dan tersenyum. Namun dia malah menyembunyikan dirinya di balik tubuh ibunya sementara sang ibu melotot padaku. Ibuku menepuk bahuku dan bertanya ada apa.

“Sepertinya orang-orang di sini tidak menyukaiku,” kataku dengan nada sedih.



Wanita itu melemparkan sapunya dan buru-buru masuk ke dalam rumah untuk menemui suaminya.

“Ada apa?” tanya sang suami.

“Tidakkah seharusnya kita membawa Theresia ke paranormal?” kata si wanita. “Lagian kamu, sih. Kenapa kita malah pindah ke desa terpencil seperti ini?” tambahnya.

Penulis: Reta

2 komentar:

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna