Selasa, 20 Februari 2018

Where Bad Kids Go

Aku berusia enam atau tujuh tahun ketika aku tinggal di Lebanon. Negara ini dilanda perang pada saat itu, dan pembunuhan sering terjadi. Aku ingat itu adalah era yang sangat kejam, ketika pemboman jarang terhenti, aku akan berdiam di rumah sambil duduk di depan televisiku menonton acara yang sangat, sangat aneh.



Itu adalah acara anak yang berlangsung sekitar 30 menit, yang memuat gambar-gambar aneh dan menyeramkan. Sampai hari ini aku percaya itu adalah upaya terselubung dari media dengan taktik menakut-nakuti agar anak-anak tetap di rumah, karena moral di setiap episode berkisar pada ideologi yang sangat menegangkan: hal-hal seperti, “anak-anak nakal terjaga sampai larut malam,” “anak-anak nakal tangannya di bawah selimut ketika tidur,” dan “anak-anak nakal mencuri makanan dari dalam kulkas pada malam hari.”

Acara yang sangat aneh, dan berbahasa Arab. Aku tidak terlalu mengerti, namun sebagian besar gambarnya sangat grafis dan komprehensif. Hal yang paling kuingat adalah, adegan penutup. Bagian ini tetap sama di setiap episode. Kamera akan men-zoom pintu berkarat yang tertutup dalam jangka waktu lama. Ketika kamera semakin dekat dengan pintu, jeritan aneh dan bahkan terkadang suara penyiksaan akan semakin terdengar. Itu sangat menakutkan, terutama untuk program anak. Kemudian sebuah teks akan muncul di layar dalam bahasa Arab yang terbaca: “Di situlah anak-anak nakal pergi.” Akhirnya gambar dan suara memudar, itu akan menjadi bagian akhir episode.

Sekitar 15 atau 16 tahun kemudian aku menjadi seorang fotografer jurnalistik. Acara itu akan tetap ada dalam pikiranku, bermunculan dalam pikiranku secara sporadis. Akhirnya, aku memutuskan untuk melakukan penyelidikan. Aku berhasil mengungkap lokasi studio di mana sebagian besar program saluran itu direkam. Setelah penyelidikan lebih lanjut dan menjelajahi lokasi, aku menemukan studio tersebut namun sekarang sudah sepi dan ditinggalkan setelah perang besar berakhir.

Aku memasuki bangunan itu dengan kameraku. Bagian dalam tampak terbakar habis. Entah karena ledakan atau ada seseorang yang membakar semua perabotan kayu. Setelah beberapa jam berada di dalam dengan hati-hati dan memotret isi studio, aku menemukan sebuah jalan-menuju-ruangan yang terisolasi. Setelah beberapa kali mendobrak dan berhasil membuka pintu, aku membeku di ambang pintu selama beberapa menit. Jejak darah, feses, dan potongan-potongan tulang kecil berserakan di lantai. Ruangan kecil ini persis seperti yang ada di acara tersebut, di mana adegan yang sangat mengerikan terjadi.

Apa yang benar-benar membuatku takut, berpaling dan tidak pernah mau kembali, adalah mikrofon yang tergantung dari langit-langit di tengah ruangan...

Video



Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Wiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna