Senin, 12 Februari 2018

Under The Covers

Malam ini seperti malam lainnya. Kau berbaring di sana, dalam kegelapan dan kesunyian, sendirian, tanpa teman bicara kecuali pikiranmu sendiri. Kau berpindah dan berguling di tempat tidurmu, hanya ada kau dan pikiranmu. Kau merenung, kau mengingat, kau berkhayal; melakukan apa pun yang bisa mengalihkanmu dari suasana sunyi.



Kau mendengar suara berderit, suara yang biasa terdengar pada kesunyian malam, namun kau masih merasa takut. Kau mendengar suara ini hampir setiap malam, paranoid mengambil alih kepalamu. Khayalan yang pernah menyinari pikiranmu kini menjadi gelap. Pikiran yang tadinya penuh dengan kesenangan dan keberhasilan beralih ke para iblis dan pembunuh.

Kesunyianmu telah berfokus. Kau berbaring di sana, diam, mendengarkan suara yang tidak jelas, berharap kesunyian itu tidak hilang. Setiap suara kecil yang terdengar menambah paranoidmu dan kesunyian masih tetap ada ketika kau menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kau terlalu takut untuk membuka matamu, membayangkan sesuatu yang bisa terpikirkan olehmu. Kau berbaring di sana sendirian dalam rasa takut.

Rasa takut terbentuk dalam pikiranmu ketika kau mencoba untuk menemukan pelarian tercepat dari apa pun wujud makhluk itu. Kau kembali ke solusi masa kecilmu, bersembunyi di bawah selimut. Kau menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhmu dan berbaring dalam kesunyian. Kau mendengar suara, namun kali ini tidak terlalu menakutkan. Kau berpikir bahwa jika mereka tidak bisa melihatmu, maka kau aman. Hawa panas terasa di bawah selimut, namun kau menahannya karena rasa nyaman selimut. Kau mulai tenang dan santai, kembali ke logikamu yang biasa.

Lagi-lagi hanya ada kau dan pikiranmu, sendirian, di bawah selimutmu. Kau berpikir betapa konyolnya dirimu, takut dengan suara yang tidak jelas. Dengan mata terpejam, kau menarik selimut dari wajahmu diikut dengan hawa panas yang digantikan dengan udara malam. Kau menghela napas lega dan berguling, hanya untuk mendengar suara berbisik yang mendalam “Oh, di sana kau rupanya,” kemudian terdengar suara langkah kaki merangkak menuju tempat tidurmu.

Original Author: Unknown

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Index

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna