Sabtu, 10 Februari 2018

Jack the Ripper

Ilustrasi Berita London, 13 Oktober 1888

Pada pertengahan abad ke-19, terjadilah gelombang imigran Irlandia di Inggris yang menyebabkan jumlah penduduk Whitechapel di East End, London, menjadi semakin penuh sesak. Ekonomi melemah dan semakin banyak penduduk yang miskin di kawasan ini. Perampokan, kekerasan, dan alkohol sudah menjadi hal biasa di sana. Akhirnya, banyak wanita yang bekerja di bidang prostitusi.



Dari sinilah legenda Jack the Ripper dimulai.

Jack the Ripper (atau "Jack sang Pencabik") adalah julukan yang diberikan kepada pembunuh berantai yang tak diketahui identitasnya di sekitar kawasan distrik Whitechapel, London, pada tahun 1888.

Julukan itu berasal dari secarik surat yang ditulis oleh seseorang yang mengaku sebagai sang pembunuh, yang kemudian disebarkan ke kalangan masyarakat melalui koran lokal. Selain julukan itu, ada juga julukan lainnya, orang-orang menyebutnya "Pembunuh Whitechapel" dan si "Kulit Apron".

Pembunuhan yang terjadi biasanya melibatkan wanita pelacur yang berasal dari daerah kumuh dengan cara menggorok tenggorokan lalu memutilasi perut si korban. Hilangnya organ-organ dalam dari ketiga korban Jack the Ripper memunculkan dugaan bahwa pelaku memiliki pengetahuan tentang anatomi dan pembedahan.

Desas-desus yang menyatakan bahwa pembunuhan ini saling berhubungan merebak pada bulan September dan Oktober 1888, beberapa surat dari seseorang yang mengaku sebagai sang pembunuh diterima oleh wartawan dan Scotland Yard.

Sebelum kasus pembunuhan terjadi, masyarakat setempat sering kali melihat si korban berjalan dengan seorang pria. Penampilan si pria berbeda-beda di setiap kasus. Banyak kasus pembunuhan yang dikaitkan dengan Jack the Ripper, berikut adalah kasus pembunuhan yang disertai surat dari sang pembunuh.

Surat "Dear Boss"

Yang Terhormat Bos,

Aku terus mendengar bahwa polisi bersikeras untuk menangkapku tetapi mereka tidak memperbaiki informasi tentang diriku terlebih dulu. Aku tertawa ketika mereka terlihat sangat pintar dan berbicara tentang berada di jalur yang benar. Lelucon tentang julukan si Kulit Apron terdengar cocok untukku. Aku terjun ke dunia para wanita pelacur dan aku tidak akan berhenti merobek mereka sampai aku lelah. Ini adalah pekerjaan utama dan sampinganku. Aku tidak memberi para wanita itu waktu untuk berteriak. Bagaimana cara mereka bisa menangkapku sekarang. Aku suka pekerjaanku dan ingin memulai lagi. Kau akan segera mendengar permainan kecilku yang menyenangkan. Aku menyimpan darah korbanku di botol bir jahe. Kukira tinta merah ide yang bagus ha. ha. Pekerjaan berikutnya yang akan kukerjakan adalah memotong telinga para wanita dan mengirimnya ke polisi untuk bersenang-senang. Simpan surat ini sampai aku melakukannya lagi. Pisauku sangat bagus dan tajam, aku ingin segera bekerja jika mendapat kesempatan. Semoga beruntung. Salam dan penuh hormat
Jack the Ripper

Jangan memberiku julukan pedagang

Mereka menyebutku dokter sekarang. ha ha

Surat itu ditulis pada 25 September 1888 dan diterima oleh Agen Berita Pusat pada 27 September, kemudian diteruskan ke Scotland Yard pada 29 September. Awalnya, surat itu hanya dianggap sebagai lelucon, tetapi, ketika Eddowes ditemukan terbunuh tiga hari kemudian, dengan salah satu telinga yang terpotong seperti tulisan di surat, hal ini mulai mendapat perhatian. Akan tetapi, polisi menganggap bahwa ini cuma kebetulan, sama sekali tidak berhubungan dengan isi surat, dan si penulis surat tidak pernah mengirim telinga korbannya kepada polisi. Julukan "Jack the Ripper" pertama kali digunakan dalam surat ini (inisial tanda tangannya), dan memperoleh ketenaran di seluruh dunia setelah dipublikasikan media. Kebanyakan surat-surat lainnya meniru gaya penulisan surat ini. Beberapa sumber mengklaim bahwa surat lainnya, yang bertanggalkan 17 September 1888, adalah surat pertama yang menggunakan nama "Jack the Ripper", tetapi sebagian besar pakar percaya bahwa ini adalah pernyataan palsu yang disertakan ke dalam catatan polisi pada abad ke-20.

Kartu pos "Saucy Jacky"

Aku tidak bermaksud untuk menipu Bos tua tersayang, kau akan mendengar tentang karya Saucy Jacky besok di pembunuhan gandaku dengan jeritan kecil. Aku tidak punya waktu untuk mengirimkan telinga korbanku ke polisi, terima kasih karena telah menjaga surat sebelumnya. Aku harus bekerja lagi.
Jack the Ripper

Kartu pos "Saucy Jacky" dikirim pada tanggal 1 Oktober 1888 dan diterima pada hari yang sama oleh Agen Berita Pusat. Tulisan tangan dalam kartu pos tersebut mirip dengan yang di surat "Dear Boss". Disebutkan bahwa dua korban telah terbunuh di lokasi yang sangat berdekatan: "pembunuhan ganda kali ini", yang diduga merujuk pada pembunuhan Stride dan Eddowes. Pada awalnya, dirumorkan bahwa kartu pos tersebut dikirim sebelum kasus pembunuhan dipublikasikan, sehingga mustahil bagi si penulis untuk mengetahui peristiwa tersebut, tetapi faktanya, kartu pos "Saucy Jacky" dikirim lebih dari 24 jam pasca terjadinya pembunuhan, rincian kejadian ini diketahui oleh jurnalis dan penduduk setempat.

Surat "From Hell"

Dari neraka

Tuan Lusk
Maaf
Aku mengirim setengah
Ginjal yang kuambil dari salah satu wanita
dan sudah diawetkan untukmu
Aku menggoreng ginjal itu lalu memakannya, rasa yang sangat enak
aku bisa mengirimkan pisau yang dilumuri darah korbanku
tunggulah sebentar
lagi.

tertanda
Tangkap aku kapan saja
kau Bisa
Tuan Lusk.

Surat "From Hell" diterima oleh George Lusk, si kepala Komite Kewaspadaan Whitechapel, pada 16 Oktober 1888. Gaya penulisan dan tulisan tangannya tidak sama dengan surat "Dear Boss" dan kartu pos "Saucy Jacky". Surat ini dikirimkan dalam sebuah kotak kecil, yang juga berisikan setengah ginjal yang diawetkan dalam "botol etanol". Hal ini segera dikaitkan dengan pembunuhan Eddowes, yang ginjal bagian kirinya telah dicuri oleh sang pembunuh. Penulis surat tersebut menyatakan bahwa dia telah "menggoreng dan memakan" setengah ginjal yang hilang. Ada perdebatan mengenai penemuan ginjal ini: beberapa pakar berpendapat bahwa ginjal tersebut adalah milik Eddowes, sedangkan yang lainnya berpendapat bahwa itu tidak lebih dari sekadar lelucon mengerikan. Ginjal tersebut diperiksa oleh Dokter Thomas Openshaw dari London Hospital, yang kemudian diketahui bahwa ginjal tersebut adalah ginjal bagian kiri manusia, tetapi tidak diketahui apakah ginjal tersebut milik pria atau wanita. Openshaw kemudian juga menerima secarik surat yang ditanda tangani oleh "Jack the Ripper".

Surat Openshaw

Itu adalah ginjal kiri wahai bos tua, seperti biasa aku memasukkan pisauku ke tenggorokannya dalam permainan yang menyenangkan ini dan aku akan mengirimkan lagi organ tubuh lainnya

Jack the Ripper

O sudahkah kau melihat sang iblis
dengan mikroskop dan pisau bedahnya
a-lihatlah ginjal itu
dengan kaca mikroskop.



Pada tanggal 23 September 1913 diketahui bahwa orang yang menulis surat "Dear Boss" dan Kartu pos "Saucy Jacky" adalah seorang jurnalis bernama Tom Bullen; berdasarkan keterangan dalam surat yang ditulis oleh Kepala Inspektur John George Littlechild kepada George R. Sims. Seorang jurnalis lainnya bernama Fred Best dilaporkan juga mengaku pada tahun 1931 bahwa dialah yang telah menulis surat-surat tersebut untuk "menjaga agar bisnisnya tetap hidup".

Sampai hari ini, identitas Jack the Ripper tidak diketahui dan berakhir sebagai legenda.

Sumber: Wikipedia, Kaskus
Diceritakan oleh Gugun Reaper

1 komentar:

  1. jujur si ada yang berspekua'si tentang jack the ripper itu wanita

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna