Kamis, 25 Januari 2018

Chat

Jumat malam yang biasa dan aku sedang mengobrol dengan temanku Bradley secara online pada ruang obrolan di situs jejaring sosial. Dia mengatakan padaku dan teman-teman lainnya yang baru saja kami kenal, bahwa dia bisa terjaga selama dia mau, karena orang tuanya sedang pergi sampai akhir pekan dan dia sendirian di rumah. Kami mengobrol di ruang obrolan tersebut selama beberapa jam, dan aku menyadari bahwa Bradley menyukai salah satu gadis yang ada di ruang obrolan. Segera setelah itu, ibuku mulai menyuruhku untuk tidur. Ketika aku hendak keluar dari akun, aku bertanya pada Bradley apa yang akan dia lakukan besok, aku berpikir bahwa dia mungkin mau mampir ke tempatku. Dia tidak membalas selama beberapa saat, sampai:



“Bradley sedang mengetik pesan.”

Kemudian kolom obrolan kosong.

“Bradley sedang mengetik pesan.”

Kolom kembali kosong.

“Terserah kau kawan, aku tidur duluan ya kita akan membicarakannya lagi besok.” kataku. Aneh rasanya jika dia berhenti membalas dan hanya mengetik seperti itu.

Aku tidak mendengar kabar darinya lagi sampai hari berikutnya ketika aku masuk ke situs obrolan itu, dan dia sudah aktif. Dia meminta maaf karena tidak membalasku tadi malam, dia sangat sibuk. Kami melakukan percakapan secara singkat, dan dia mengatakan bahwa dia akan segera datang. Itu bagus, tetapi kenapa dia tidak menunggu orang tuanya dulu, yang akan segera pulang. Dia bersikeras bahwa tidak ada waktu lagi karena dia punya sesuatu yang sangat penting untuk ditunjukkan padaku, dan setelah itu dia sudah tidak aktif. Kupikir ada yang aneh darinya, karena biasanya dia mendahulukan keluarganya, dan aku semakin penasaran dengan apa yang ingin dia tunjukkan padaku.

Kuharap dia akan segera datang, karena jarak yang harus ditempuh dari rumahnya hanya memakan waktu sekitar dua puluh menit untuk sampai ke rumahku, ketika aku menerima panggilan telepon, itu membuatku merasa terganggu. Itu adalah orang tua Bradley, yang baru saja pulang dan terdengar sangat khawatir. Mereka bertanya apakah aku tahu tentang keberadaan Bradley, aku pun mengatakan pada mereka untuk tidak khawatir, karena dia sedang menuju rumahku. Suasana di telepon hening selama beberapa saat sampai aku mendengar jeritan mengerikan ibu Bradley di ujung telepon. Ayah Bradley menarik napas dalam-dalam, dan mengucapkan kalimat yang tidak akan pernah kulupakan. “Keluar dari rumahmu sekarang. Bradley ada di sini… Dia sudah mati.” Mereka telah menemukan tubuh Bradley yang tak bernyawa tergantung seperti mantel di lemari pakaian. Aku mengakhiri panggilan karena syok, aku ingat dengan jelas bahwa dia bertanya apakah aku sedang sendirian di rumah, seketika aku mendengar pintu belakang rumahku berderit terbuka.

Aku melakukan hal pertama yang dapat kupikirkan dengan instingku, dengan cepat aku merangkak ke bawah tempat tidurku untuk bersembunyi. Aku mendengar suara langkah kaki yang mendekat, secara perlahan. Aku tidak berani membuka mata, tetapi ketika aku mengintip melalui jari-jariku, aku melihat kulit berwarna putih pucat, dingin, sepasang kaki yang memasuki kamarku, hampir dalam gerakan lambat. Aku benci dengan orang pemilik kaki itu. Ketika dia perlahan mendekati tempat tidur, kau dapat mendengar kelembapan langkah kaki yang mengelupas dari lantai kayu; hatiku berdebar kencang dan aku menahan napas. Tepat ketika aku tidak mungkin lagi untuk takut, ponselku mengeluarkan bunyi bip keras tanda bahwa aku telah menerima sebuah pesan. Pesan itu dari ponselnya Bradley dan terbaca: “Di mana kau?” langkah kaki orang itu tiba-tiba berhenti, diam di tempat…

Credit To: Jack

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta

3 komentar:

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna