Minggu, 19 November 2017

Kagome Kagome


Gateway of the Mind adalah Creepypasta yang cukup terkenal, sekelompok ilmuwan gila melakukan beberapa penafsiran harfiah dari sebuah kiasan. Eksperimen ini dilakukan segera setelah Perang Dunia II berakhir, dan tampaknya sesuai dengan rangkaian panjang dari eksperimen aneh yang dilakukan oleh Nazi (selama dan/atau setelah perang).



Berikut adalah daftar isi untuk halaman ini.

Eksperimen Perang

Pemerintah Nazi terkenal memiliki banyak ilmuwan dan peneliti okultisme. Divisi ekspedisi khusus Reich sering dikirim untuk mencari artefak ataupun lokasi okultisme serta signifikansi keagamaan. Sementara di Jerman, bungker yang dibangun, rumah-rumah mewah, kastil yang dilengkapi labirin, dan ruang gelap di bawah tanah dipenuhi eksperimen aneh serta catatan penelitian.

Kapan pun Sekutu menemukan tempat-tempat ini, keadaan sudah hancur dan ditinggalkan. Kapan pun laboratorium ditemukan dalam keadaan utuh, penelitian tidak dapat dijelaskan atau lenyap begitu saja, kemudian tempat-tempat tersebut dihancurkan oleh Sekutu untuk mencegah Nazi memulihkan data yang tersembunyi. Banyak eksperimen Nazi yang disimpan di bawah radar. Sampai saat ini. Para veteran yang bertugas sebagai penjaga laboratorium dan zona ritual telah menjelaskan apa yang telah mereka lihat, banyak berkas dan buku yang telah ditemukan di dalam beberapa kotak dan peti kayu milik para ilmuwan. Beberapa penemuan ini mengandung unsur dari tujuan penelitian yang umum.

Memberi manusia kuasa Tuhan

Kekuatan sebenarnya sering kali diperdebatkan, namun tampak bahwa ini digambarkan dalam penelitian Nazi sebagai "keabadian", yang mana tidak bisa mati, dan tak terkalahkan.

Bagian yang lebih mengejutkan dari penelitian ini sebenarnya berdasarkan logis; dosis tertentu senyawa kimia untuk membantu aliran darah pada orang lanjut usia. Konsep pertama yang sekarang digunakan dalam operasi transplantasi saat ini, okulasi, salep kulit, antibodi untuk berbagai penyakit, dan penelitian kebugaran/diet.

Namun, satu set peti yang ditemukan di Hamburg pada tahun 1999 jauh dari gaya penelitian ini. Hal ini menghasilkan eksperimen tersembunyi dan keabadian.

"Pikiran adalah penyakitnya"

Berkas pendahuluan dan bukti konsep penelitian dimulai dengan prinsip bahwa otak merupakan pusat pengendali tubuh. Itu sebabnya kupu-kupu hanya bisa bertahan hidup sehari, sedangkan serangga lain bisa bertahan lebih lama: otaklah yang memberitahu kita untuk mati.

Maksud pernyataan tersebut, ketika otak semakin tumbuh, otak akan mulai membuat koneksi, yang mengakibatkan manusia menjadi lebih dewasa dengan fungsi otak lebih maju. Pada usia 35-50, bagaimanapun, koneksi ini perlahan mulai rusak, mengakibatkan seseorang mudah lupa dan menderita penyakit mental lain yang diperuntukkan orang tua.

Proposal mereka

Para ilmuwan Nazi beranggapan bahwa otak mempunyai sebuah "sakelar kematian universal" yang aktif setelah otak manusia berkembang. Sakelar inilah yang mengatur kematian seseorang. Ketika sakelar beralih, otak akan dipaksa mati karena kekurangan oksigen di darah.

Dikatakan bahwa Werners Syndrome (sebuah penyakit di mana seseorang lebih cepat tua) adalah hasil dari pengalihan saklar yang terlalu dini.

Ilmuwan Nazi mengemukakan bahwa mereka bisa melepas sakelar tersebut, dan memberikan manusia keabadian. Operasi otak sangat sulit di masa itu, namun masih mungkin untuk dilakukan. Di tumpukan berkas ada banyak diagram yang berbeda dan penelitian telah dilalui: otak, psikologi, pikiran manusia dan sejenisnya.

Lokasi

Eksperimen ini awalnya diajukan ke eksekutif Nazi pada tahun 1940 dan izin diberikan pada tahun 1942, dalam satu kondisi;

Eksperimen harus dilakukan di luar Jerman. Penduduk Jerman tidak boleh melihat eksperimen ini dengan cara apa pun.

Sebagian besar eksperimen dilakukan di bungker dan ruang bawah tanah. Para ilmuwan mampu memenuhi aturan, dan mengatur keadaan dengan sekutu mereka, Jepang. Pada akhir tahun 1942, penelitian dimulai.

Di sinilah hal-hal aneh mulai terjadi.

Para peneliti mengambil alih satu panti asuhan di Jepang. Di bukit daerah Shimane, yang dekat dengan Hiroshima.

Melaksanakan Eksperimen

Para ilmuwan berpikir bahwa jika mereka memilih kelinci percobaan biasa; seperti lansia atau orang berpenyakit dengan kondisi "tidak ada lagi yang tersisa untuk mereka hidup" (mirip dengan Gateway of the Mind) yang artinya mereka akan bermain-main dengan sumber penyakit, atau mereka akan bereksperimen pada otak yang sakelar kematiannya sudah diaktifkan, maka usaha mereka akan sia-sia.

Alhasil, para ilmuwan Nazi memilih anak-anak, yaitu anak yatim piatu di panti asuhan tersebut (yang kembali mereka anggap, "tidak punya siapa-siapa lagi untuk mereka menjalani hidup"), mereka akan menjadi subjek penelitian karena otak mereka masih dini dari sebuah sakelar kematian yang sudah diaktifkan.

Sebelum memulai eksperimen, anak-anak diberikan banyak imunisasi dan pengujian psikologis intens, agar terhindar dari cacat, dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan ketika eksperimen dilakukan.

Setelah itu, mereka memulai eksperimen dengan staf panti asuhan yang usianya lebih tua sebagai subjek penelitian. Si dokter memberi obat bius, para ahli bedah membuka tengkorak mereka dan mulai mencari perbedaan antara otak manusia dewasa dan otak anak-anak.

Setelah mengetahui model otak anak-anak dan otak orang dewasa, para ilmuwan menyimpulkan bahwa 'sakelar kematian' tidak terletak di otak utama, namun di otak kecil, yang terletak di bagian belakang. Otak kecil memerintahkan semua aktivitas di bawah kesadaran di otak utama, yang mana bisa dimengerti, karena tidak dalam tindakan sadar untuk merubah sakelar menjadi kematian.

Secara sistematis, mereka memilih anak perempuan paling tinggi di panti asuhan, dan mulai membuka tengkoraknya. Mereka berniat menjadikan dia yang pertama untuk "pengaktifan sakelar kematian" mereka berhasil membuka otak kecil dan mencabut bagian yang dianggap sebagai sakelar kematian, namun, setelah menutup tengkorak anak ini, mereka menemukan bahwa dia telah habis masa hidupnya. Mereka beranggapan bahwa luka sayatan di otaknya yang membuat si anak mati. Mayatnya di buang begitu saja di hutan yang ada di belakang panti asuhan.

Eksperimen diperkirakan sukses

Setelah mendapat banyak peralatan baru, dan menggunakan metode-metode berbeda di setiap penelitian, para ilmuwan akhirnya bisa mencabut sakelar kematian dan berhasil menghidupkan kembali pasien. Pada bulan Mei 1943 mereka melakukan eksperimen kepada gadis termuda di panti asuhan dan sukses mencabut sakelar kematian, namun dia kehilangan kemampuan berkeringat. Setelah sepertinya pencabutan sakelar kematian pada gadis itu berhasil, para ilmuwan merasa begitu senang dan mereka memutuskan untuk tidur. Keesokan paginya, gadis itu tidak bangun, dan mengalami koma. Setelah beberapa saat, dia berhasil dihidupkan kembali, dan "pencabutan sakelar kematian" kembali dilanjutkan.

Kelanjutannya

Kesuksesan eksperimen tadi memberikan para dokter ide baru.

Sebelum para dokter melanjutkan penelitian, mereka menugaskan beberapa dokter dari Moscow, yang dilatih dalam praktik penghidupan kembali mayat (secara teknis adalah zombi, namun hal ini bergantung pada prinsip penggunaan sengatan listrik dan jantung buatan untuk menghidupkan kembali mayat). Mereka beralasan karena subjek penelitian pasti akan koma atau meninggal secara klinis, kapan pun gadis itu tertidur, mereka harus kembali menghidupkannya di keesokan pagi. Tidak ada tanda-tanda perilaku seperti ini sebelum eksperimen dilakukan, dan terlepas dari kenyataan bahwa dia berhasil dihidupkan kembali, para dokter tidak mau mengambil risiko dari berhasil menjadi kegagalan. Para ilmuwan Rusia ditugaskan untuk menghidupkan kembali setiap kali masa hidupnya habis. Setelah beberapa hari, Nazi menyimpulkan bahwa eksperimen masih aman untuk dilanjutkan.

Project Venom

Project Venom adalah eksperimen Rusia untuk menciptakan tentara super dari teori Dr. Frankenstein. (Mungkin inilah yang menjadi dasar superhero Marvel) Sebagai pembayaran untuk penggunaan ilmuwan Rusia, Rusia meminta agar mereka menggabungkan penelitian Project Venom dengan eksperimen Nazi yang berlangsung. Tentu saja, Nazi setuju.


Namun, jumlah anak yatim piatu yang terbatas sangat mengurangi tenaga mereka, karena Nazi memerlukan subjek penelitian yang banyak, dan hanya bisa menawarkan satu gadis. Orang-orang Rusia itu merasa terhina, dan mulai membuktikan konsep mereka.

Mereka secara tidak natural berniat menciptakan sebuah lengan, yang sedang dalam perjalanan dari Moscow ke panti asuhan untuk dicangkokkan, untuk membuktikan bahwa mengamputasi dan digantikan dengan buatan bisa bekerja. Sementara itu, orang-orang Rusia harus mempersiapkan hal ini.

Lengan kanan gadis itu diamputasi.

Anehnya, tak lama kemudian, para ilmuwan Rusia mengemasi peralatan mereka dan pergi. Lengan buatan tak kunjung datang, dan gadis itu ditinggalkan dengan perban yang terikat di kimononya. Orang-orang Rusia meninggalkan panti asuhan itu dengan tergesa-gesa dan ketakutan, seolah-olah seketika udara menjadi terlalu dingin untuk mereka.

Pemberontakan

Salah satu gadis di panti asuhan, tidak setuju dengan kehadiran para ilmuwan. Dalam tindakan pemberontakan dia mencuri dan merobek catatan, menghancurkan peralatan dan mengobrak-abrik ruang operasi. Meskipun ukuran dan usianya masih belia (8 tahun), dia mempunyai kekuatan yang mengejutkan untuk mengacaukan semua. Telah dicatat dalam sebuah jurnal bahwa anak itu juga mengidap penyakit heterochromia (mata kiri berwarna cokelat sedangkan mata kanan berwarna biru). Para ilmuwan senior memandang hina gadis itu, namun mereka tidak melakukan apa pun agar tak menimbulkan kecurigaan. Sebagai gantinya, mereka memerintahkan tentara Nazi untuk menghabisinya secara diam-diam.

Gadis itu dipenggal secara brutal dengan bayonet tumpul, dan mayatnya tidak dikubur, hanya ditinggalkan di hutan di belakang panti asuhan. Para prajurit mengatakan kepada pengasuh bahwa anak itu telah menemukan keluarga baru.

Banyaknya kegagalan yang terjadi

Para ilmuwan Nazi berusaha untuk bermain-main dengan anak-anak yang sudah dibedah, mencoba berbagai aspek baru, menyedihkan, tak ada satu pun dari mereka yang selamat. Berikut adalah daftar para korban:

Korban yang dahinya rusak. Terjadi pada seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, tengkoraknya cacat dan hampir lumpuh. Mentalnya terbelakang karena efek eksperimen.

Korban yang rahang bawahnya rusak. Terjadi pada seorang gadis berusia 6 tahun, lidah dan sebagian besar daging di rahang bawah telah dicabut.

Korban yang setengah kepalanya hilang, subjek penelitian itu harus menerima bahwa dia setengah tuli. Juga, selama operasi ini dilakukan mereka tidak memberi obat bius kepada subjek penelitian yang mengakibatkan mereka terus berteriak selama operasi berlangsung, seperti itu yang terbaca di jurnal.

Terlepas dari kegagalan ini, sakelar kematian masih dilepas, dan subjek penelitian berakhir dengan cara yang sama seperti gadis pertama, masa hidup telah habis ketika tertidur.

Bagaimanapun, mereka telah menghabisi lebih dari sepuluh nyawa, karena semua kegagalan ini. Mereka memilih beberapa pengasuh, dan operasi dilakukan.

Pengaktifan sakelar kematian

Para dokter mulai merumuskan gagasan bahwa pada anak kecil, sakelar kematian belum aktif, namun orang dewasa, sakelar kematian bisa dipindahkan menggunakan senyawa kimia untuk menghilangkan hormon yang dihasilkan dan barulah sakelar kematian lalu dilepas.

Semua ini dilakukan terhadap semua pengasuh yang ada, mengejutkan, eksperimen berhasil, mereka semua selamat.

Kepribadian menjadi Aneh

Selama eksperimen berlangsung, para ilmuwan diminta untuk mengawasi anak-anak yang masih bertahan, dan memantau perilaku mereka. Di bagian inilah hal-hal aneh mulai terjadi.

"Awalnya mereka terlihat normal, sama seperti anak-anak lain, bermain ceria, belajar, namun ketika dipisahkan dari yang lain, mereka terlihat seolah-olah... menghilang. Mereka berjalan ke sana-sini tidak jelas, dengan senyum kosong di wajah, mata mereka menatap langsung padamu. Jika didekati dari belakang, kepala mereka akan berbalik dengan sangat cepat dan selama beberapa saat, kau hampir bisa melihat ekspresi begitu jahat di wajah mereka, sehingga akan membuatmu gemetar ketakutan. Namun kemudian kau akan menyadari bahwa mereka hanya tersenyum biasa.

Hal lain yang dirasakan adalah mereka seolah-olah mengikuti kami, namun hanya ketika kami sedang sendirian. Setelah selesai menggunakan mesin tik dan menuju kamarku, sering kali aku ketakutan karena melihat salah satu anak berdiri dalam jarak beberapa meter di lorong yang gelap, sambil menatapku. Ketika aku berjalan ke kamarku, gadis itu mengikutiku, dan aku menutup pintu, mengganjalnya dengan kursi, dan kemudian aku tidur dengan nyenyak. Rasanya mereka seperti hantu di malam hari. Dan lucunya, aku sering melihat salah satu anak yang warna rambutnya sedikit kemerahan. Keesokan harinya aku bertanya kepada pengasuh tentang siapa anak itu, namun si pengasuh mengatakan bahwa tidak ada anak dengan rambut kemerahan di sini**

Mereka juga lebih sering terlihat memainkan suatu permainan ketika kami datang. Aku tidak tahu banyak tentang bahasa Jepang, namun sepertinya permainan ini disebut Circle You, Circle You*, berdasarkan terjemahan oleh salah satu penerjemah kami. Semua anak yang bermain membentuk lingkaran, dan satu anak duduk di tengah lingkaran, mereka saling berpegangan tangan dan mulai bergerak mengelilingi anak yang ada di tengah lingkaran, dengan raut wajah menakutkan sambil menyanyikan lagu yang aneh, kau akan kalah jika kau mengintip.

Setelah berbicara dengan mereka, aku memperhatikan bahwa mereka tampak lebih banyak melamun, pelupa dan pandangan mereka kosong, seolah-olah eksperimen menghapus ingatan mereka juga. Namun sepertinya bukan jenis lamunan biasa, melainkan sesuatu yang lebih jahat. Mereka akan menatapmu dengan mata lebar, dan mengajukan pertanyaan yang sepertinya telah mereka ketahui padamu. Salah satu anak bertanya, "Kapan nenekmu mati, apa benar dia meninggalkanmu sebuah jam tangan berlapis emas?" Ini mungkin tampak gila, namun aku menjawab dengan jujur... "Iya."

*Arti dari Kagome Kagome adalah Circle, Circle. Kemudian, permainan itu diterjemahkan menjadi circle you, circle you.

**Anak yang memberontak dan melawan para ilmuwan mempunyai warna rambut kemerahan.

Akhir

Pada awal tahun 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Jerman terkena denda, eksperimen itu dihentikan. Orang-orang Jerman mulai mengemasi peralatan mereka, kebanyakan dari mereka sudah pulang duluan karena "gangguan mental yang mereka alami", bahwa mereka mulai menunjukkan tanda-tanda kegilaan. Hanya ada 4 ilmuwan yang tersisa.

Setelah mengirim peralatan yang terakhir, para ilmuwan merasa bahwa mereka harus berpamitan dengan para pengasuh anak dan mereka melakukannya.

Salah satu ilmuwan mendapati rasa takut, dan ilmuwan lain terkejut, kepala pengasuh anak itu berkata dalam bahasa Jerman yang fasih, "Maukah kalian memainkan satu permainan terakhir bersama kami?"

Tiga dari para ilmuwan itu menerima tawaran, sebuah lingkaran yang terdiri dari anak-anak dan pengasuh dibentuk mengelilingi mereka. "Sekarang, jika kau mengintip, kau kalah..."

Satu-satunya ilmuwan yang tersisa berlari dengan ketakutan ke truk terakhir tanpa melihat ke belakang.

Cerita saat ini

Jika kau berada di Hiroshima, pergilah ke sekitar hutan dan kau mungkin akan menemukan beberapa jalan setapak di sana. Menyusuri itu, maka kau akan melihat hutan yang indah, terus ikuti jalur, atau jika tidak kau mungkin akan tersesat.

Kau akan sampai di lapangan terbuka, dengan sebuah bangunan batu tua di tengahnya, dedaunan melapisi tempat itu.

Masuklah ke dalam, jika kau ingin bermain.

Segera setelah kau membuka pintu, bau busuk akan tercium, bau yang mirip dengan mayat yang membusuk. Jika kau berjalan di lorong, tentu hanya kegelapan yang dapat kau lihat sedangkan hari masih terang, karena tidak ada cahaya yang menyinari.

Teruslah menyusuri lorong, ambil jalur di kiri pada persimpangan pertama, dan kemudian terus berjalan sampai kau melihat sebuah pintu yang tampaknya terbuat dari kayu berwarna merah (sisanya berwarna cokelat). Buka pintu itu, kau akan menemukan sepuluh anak yang bahagia bersama para pengasuh, mereka semua memakai kimono, bermain di suatu ruangan. Anak pertama kehilangan lengan, anak kedua cacat di dahi, dan anak ketiga tidak punya rahang, namun mereka semua dibalut dengan ketelitian yang klinis. Tempat itu sangat bersih dan rapi, tergantung dari dirimu sendiri, dan cukup terang.

Seketika itu juga, kehadiranmu akan menarik perhatian semua orang yang ada di dalam. Senyum riang dari masing-masing wajah mereka yang bahagia.

Kepala pengasuh yang cantik akan bertanya "Maukah kau ikut bermain bersama kami?"

Jika kau mengatakan "tidak", pintu akan terbanting menutup, dan ketika kau mencoba menyusuri lorong untuk menemukan jalan keluar, hanya ada lorong gelap yang lain dengan hal-hal menyeramkan seperti kau melihat sosok gadis atau menemukan ruangan kosong.

Jika kau mengatakan "ya", kau akan disambut. Pintu akan tertutup di belakangmu, mereka semua akan membentuk lingkaran dan mengelilingimu.

"Sekarang duduklah dan jangan mengintip!" kata salah satu anak dengan suara ceria.

Ikuti saja perintahnya, dan kau akan selamat.

Semua penerangan akan meredup, namun kau masih bisa melihat lingkaran anak-anak, dengan ekspresi jahat di wajah mereka, begitu buruk kau mungkin akan mengintip tepat ke wajah jahatnya. Jika kau masih bisa bertahan, mereka akan mulai bergerak mengelilingimu, dengan perlahan. Kau mungkin merasa salah satu dari mereka mendekatimu. Bagaimanapun juga ketika kau mengintip, tidak ada seorang anak pun yang mendekatimu.



Jika belum cukup, mereka akan mulai bernyanyi "Kagome, kagome..."

Aku sudah tidak bisa menjelaskannya lebih jauh lagi. Tidak ada yang selamat untuk menceritakan kisah tentang apa yang terjadi selanjutnya.

Disklaimer

Kebanyakan creepy pasta berasal dari stigma psikologis, dan sisanya adalah cerita hantu yang dirubah. Namun ada sebagian kecil Creepypasta, yang tidak seperti ini.

Yaitu Creepypasta yang diambil dari kisah "Nyata".

Jerman memang mengirim tim peneliti ke Jepang, untuk bereksperimen tentang keabadian melalui otak.

Dan mereka melakukan eksperimen pada anak-anak.

Di suatu panti asuhan.


Video


Original Author: Mbgunsling

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Wiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna