Jumat, 10 November 2017

Canned Food

Aku langsung berlari ke supermarket ketika mendengar kabar bahwa akan ada serangan nuklir. Pemerintah mengatakan bahwa penyakit mematikan sedang menyebar di tempat aku tinggal, sehingga mereka harus melenyapkan siapa saja yang terjangkit. Ketika aku sampai di toko, aku melihat bahwa hampir semua makanan kaleng sudah tidak ada, yang artinya, hampir semua sudah habis terjual. Aku meraih semua kaleng yang tersisa, berlari keluar menuju mobilku, dan menyadari bahwa ini masih belum cukup untuk membuatku bertahan hidup di tempat perlindunganku.



Pada saat seperti ini, aku kebingungan dengan apa yang harus kulakukan, serangan nuklir akan segera terjadi, aku melihat seorang wanita dan dua anak kecil sedang mengisi mobil van dengan makanan kaleng. Kupikir, itu cukup untuk persediaan makanan mereka selama setahun. Aku berlari menghampiri wanita itu dan bertanya apakah aku bisa mendapatkan beberapa makanan kalengnya. “Maaf, keluarga saya di rumah banyak, saya tidak bisa membantu Anda.” Kata wanita itu padaku.

Dengan rasa kecewa aku berjalan kembali ke mobil, aku menginjak sesuatu, aku menunduk untuk melihat bahwa aku menginjak sebuah obeng. Saat itulah aku mendapat ide. Aku membungkuk dan mengambilnya, dan melihat ke arah wanita itu, yang masih mengisi mobil van dengan makanan kaleng. Aku membutuhkan makanan itu. Jadi, aku menghampirinya lagi. “Sekali lagi maaf!” Kata wanita itu padaku. “Saya tidak bisa membantu An-” perkataannya terpotong ketika obeng ini kutusukkan ke dadanya.

“Maaf…” kataku selagi dia dengan perlahan mati. Anak-anaknya berlari, aku tidak tahu ke mana mereka pergi, dan aku tidak peduli. Aku menutup pintu bagasi di bagian belakang van, melompat masuk ke kursi pengemudi, dan melaju kembali ke rumahku. Di jalan, ada orang yang memohon padaku untuk membiarkan masuk ke dalam mobil. Bom nuklir akan segera diluncurkan, dan tidak ada tempat yang tersisa, jadi aku terus melaju. Ketika mereka mulai mencoba untuk memblokir, aku tidak punya pilihan. Aku tidak tahu berapa banyak orang yang kulindas.

Aku melompat keluar dari van setibanya di rumah, cairan berwarna merah tua melumuri beberapa bagian mobil van, dan aku mulai mebawa kaleng-kaleng itu ke tempat perlindungan. Ini membutuhkan waktu sekitar satu jam, jadi pada saat aku membawa semua kaleng ke tempat perlindungan, aku melihat banyak pesawat di langit. Aku berlari ke tempat perlindungan, dan setelah beberapa menit, aku mendengar suara ledakan yang sangat dahsyat. Kemudian suara itu lenyap. Butuh beberapa bulan sampai radiasinya hilang, jadi aku hanya bisa duduk. Aku mulai lapar, jadi aku mengambil sekaleng makanan. Saat itulah aku sadar bahwa aku meninggalkan pembuka kaleng di mobilku.

Original Author: Tully T.

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Index

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna