Kamis, 26 Oktober 2017

There’s Room For One More

Seorang wanita muda sedang melakukan perjalanan menuju kota, dalam perjalan dia dan teman-temannya menginap di rumah bangsawan tua. Kamarnya menghadap ke arah pintu depan. Itu adalah malam yang terang benderang, dan dia merasa kesulitan untuk tidur. Jam di luar pintu kamarnya menunjukkan bahwa sudah pukul 12 tengah malam, dia mendengar suara tapak kuda yang menginjak kerikil di luar sana, dan suara roda.

Dia bangun dan pergi ke jendela untuk melihat siapa yang datang di malam yang begitu larut. Sinar bulan sangat terang, dan dia melihat kereta kuda pengangkut jenazah melaju ke pintu. Namun, bukan peti mati yang ada di dalamnya; sebaliknya kereta kuda itu dipenuhi banyak orang. Sang kusir duduk di atas kotak: ketika kusir itu menghadap ke jendela dan menoleh. Wajah kusir itu membuat wanita muda itu ketakutan, dan dia mengucapkan kata dengan suara menyeramkan, “Masih ada satu ruang lagi.”

Dia menarik tirai untuk menutupi jendela, berlari kembali ke tempat tidurnya, dan menutupi kepalanya dengan selimut. Keesokan paginya dia tidak yakin bahwa itu hanyalah mimpi, atau apakah itu nyata bahwa dia bangun dari tempat tidurnya dan melihat kereta kuda pengangkut jenazah itu, tetapi dia senang bisa pergi ke kota dan meninggalkan rumah tua di belakangnya.

Dia berbelanja di pusat perbelanjaan besar yang memiliki lift di dalamnya — sesuatu yang terkini pada saat itu. Dia sedang berada di lantai paling atas, dan berjalan menuju lift untuk turun. Suasana di dalam lift cukup ramai, tetapi ketika dia hendak memasuki lift, petugas lift menoleh dan berkata, “Masih ada satu ruang lagi.”

Itu adalah wajah si kusir kereta kuda pengangkut jenazah. “Tidak, terima kasih,” kata gadis itu. “Aku akan turun ke bawah menggunakan tangga.” Dia berbalik, lalu alarm lift berdering, suasana menjadi panik dan orang-orang menjerit mengerikan, dan kemudian terdengar suara gedebuk yang keras. Lift jatuh dan setiap nyawa di dalamnya telah melayang.

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna