Minggu, 01 Oktober 2017

It Hurts a Bit

Aku tidak begitu ingat apa yang terjadi sebelum semua menjadi gelap. Kurasa sebelumnya aku berada di mobil? Semua yang kuingat hanya suara gaduh keras, lengking logam dan kemudian tak ada lagi suara. Aku tersadar di tempat dengan bunyi biip. Aku tak yakin di mana aku berada karena aku tidak bisa membuka mata. Lucu, kan? Aku bisa merasakan dengan pasti ada selimut di tubuhku dan ada suara biip-biip-biip di sampingku tetapi aku tidak bisa bergerak ataupun membuka mata.



Orang-orang datang untuk menyentuhku dan aku selalu mencoba untuk berbicara dengan mereka.

“Bisakah seseorang mengatakan apa yang terjadi dengan mataku? Aku tidak bisa membukanya.” Aku mencoba mengatakan itu tetapi pita suaraku tidak berfungsi, jadi kupikir aku harus menunggu. Tampaknya orang-orang di sini tahu apa yang mereka lakukan, mereka menyentuhku di tempat yang sama setiap waktu, terkadang menggunakan jari mereka, terkadang menggunakan benda-tajam-tak-bern­ama. Orang-orang ini tidak banyak berbicara. Mereka hanya datang, menyentuhku, menghela napas, kemudian pergi.

Hari ini seseorang membuka mataku dan mengarahkan lampu senter ke mataku. Rasanya sakit dan aku tidak bisa mengatakan pada mereka untuk berhenti. Kau tahu, jika kau tidak membuka matamu dalam waktu lama mereka akan mengangkat kelopak matamu? Aku tidak tahu. Coba sekarang. Itu tidak begitu sakit, hanya akan terasa normal ketika kelopak matamu tertutup kembali.

Seseorang menggenggam tanganku dan membacakan cerita. Cerita yang dibacakan sudah sampai bab 7 dari cerita Harry Potter and The Chamber Of Secrets. Aku ingin mengatakan bahwa aku telah membaca cerita itu, tetapi aku tidak bisa mengatakannya. Terkadang dia menggenggam tanganku dan hanya duduk denganku, jadi hanya ada aku, mereka dan suara biip-biip-biip. Kurasa itu ibuku.

Hari ini ibuku menangis. Aku ingin membuat dia bahagia dan bukannya sedih tetapi ada sesuatu yang salah dengan lenganku karena aku tidak bisa memeluknya. Aku harus memberi tahu kapan aku bisa.

Beberapa orang datang ke ruangan ini sementara ibuku masih menangis, mereka mengatakan “putri Anda harus pergi”, bahwa “putri Anda tidak boleh berlama-lama lagi di sini” tetapi aku tidak mau mengakui suara itu dan aku tidak ingin ibuku pergi. Aku takut. Ibuku menangis semakin keras, sambil berkata “Tidak, putriku pasti masih ada di sini.” Dan aku ingin menyahut “Tentu saja aku masih ada di sini, memang aku harus pergi ke mana?” dan mereka pun pergi.

Ibuku datang tak lama kemudian, dia masih mendengus. Dia duduk dan mulai menangis, dia menangis semakin keras sampai dia hampir berteriak. Kemudian dia memukulku, tepat di wajah. Aku tidak tahu apa yang salah denganku tetapi ibuku memukulku lagi dan lagi dan aku tidak bisa mengatakan maaf atau jangan menangis, aku hanya diam sampai orang-orang datang dan membawanya pergi. Dua orang tetap di sini dan mereka bergumam, aku tidak mengerti apa yang mereka katakan sampai aku menangkap kata “koma”.

Aku ingin berteriak, menggeleng, melompat dan menampar mulut lelaki itu.

Namun aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa mengatakan “berhenti” dan “tolonglah, aku masih ada di sini, aku bisa mendengar, tolong jangan melakukan ini.” Tidak terjadi apa pun. Aku hanya diam sementara mereka menusukku dengan benda-tajam-tanpa-na­ma yang pastinya itu adalah jarum. Suara biip-biip-biip itu berubah menjadi bunyi biip-biip dan aku merasa lelah. Aku ingin bertanya apa yang mereka lakukan. Apa mereka pikir ini akan membantu untuk memperlambat suara biip, tetapi aku tidak tahu.

Aku ingin berteriak di bagian atas paru-paruku tetapi aku tidak bergerak. Aku tidak ingin mati. Aku tidak ingin lenyap, aku ingin memeluk ibuku, mengatakan padanya bahwa semua baik-baik saja, dan mengatakan bahwa aku ada di sini dan aku baik-baik saja. Namun kurasa aku tidak akan mendapatkan kesempatan itu.

Biip.

Biip.

...

Penjelasan:
Si aku disuntik mati.

Original Author: Conbz

Translator: Firstya Girl

Source: Creepypasta Index

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna