Senin, 02 Oktober 2017

Instant Messaging

Semua dimulai pada malam keempat belas di bulan Maret, itu adalah malam ulang tahun pernikahan orang tuaku yang ke-20.



Saat itu adalah hari yang cerah. Aku terkejut karena kehangatan hari itu padahal musim semi belum tiba. Cuaca yang bagus dengan suasana – pernikahan yang bertahan selama dua puluh tahun tentu saja merupakan momen penting, jadi orang tuaku telah memesan meja di restoran Italia favorit kami.

Tentu saja, ini adalah acara resmi, jadi aku memutuskan untuk memakai pakaian terbaik yang aku punya. Sudah pukul 5:33 sore, aku sedang memasang dasi ketika ponselku berbunyi – aku menerima sebuah pesan. Kupikir, ini aneh, karena hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Aku memeriksa pesan yang kuterima: pesan itu dari ibuku. Terdapat cukup banyak angka dan huruf di pesan itu, tetapi dari kosakata yang terdapat di pesan itu, aku dapat melihat satu frase yang bisa dibaca: “Kumohon, tolong aku.” Membaca kata-kata itu cukup membuatku khawatir, aku langsung membalas, “Apakah ibu baik-baik saja?” Tak lama setelah itu, aku mendapat pesan lain yang terbaca, “Maaf. Salah kirim!” Aku menghela napas lega dan kembali mempersiapkan diri.

Beberapa menit kemudian, aku menerima pesan lagi, kali ini dari ayahku. Aku memeriksa pesan itu, sekali lagi pesan itu terdiri dari campuran huruf dan angka, dengan frase “Kumohon, tolong aku” yang tersembunyi di dalam pesan. Ini cukup menyeramkan bagiku, ayahku selalu membuat lelucon, jadi kupikir dia hanya bercanda, sampai aku menerima pesan lain yang mengatakan, “Maaf. Salah kirim!” Sekarang aku mulai panik. Setengah menit berlalu, dan aku menerima pesan lagi yang kini dikirim oleh saudariku. Mustahil bahwa ini hanya kebetulan. Tidak bisa dipercaya.

Dengan gelisah, aku berlari ke restoran. Aku berhasil mencapai seperempat jalan sebelum aku dihentikan oleh seorang petugas polisi. “Jalan utama sudah ditutup,” katanya, “Kecelakaan mobil baru saja terjadi.” Saat ini aku menyadari apa yang telah terjadi. Aku tidak diperbolehkan untuk melihat sisa-sisa dari kecelakaan, tak lama kemudian, entah kenapa aku diperbolehkan melihat sisa-sisa dari kecelakaan itu yang membuatku cukup terkejut. Sesampainya di sana, bukan sisa-sisa bangkai mobil yang menarik perhatianku, atau nyala api yang mengepul kendaraan yang hancur. Tidak. Aku merasa ngeri melihat mayat ibu, ayah dan adik perempuanku yang tak bernyawa. Aku menanyakan tentang perkiraan waktu kematian mereka – ketiganya tewas seketika akibat tabrakan yang terjadi pada pukul 5:32.

Semenit sebelum pesan pertama kuterima.

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna