Jumat, 29 September 2017

I Told You To Smile

Semua ini terjadi pada tanggal 2 Januari, pukul 2:04 pagi. Aku dibangunkan oleh suara ketukan di pintu. Sebuah ketukan terdengar setiap 3 detik. Aku memakai sandalku dan berjalan menuruni tangga. Ketika aku menuruni tangga, suara ketukan di pintu terdengar semakin cepat, seperti suara detak jantung. Ketika aku sampai di pintu, suara ketukan itu berhenti, aku membuka pintu dan melihat ke luar, tidak ada siapa pun di sana.



Aku kembali ke kamarku dan berbaring di tempat tidur, berpikir bahwa tadi itu hanya beberapa anak yang iseng. Pada pukul 4:21 pagi, aku terbangun karena mendengar pintu depan rumahku ditutup dengan keras. Aku mulai ketakutan. Aku melihat ke arah jendela dan melihat ada “tanda senyum” yang terlukis di kaca jendelaku. Aku segera mengambil ponsel yang berada di dekatku, bersiap untuk memanggil 911, tetapi aku malah menemukan sebuah pesan yang mengatakan, "Kuberi tahu kau untuk tersenyum". Aku menangis dan berlari keluar rumah.

Setelah aku berada di luar, aku segera mengetuk pintu rumah tetangga yang berada di seberang rumahku. Mereka membuka pintu dan memelukku sementara aku menangis terisak-isak. Mereka menelepon polisi. Tepat pukul 5:42, polisi mendatangi rumah tetanggaku setelah melakukan penyelidikan secara ekstensif di rumahku. Mereka mengatakan padaku bahwa mereka tidak menemukan bukti keberadaan orang lain di rumahku selain aku sendiri. Tanda senyum di kaca jendelaku telah hilang, begitu juga dengan pesan di ponselku. Mereka juga menyuruhku untuk tidur dan menyarankanku untuk menemui dokter tentang masalah stres dan kecemasan. Persetan. Aku tahu persis bahwa apa yang telah terjadi benar-benar nyata.

Menjelang malam, setelah menghabiskan waktu seharian di rumah tetangga, aku pulang ke rumah. Aku ke kamar dan memasang kamera. Aku sudah mengaturnya untuk merekam semua yang terjadi selagi aku tertidur. Syukurlah, aku bisa tidur dengan nyenyak sepanjang malam ini. Namun, ketika aku menonton rekaman itu, aku tidak bisa memercayai apa yang kulihat.

Pada pukul 3 pagi, sesuatu merangkak keluar dari bawah tempat tidurku. Makhluk itu adalah seorang pria yang sangat kurus dan telanjang. Dia berdiri dan menatapku di atas tempat tidur. Dia melakukan itu selama satu jam, tidak berpindah sedikit pun. Kemudian dia bergerak. Dia berjalan ke kamera sampai wajahnya terlihat di kamera. Dia sangat pucat dan memiliki urat yang menonjol di kepala. Matanya benar-benar hitam dengan senyum lebar. Dia menatap kamera selama dua jam, tidak berkedip, dan sesekali memutar kepalanya.

Setelah menatap kamera selama dua jam, dia melangkah kembali ke tempat tidurku dan merangkak ke bawah. Aku mempercepat video itu sampai aku melihat ketika aku bangun dan berjalan ke kamera. Video berakhir. Aku mematung karena ketakutan. Video ini memperlihatkan dia yang kembali ke bawah tempat tidur, bukan pergi. Apa pun itu, dia masih berada di sana.

Credit: Robert Cherry

Translator: Firstya Girl

Source: Creepypasta

1 komentar:

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna