Rabu, 09 Agustus 2017

The Expressionless


Pada bulan Juni di tahun 1972, seorang wanita dirawat di rumah sakit Cedar Senai. Wanita itu memakai gaun berwarna putih yang berlumuran darah.



Hal ini tidak terlalu mengherankan karena orang-orang sering mengalami kecelakaan di dekat rumah sakit tersebut dan pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis, tapi ada dua hal yang menyebabkan orang-orang yang melihatnya ingin muntah dan lari ketakutan.

Yang pertama adalah bahwa wanita itu tidak sepenuhnya mirip seperti manusia. Dia terlihat mirip seperti mannequin, tanpa alis dan make up.

Ada seekor anak kucing yang terjepit di rahangnya, hal mustahil pun terjadi, tidak ada gigi yang terlihat di rahangnya. Darah masih menetes dari gaunnya dan membasahi lantai. Kemudian, wanita itu melempar anak kucing tersebut dari mulutnya.

Wanita itu dibawa ke salah satu kamar dan darah ditubuhnya dibersihkan sebelum mereka memberinya obat penenang, wanita itu terdiam tanpa ekspresi dan tak bergerak sedikit pun. Para dokter berpikir bahwa cara terbaik adalah menahan wanita itu dan memberinya obat penenang sehingga dia tidak bisa protes. Mereka tidak mendapat respon apa pun darinya dan sebagian besar dari mereka merasa sangat tidak nyaman untuk melihat ke arah wanita itu selama lebih dari beberapa detik.

Kedua staff mencoba untuk memberinya obat penenang, tapi wanita itu melawan dengan kekuatan yang ekstrem. Dua anggota staff harus mengeluarkan tenaga yang kuat untuk menahan tubuh wanita itu agar dia terus berbaring selagi dia berusaha untuk bangun dari tempat tidur, dengan ekspresi yang hampa.

Dia menatap seorang dokter pria dan sesuatu yang mengejutkan terjadi. Dia tersenyum.

Ketika dia tersenyum, dokter wanita menjerit karena terkejut dengan hal tersebut. Gigi di mulut wanita itu bukanlah gigi manusia, gigi wanita itu memiliki ukuran yang panjang dan tajam. Ukuran giginya yang terlalu panjang pasti menyebabkan kerusakan pada mulutnya…

Dokter pria membalas tatapan wanita itu selama beberapa saat sebelum dokter itu bertanya "Gerangan apa kau ini?"

Wanita itu menundukkan kepalanya dan masih menatap dokter pria itu, dia masih tersenyum.

Ada jeda yang panjang, keamanan telah disiagakan dan suara langkah kaki mulai terdengar di lorong.

Ketika dokter pria itu mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat, wanita itu menggigit tenggorokan dokter pria, yang mengakibatkan lehernya robek. Dokter itu terjatuh ke lantai, sambil terengah-engah dan tersedak darahnya sendiri.

Wanita itu mulai berdiri, dan wajahnya menjadi semakin terlihat menyeramkan selagi tanda-tanda kehidupan mulai pudar dari mata dokter itu.

Dia mendekat dan berbisik di telinga dokter yang terbaring di lantai.

"Aku... adalah... Tuhan..."

Wanita itu dengan tenang berjalan untuk menyambut para petugas keamanan. Itu adalah pemandangan terakhir yang disaksikan dokter pria sebelum mereka tewas satu per satu.

Dokter perempuan yang selamat menamai insiden ini "The Expressionless".

Sejak saat itu, wanita aneh tersebut tidak pernah terlihat lagi.



Written by Ivysir
Content is available under CC BY-SA

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Wiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna