Minggu, 13 Agustus 2017

Robert the Doll


Pada tahun 1800-an, Thomas Otto beserta keluarganya pindah ke sebuah rumah yang berada di sudut jalan Eaton dan Simonton di Key West, Florida yang sekarang dikenal sebagai Rumah Seniman. Keluarga Otto dikenal tegas dengan para pembantu mereka, bahkan terkadang mereka memperlakukan para pembantunya dengan kasar. Termasuk salah satu pembantu mereka yang berasal dari Haiti, yang menjadi pemicu munculnya kisah ini.



Wanita ini dipekerjakan untuk mengurus anak mereka, yang bernama Robert. Pada suatu hari, Nyonya Otto melihat wanita ini sedang berlatih ilmu hitam di halaman belakang rumah mereka, dia memecatnya.

Sebelum pergi, wanita itu memberikan Robert sebuah boneka setinggi 3 kaki, yang bermatakan kancing, rambut manusia (yang diyakini adalah rambut Robert), dan tubuh boneka ini berisi jerami.

Boneka yang menyerupai anak-anak cukup asing di telinga kita selama ini, tetapi yang satu ini spesial. Robert menamai boneka ini dengan namanya sendiri dan sering kali dia memakaikan bajunya ke boneka ini. Robert selalu membawa bonekanya ke mana pun. Dia membawa boneka ini dalam perjalanan berbelanja ke kota. Boneka tersebut mempunyai tempat duduk sendiri di bawah meja makan di mana Robert akan menyelinap memberinya makanan ketika orang tuanya tidak menyadari. Bahkan Robert akan membawa boneka tersebut ke tempat tidurnya untuk tidur bersama. Dengan segera, persahabatan ini menjadi semakin aneh.

Segera setelah itu, Robert memilih untuk dipanggil dengan nama tengahnya, Gene, setelah dimarahi oleh ibunya. Dia mengatakan pada ibunya bahwa Robert adalah nama boneka miliknya, bukan namanya. Gene sering kali terdengar di kamarnya sedang berbicara dengan Robert. Gene akan mengatakan sesuatu dengan cara kekanak-kanakan dan respons dengan suara yang jauh lebih rendah akan terdengar. Terkadang Gene akan merasa sangat gelisah, dia mengkhawatirkan para pembantu dan juga ibunya. Terkadang sang ibu menyelinap ke kamar anaknya dan menemukan Gene sedang meringkuk di sudut kamar sementara Robert duduk di kursi atau di tempat tidur dengan pandangan yang menatap Gene. Ini baru permulaan.

Benda di rumah akan ditemukan berserakan seolah-olah benda tersebut telah dilempar ke ruangan lain, banyak mainan milik Gene yang terpotong, dan terkadang tawa kecil bisa didengar. Setiap kali tindakan aneh ini terjadi, Gene selalu mengatakan, "Robertlah yang melakukannya!" Bagaimanapun juga, Gene yang mendapatkan hukuman tetapi dia selalu bersikeras menyalahkan Robert. Ketika hal aneh ini semakin sering terjadi, lagi dan lagi para pembantu memilih untuk berhenti bekerja, tetapi mereka dengan segera langsung mempekerjakan pembantu baru. Kerabat Otto merasa bahwa sudah waktunya untuk melakukan sesuatu. Salah satu bibi merekomendasikan ide yang cukup cemerlang, orang tua Gene menyingkirkan Robert dari anaknya dan menempatkan boneka tersebut di sebuah kotak yang berada di loteng. Di sanalah Robert tinggal selama bertahun-tahun.

Setelah ayahnya meninggal, Gene mendapatkan hak waris berupa rumah masa kecilnya. Dia memutuskan untuk tinggal di rumah antik itu bersama istrinya. Gene sudah menjadi seorang seniman, rumah itu terasa cukup luas dan ini memberinya cukup ruang untuk melukis. Dia pergi ke loteng dan membersihkan mainan masa kecilnya. Dia menjadi kembali dekat dengan bonekanya meskipun istrinya tidak senang dengan hal ini. Gene akan membawa boneka itu bersamanya ke mana pun mereka pergi. Boneka itu bahkan duduk di kursi kesayangannya sementara Gene dan istrinya tertidur pulas. Ruang Turet menjadi tempat tinggal Robert setelah istrinya memindahkan Robert kembali ke loteng. Rumah tangga mereka perlahan menjadi tidak harmonis sampai Nyonya Otto diduga menjadi gila dan meninggal, penyebab kematiannya tidak diketahui. Gene pun segera menyusulnya ke alam sana.

Diduga Robert sering kali menyerang orang lain, terkadang dia mengunci orang di loteng. Orang-orang yang mampir ke rumah itu mengklaim mendengar tawa jahat yang berasal dari Ruang Turet. Selama beberapa waktu, Robert tinggal di rumah kosong itu sendirian sampai keluarga baru membeli rumah itu dan melakukan renovasi. Sekali lagi, boneka itu dipindahkan ke loteng. Kali ini suasana terasa lebih aneh dibandingkan sebelumnya. Boneka itu sering kali ditemukan di berbagai tempat di rumah itu. Pada suatu malam, Robert ditemukan berada di kaki tempat tidur pemiliknya sambil tertawa kecil dengan sebilah pisau dapur di tangannya. Kejadian ini membuat mereka pergi dari rumah itu.

Robert kemudian dipindahkan ke Museum Martello Timur di Key West, di mana dia duduk di dalam sebuah kotak kaca. Meskipun dia berada di sana, boneka itu masih belum menyerah untuk melakukan hal-hal yang mengganggu. Para pengunjung dan pekerja mengklaim bahwa mereka sering melihat boneka tersebut bergerak. Senyuman boneka itu telah berubah menjadi raut muka suram. Pada suatu malam, seorang karyawan membersihkan Robert, mematikan semua lampu dan meninggalkan museum itu.

Keesokan harinya, ketika dia kembali ke museum itu, dia mendapati bahwa semua lampu menyala, kali ini posisi duduk Robert berbeda dari yang sebelumnya dan dia melihat bahwa banyak lapisan debu di sepatu Robert. Bahkan, beberapa orang mengatakan bahwa Robert bisa mengutukmu. Jika kau ingin memotretnya, maka kau harus meminta izin dengan sopan. Robert akan memiringkan kepalanya jika dia mengizinkan. Namun, jika dia tidak memberi respons dan kau tetap bersikeras untuk memotretnya, maka sebuah kutukan akan menimpamu dan semua orang yang pergi bersamamu ke museum itu. Hal yang sama akan terjadi jika kau membuat lelucon tentang dirinya.



Sampai hari ini, Robert masih berada di Museum Martello Timur dengan setelan pelautnya sambil memegang boneka singa miliknya, dan masih melakukan hal-hal aneh.

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Wiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna