Senin, 07 Agustus 2017

Numb

Seorang lelaki memasuki ruangan yang gelap. Dia mematung, dia tidak bisa merasakan jari-jari kakinya. Dia tidak bisa bergerak. Rasanya seperti ada sesuatu yang memegangi kakinya.



“Ap-? Apa yang terjadi?” katanya dalam hati, sambil berusaha untuk melawan apa pun yang sedang memegangi kakinya. Dia merasa pusing dan kepalanya terasa berdenyut. Tiba-tiba dia mendengar suara pukulan yang cukup keras. Suara pukulan itu menggema di seluruh ruangan. Suara itu terdengar seperti langkah kaki! Ada seseorang yang datang!

“Tolong!”

“Tolong aku, kumohon!”

“Aku tidak bisa bergerak... di mana aku?”

Namun dia tidak bisa berbalik karena masih diam di tempat. Tempat itu gelap dan dia melihat ada bayangan yang bergerak ke arahnya. Tiba-tiba muncul cahaya yang menerangi seluruh ruangan. Dia menunduk... dan menyadari bahwa kakinya hilang. Kemudian dia berteriak sehingga membuat pantulan suara yang menggema di seluruh ruangan.

Entah kenapa kakinya hilang... Begitu juga dengan lututnya. Dia hendak mencoba untuk menyentuh lututnya yang hilang tetapi kedua tangannya juga hilang. “Tanganku, di mana tanganku?!” Lalu, dia menangis dengan keras.

"Oh tenanglah, ini hampir selesai" dia mendengar suara seorang gadis. Dia melihat seorang gadis kecil berdiri di hadapannya, bibir gadis itu sedikit tersenyum. Rasa sakit di tubuhnya mulai terasa ketika gadis itu menyayat kulitnya lagi dan lagi. Gadis itu menatap mata lelaki itu sementara tetesan darah lelaki itu menetes dari tubuh tak bernyawanya ke ember di bawah. Seorang pria datang sambil bertepuk tangan.

“Bagus, kerja bagus sayang” kata pria itu melihat apa yang telah dilakukan oleh gadis tersebut. Pria itu membantunya membersihkan ruangan dan membuang mayat lelaki itu ke dalam ruangan tersembunyi di dalam lantai. Pria itu menaiki tangga dengan membawa ember yang berisi darah. “Apakah aku bisa membuat sup kali ini ayah?” Tanya gadis itu selagi si gadis berjalan di belakang pria itu menuju dapur toko makanan.



Written by HeresToTheNight

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Wiki

1 komentar:

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna