Senin, 07 Agustus 2017

Jen Nuet Anak

Cerita ini terjadi beberapa tahun yang lalu saat aku baru saja pindah ke rumah yang sekarang kutempati.



Semua orang berkata bahwa rumah yang berada di samping rumahku ini terkenal angker dan dihuni oleh sesosok hantu yang mereka sebut "Jen Nuet Anak" yang artinya hantu pengambil anak. Disebut seperti itu karena setiap orang yang tinggal di rumah itu pasti akan keguguran. Namun aku tidak terlalu perduli karena jika tidak mengusiknya kita juga tak akan diusiknya, kan? Baiklah, aku akan mulai menceritakannya. Malam itu aku terbangun oleh teriakan anak perempuanku di kamarnya, aku dan suamiku bergegas ke sana, dia berteriak histeris saat kami sampai. Saat anakku mulai tenang kami bertanya apa yang terjadi, dia hanya menjawab "Ada yang menggaruk tembok dan wanita itu muncul" ucap anakku. Aku bingung apakah aku harus percaya atau tidak karena anakku sudah kelas 1 smp, untuk apa dia menangis sehisteris itu.

Sejak malam itu, keluarga kami jadi sering mendengar suara aneh, rumah yang lama dibiarkan kosong yang kebetulan berbagi dinding dengan rumahku, jadi apa pun terdengar jelas, suara pecahan barang-barang, tangisan... orang menyapu... dan tetesan air... ini membuat anakku hampir gila karena ketakutannya. Suatu pagi aku pergi ke halaman belakang untuk mengambil pucuk jipang (Pucuk muda dari tanaman labu siam), dan aku melihat seorang wanita yang keluar dari rumah kosong itu "Ah penghuni baru" pikirku, aku pun mengikutinya yang berjalan menjauh ke arah hutan, aku mengikutinya berpikir untuk menyapanya. Barang kali kami bisa jadi tetangga yang akrab. Semakin lama kami berjalan semakin jauh ke arah hutan hingga aku bahkan tak ingat jalan pulang. "Bagaimana ini... Apakah dia tahu jalan pulang?" gumamku dalam hati menyemangati diriku, tiba-tiba dia berhenti di sebuah gundukan tanah yang terlihat seperti makam, lalu dia duduk di batu besar di sebelah makam itu.

Wanita itu menggunakan gaun cokelat yang panjangnya selutut dan rambut pendek sebahu, kulitnya pucat hampir seperti mayat. Aku sempat berpikir bahwa dia adalah hantu, tetapi dia punya kaki. Tiba-tiba dia menatap tajam ke arahku dengan bergumam tidak jelas.

"Ya tuhan, dia mulai tertawa terbahak-bahak," pikirku untuk segera pergi meninggalkan tempat ini. Aku berbalik dan mulai mengikuti jalan yang aku tapaki sebelumnya, walaupun aku kurang yakin. Berkali-kali aku berusaha mengingat jalan pulang... tetapi ini terlalu jauh dari rumahku.

Aku terus berlari mengikuti instingku dengan wanita itu yang masih mengikutiku hingga akhirnya aku bisa sampai di belakang rumahku. Wajahku pucat dengan tubuh gemetaran dan keringat dingin yang terus mengucur keluar, nafasku tak beraturan, aku sangat merasa takut. Wanita itu tak pernah terlihat lagi belakangan ini.

Setelah beberapa bulan kemudian, dia terkadang muncul di jendela rumah kosong itu.

Credited to KyucacakeGy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna