Senin, 24 Juli 2017

Wristbands

Ketika kau dirawat di rumah sakit, mereka akan memakaikan gelang berwarna putih yang bertuliskan namamu dan gelang itu akan dipakaikan di pergelangan tanganmu. Tapi ada gelang dengan warna yang berbeda. Gelang itu berwarna merah dan gelang merah ini akan dipakaikan di pergelangan tangan pasien yang sudah meninggal.


Ada seorang dokter bedah yang bekerja pada waktu malam di suatu rumah sakit. Dia baru saja menyelesaikan operasi dan sedang pergi menuju ruang bawah tanah. Dia memasuki lift, bersama satu orang lainnya yang sudah berada di dalam sana. Dia pun memutuskan untuk mengobrol dengan wanita di dekatnya selagi lift bergerak turun. Ketika pintu lift terbuka, ada seorang wanita lain yang hendak masuk, sang dokter dengan cepat menekan tombol penutup pintu lift, dan menekan tombol menuju lantai paling atas. Tindakan dokter itu membuat wanita itu terkejut sehingga dia menegur sang dokter karena telah bersikap kasar, dan bertanya mengapa dia tidak membiarkan wanita tadi masuk.

Dokter pun berkata, "Dia adalah wanita yang baru saja aku operasi. Dia meninggal selagi aku melakukan operasi. Tidakkah kau melihat gelang merah yang dia pakai?"

Wanita itu tersenyum, lalu dia mengangkat lengannya, dan berkata, "Maksudmu dia memakai gelang seperti ini?"

Setelah Akhir Itu

Bau darah yang mengering sudah mulai tercium di udara. Dokter itu membeku, akibat dari rasa takut yang dia rasakan. Dia bisa merasakan keringat perlahan mengalir di wajahnya. Dia berusaha untuk membuka pintu lift, tapi lampu di dalam lift mati. Satu-satunya yang bisa dia lihat adalah gelang merah dan mata merah pasien itu yang cukup terang. Tiba-tiba terdengar bunyi suara gertakan, dan lift mulai terjun bebas. Di antara pintu lift itu, kau pun bisa melihat kilatan cahaya setiap kali lift turun melewati setiap lantai. Setiap cahaya yang bersinar tentu menyorot ke arah pasien itu.

Pasien wanita itu sudah tidak lagi mengenakan pakaian. Pasien itu bahkan bukan dirinya lagi. Itu adalah sosok bayangan. Tubuh sosok itu mulai retak dan mengeluarkan bunyi derik ketika dia bergerak menuju dokter itu. Dia benar-benar terjebak di sudut lift. Tidak ada cara untuk melarikan diri, tidak ada seorangpun yang bisa mendengar suara teriakannya. Sosok itu semakin dekat dengan dirinya setiap kali kilatan cahaya menyinarinya. Dokter itu mengalihkan pandangannya dan tidak berani melihat ke belakangnya. Tapi pada saat terakhir, lift tiba-tiba berhenti. Lampu di dalam lift masih mati, tapi dia bisa MERASAKAN nafas sosok bayangan itu pada dirinya.

Dia perlahan menoleh, dan segera setelah itu matanya bertatapan dengan mata merah yang hampa dari sosok itu, dia pun pingsan.

Ketika dia terbangun dengan rasa pusing yang dia rasakan, dia mendapati dirinya sedang berbaring di ranjang rumah sakit dan sedang memakai pakaian berwarna biru. Dia melihat ke sekeliling dengan panik. Bertanya-tanya mengapa dia berada di atas tempat tidur? Bagaimana caranya dia bisa keluar dari lift itu? Seorang perawat sedang menuliskan beberapa catatan di kertas yang berada di atas clipboard. Perawat wanita itu menaikkan kepalanya dan menyadari bahwa dia sudah siuman.

"Oh, kau sudah sadar! Bagus." Dia hampir tidak bisa berbicara. Dengan sekuat tenaga, dia terus berusaha untuk mengeluarkan suaranya, "Apa yang terjadi?" Perawat itu menarik beberapa lembaran kertas dari sebuah map dan membacakan apa yang tertulis di sana "Baiklah, beberapa pekerja menemukanmu tak sadarkan diri di dalam lift. Tidak ada cedera parah, hanya luka ringan. Kau akan baik-baik saja, jangan khawatir." Dokter itu menghela nafas lega. Itu semua hanyalah mimpi. Tidak ada yang terjadi sama sekali.

Perawat itu menempatkan kembali kertas-kertas itu ke dalam map, tapi segera setelah itu segalanya berhenti ketika perawat itu menatapnya. Mata perawat itu melotot keluar dari rongga matanya, perawat itu perlahan melangkah mundur dari ruangan. Dia berlari keluar menyusuri lorong, dan membanting pintu di belakangnya.

Dia mengalami kelumpuhan lagi. Mengapa dia bertingkah laku seperti itu? Apa yang sedang terjadi? Dia melihat ke sekeliling, dia melihat ke sekujur tubuhnya, kakinya, dan tangan kanannya. Kemudian kedua matanya terkunci ke arah pergelangan tangannya. Di sana terdapat.

Sebuah gelang merah.



Original author unknown

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Wiki