Sabtu, 29 Juli 2017

The Alice Killings


Kasus "The Alice Killings" masih tetap menjadi salah satu pembunuhan berantai yang aneh dan belum terpecahkan di Jepang hingga saat ini. Pada tahun 1999–2005, serangkaian lima pembunuhan ini terjadi. Pembunuhan kelima orang ini mungkin benar-benar berbeda, tetapi sang pembunuh selalu meninggalkan "kartu" di setiap tempat kejadian. Dia akan meninggalkan sebuah kartu remi (kartu yang ditinggalkan berbeda-beda di setiap tempat di mana pembunuhan berlangsung), dan di kartu itu tertulis kata "Alice" yang diletakkan di dalam darah korban.

Sangat sedikit petunjuk yang ditemukan di setiap tempat kejadian, dan akhirnya, kasus ini berlalu dengan dingin. Berikut adalah rincian dari setiap pembunuhan.

Sasaki Megumi

Korban pertama adalah pemilik sebuah restoran yang berusia dua puluh sembilan tahun, dia bernama Sasaki Megumi. Mereka yang mengenalnya menggambarkan dirinya sebagai seorang wanita yang keras kepala dengan kesabaran rendah dan lidah tajam ketika berhadapan dengan pegawainya. Pelanggannya mengenal Megumi sebagai seorang pekerja keras, dia juga dikenal dengan masakannya yang lezat. Di luar pekerjaannya, Megumi sangat sosial, dan sering pergi ke pesta.

Setelah pesta selesai. Dia memutuskan untuk berjalan pulang dari rumah temannya, karena dia terlalu mabuk untuk mengemudi. Beberapa orang menawarkan tumpangan untuk mengantarnya pulang, tetapi dia menolak. Dia meninggalkan pesta di pagi hari, dan di pagi itulah terakhir kalinya dia terlihat masih hidup.

Keesokan paginya, sepasang suami istri berjalan di hutan yang berjarak sekitar satu mil dari rumah Megumi. Mereka melihat banyak darah yang berceceran di sepanjang jalan yang tidak terpakai. Karena penasaran, mereka memutuskan untuk mengikutinya, hingga mereka menemukan mayat Megumi. Di tubuhnya terdapat banyak luka tusukan seolah-olah dia telah tertusuk ranting-ranting pohon. Pasangan itu menelepon polisi.

Setelah penyelidikan, polisi menemukan sebuah kartu remi, yang dimasukkan ke dalam mulut Megumi. Kartu itu adalah Jack of Spades, yang terdapat kata "Alice" di bagian atasnya. Tidak ada sidik jari atau DNA apa pun yang ditemukan. Di tempat kejadian juga ada muntah, tetapi wanita dari pasangan itu mengaku bahwa itu adalah muntahnya sendiri.

Yamane Akio

Yamane Akio adalah seorang vokalis di sebuah band yang bermain di beberapa bar dan komunitas. Teman-temannya menggambarkan dirinya sebagai pria yang baik hati dan dia tidak pernah menaikkan suaranya di luar panggung. Setelah kematiannya, band tersebut berantakan, karena tidak pernah mendapatkan vokalis baru.

Akio diculik di apartemennya pada tanggal 11 Februari 2001. Teman-teman bandnya adalah orang terakhir yang melihat dia masih hidup, karena mereka berlatih dengannya pada hari sebelumnya. Malam itu, kekasihnya datang mengunjunginya, dan dia terkejut karena tidak ada siapa pun di rumah Akio. Dalam hitungan hari, laporan orang hilang diajukan, dan pencarian Akio dimulai.

Di rekaman keamanan apartemennya, terlihat sosok bertudung masuk melalui pintu samping, dan pergi meninggalkan apartemen dengan kantong sampah besar yang mencurigakan. Sosok aneh itu tidak diketahui, dan tidak ada seorang pun yang melihat orang aneh ini. Orang ini diduga adalah sang pembunuh, sayangnya, wajah orang itu tidak pernah diketahui.

Minggu berikutnya, "Yoshida" (pemilik bar di mana band Akio sering tampil) sedang bersiap untuk membuka barnya, dan dia melihat pemandangan mengerikan. Dia menemukan mayat Akio di atas meja barnya. Pita suaranya telah dicabut dari tenggorokannya, dan dia telah ditembak di kepala. Terdapat kartu "Alice," yaitu King of Diamonds, dan kartu itu ditemukan tergenggam di tangannya, dengan pita suara yang hancur.

Kai Sakura

Seorang gadis remaja yang bernama Kai Sakura memiliki kehidupan yang sempurna. Dia adalah seorang gadis manis, dan disayangi oleh teman-teman sekelas dan kerabatnya. Dia berniat untuk pergi ke perguruan tinggi untuk menjadi perancang busana, dan seminggu ketika hari kelulusan dia diculik.

Keluarga Sakura panik dan berusaha untuk menemukannya, dan seluruh penduduk kota terkejut atas kasus hilangnya gadis itu. Mayat Sakura ditemukan dua hari kemudian, dalam keadaan terkubur. Seolah-olah tampak bahwa sang pembunuh tidak ingin mayat Sakura disembunyikan, dia telah menandai makam Sakura dengan kartu remi "Alice", yaitu the queen of clubs. Kartu tersebut telah ditempelkan di atas makamnya.

Tubuh Sakura telah dimutilasi dengan mengerikan. Matanya dicungkil, kulitnya terdapat banyak luka sayatan, dan mulutnya dirobek. Sebuah mahkota telah dijahit ke kepalanya. Tidak ada kejahatan seksual yang ditemukan.

Di sekitar mayat Sakura terdapat secarik catatan, yang ditulis dengan tulisan tangan. Hanya beberapa kata yang bisa terbaca. "Kematian adalah mimpi yang terdistorsi." "Dia akan berkuasa selamanya." "Ha! Ha! Mereka yang tewas adalah orang-orang yang beruntung." itu adalah beberapa ungkapan yang bisa terbaca. Tidak ada tulisan tangan yang mirip seperti tulisan tangan di catatan itu baik di perlombaan atau di mana pun.

Oshiro Hayato dan Hina

Mereka berdua adalah korban terakhir dari pembunuhan "The Alice Killings", dan yang paling mengerikan. Hayato dan Hina adalah adik-beradik, dan sangat dekat. Hina adalah kakak perempuan, dan sangat keras kepala. Adiknya yang bernama Hayato, sangat cerdas, dan telah melompati kelas, sehingga dia berada di kelas yang sama seperti kakak tercintanya. Mereka berdua jarang berkelahi, berbeda dengan kebanyakan adik-beradik lainnya.

Keduanya ditemukan tewas di tempat tidur mereka pada tanggal 4 April 2005. Penyebab dari kematian mereka adalah suntik mati. Jendela kamar tidur anak-anak itu terbuka, dan ini menyimpulkan bahwa pembunuh menyelinap dengan hati-hati untuk membunuh keduanya tanpa membangunkan mereka, kemudian pembunuh itu menyelinap kembali keluar. Setiap pembunuhan yang dilakukan pasti meninggalkan kartu remi, dan kartu terakhir yang ditemukan adalah Ace of Hearts, yang bila disatukan membentuk kata "Alice."

Selain itu jejak yang kotor ditemukan di karpet mereka, tetapi pemeriksaan lebih lanjut mustahil karena bekas jejak itu sudah mulai pudar. Itu adalah satu-satunya bukti selain kartu remi sebelum sang pembunuh pergi dari tempat kejadian.

Setahun kemudian, ibu Hayato dan Hina melakukan aksi bunuh diri karena kesedihan yang mendalam. Sang ayah yang masih hidup sampai hari ini, masih merasa sedih atas kematian seluruh anggota keluarganya. Pada saat ini, dia sangat tertekan, dan sangat bergantung dengan obat-obatan.

Akhir dari pembunuhan

Tak lama setelah kematian Oshiro bersaudara, seorang pria bernama Suzuki Yuuto ditangkap atas tuduhan pembunuhan. Dia adalah seorang gelandangan dengan gangguan mental, yang mengaku "tidak ingat" di mana dia berada pada saat salah satu pembunuhan terjadi. Tuduhan yang paling memberatkan dirinya atas semuanya adalah dia mengenakan mantel yang dulunya milik Yamane Akio. Dengan sedikit noda darah di lengan yang diuji positif adalah darah Akio. Yuuto kemudian mengoceh dan mengklaim bahwa "pria iblis hitam tanpa wajah" yang telah memberinya mantel tersebut.

Yuuto akhirnya dibebaskan ketika pihak rumah penampungan tuna wisma mengklaim bahwa Yuuto berada di tempat mereka pada malam pembunuhan Sakura. Karena tidak mungkin baginya untuk sampai ke tempat di mana Sakura diculik dan kembali ke rumah penampungan tanpa diketahui.

Pada tanggal 30 April 2008, produser yang dikenal sebagai Yugami-P mengunggah lagu pertamanya ke nicovideo, yang berjudul Hitobashira Arisu (yang kira-kira apabila diterjemahkan sebagai "Alice Pengorbanan Manusia"). Lagu ini diyakini didasarkan dari Pembunuhan Alice. Video ini menceritakan tentang mimpi kecil yang memikat orang ke dalam dunianya, dan kemudian dilanjutkan dengan menceritakan kisah masing-masing "Alice."

Lagu ini memiliki beberapa kesamaan dengan masing-masing pembunuhan:

Alice pertama (digambarkan sebagai MEIKO) yang terjebak di hutan, tempat di mana mayat Megumi ditemukan.

Alice kedua (digambarkan sebagai KAITO) seorang penyanyi yang "ditembak oleh pria gila."

Alice ketiga (digambarkan sebagai Hatsune Miku) yang dicintai, menjadi ratu negara, dan diambil alih oleh "mimpi yang menyimpang."

Alice keempat (digambarkan sebagai Kagamine Rin/Len) sepasang anak kembar yang dianggap sebagai salah satu "Alice." Mereka digambarkan sebagai kakak yang "keras kepala" dan adik yang "cerdas". Adegan ini juga menceritakan tentang diri mereka "sebelum terbangun dari dunia mimpi," mungkin referensi ini adalah gambaran dari kematian mereka. Selain itu, di setiap kartu juga ditemukan dengan masing-masing mayat korban. Yugami-P belum menyatakan secara pasti apakah lagu ini terkait dengan Pembunuhan Alice, tetapi secara luas ini hanyalah asumsi.

Perlu dicatat bahwa video yang disediakan di website ini bukan video asli, dan dipilih hanya karena subtitlenya. Video asli sangat tidak pasti, hanya menampilkan gambar yang kabur dari vokalis yang menyuarakan setiap bagian. Karena popularitas lagu, ini telah melahirkan beberapa video fan-made, dan ini adalah contoh dari salah satu dari fan-made tersebut. Video ini bisa ditonton secara gratis tanpa membayar melalui cara apa pun.

Video




Written by BigMouth12349
Content is available under CC BY-SA

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Wiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, dimohon untuk tidak melucu karena ini bukan tempatnya. Jikalau terdapat kata-kata yang tidak tepat dalam penulisan/terjemahan silakan kirim kata pengganti untuk menyempurnakan cerita.

Berikan rating dengan cara berkomentar:

0/10 = Jelek
10/10 = Sempurna