Rabu, 12 Juli 2017

Lavender Town Syndrome

Lavender Town seperti yang terlihat di Red and Green.

Lavender Town Syndrome (yang juga dikenal sebagai "Lavender Town Tone" atau "Lavender Town Suicides") adalah penyakit dan peristiwa bunuh diri anak-anak yang berusia sekitar 7-12 tahun sesaat setelah dirilisnya Pokémon Red & Green di Jepang pada tanggal 27 Februari 1996.





Rumor mengatakan bahwa bunuh diri dan penyakit itu hanya terjadi setelah anak-anak yang memainkan permainan itu sampai di Lavender Town, tema musiknya memiliki frekuensi nada yang sangat tinggi, penelitian menunjukkan bahwa hanya anak-anak dan remaja yang bisa mendengarnya, karena telinga mereka lebih sensitif.

Menurut dugaan, nada itu menyebabkan setidaknya dua ratus anak melakukan aksi bunuh diri, banyak lagi penyakit dan derita yang ditimbulkan. Anak-anak yang bunuh diri biasanya melakukannya dengan cara menggantung diri atau melompat dari ketinggian. Mereka yang tidak begitu terpengaruh hanya mengeluh sakit kepala yang parah setelah mendengarkan tema musik Lavender Town.

Meskipun nada Lavender Town sekarang terdengar berbeda, namun histeria ini masih terjadi akibat rilisan pertama permainan Pokémon ini. Setelah insiden Lavender Tone, para programmer telah menetapkan tema musik Lavender Town di frekuensi yang lebih rendah, dan sejak itu anak-anak tidak lagi terpengaruh.

Satu video muncul pada tahun 2010 dengan menggunakan "software khusus" untuk menganalisis audio dari musik Lavender Town. Saat dimainkan, software ini menciptakan gambar dari spesies pokemon Unown di dekat akhir nada. Kemudian ini menjadi kontroversi, karena Unown tidak muncul sampai Generasi kedua: Silver, Gold, dan Crystal. Unown diterjemahkan untuk "PERGILAH SEKARANG".

Kata itu juga terdapat di Versi Beta dari Lavender Town.

Dikatakan bahwa Versi Beta dari Pocket Monsters dirilis untuk beberapa anak guna menguji permainan itu. Ini adalah video dari Versi Beta dari Lavender Town:


Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Wiki