Kamis, 29 Juni 2017

Mori Hikiko


Mori Hikiko adalah urban legend Jepang tentang hantu seorang gadis, yang semasa hidupnya selalu menderita. Sekarang, roh Hikiko bergentayangan dan dipenuhi dendam.



Menurut cerita, Mori Hikiko adalah seorang gadis berwajah jelek dengan rambut menutupi wajah, kulitnya berwarna pucat dan tubuhnya kurus kering. Mori Hikiko selalu disiksa orang tua dan dibully oleh teman sekelasnya, itu adalah kenapa dia menghadiri kelas dengan luka memar di wajah dan tubuhnya. Teman-temannya menjauhi dan mengejek dia. Gurunya tidak menganggap ini sebagai masalah yang serius, dan hanya mengabaikan.

Dia selalu sendirian di mana pun dia berada. Pada suatu sore Hikiko menemukan seekor anak kucing liar di sekitar sekolah. Dia merawat kucing itu sebagai hewan peliharaannya, dia merasa senang setelah bertahun-tahun kesepian, akhirnya dia memiliki teman.

Dia menyadari bahwa orang tuanya tidak akan mengizinkan untuk memelihara hewan, kemudian dia mengambil sebuah kotak kardus untuk dijadikan sebagai rumah dan mencari makanan untuk hewan peliharaannya itu. Kemudian, dia menyembunyikan kotak itu di suatu tempat di sekitar sekolah.

Tidak ada yang memerhatikan, tetapi perubahan mulai sedikit terlihat. Dia tampak begitu riang.

Dua anak laki-laki yang sekelas merasa bingung dan bertanya-tanya apa yang terjadi dengan gadis itu, padahal dia biasanya sangat pemalu dan selalu terdiam dalam ejekan teman-teman sekelasnya.

Mereka memutuskan untuk mengikutinya pada suatu sore sepulang sekolah. Ketika Mori Hikiko bertemu kembali dengan anak kucing yang dia pelihara, dia membawakan makanan dan bermain dengan anak kucing itu. Mereka berdua sepakat untuk melakukan sesuatu sesuai rencana jahat.

Keesokan harinya, Mori Hikiko dengan suasana hati senang pergi ke tempat di mana dia menyembunyikan hewan peliharaannya, sesampainya di sana dia tidak melihat anak kucing itu. Mori Hikiko menjadi putus asa. Dia sudah lama mencari ke mana pun, tetapi dia hanya menemukan secarik catatan yang terbaca

"Jika ingin anak kucingmu kembali, pergilah ke parkiran."

Setelah membaca catatan itu, Mori Hikiko berlari menuju parkiran. Setibanya di sana, dia melihat dua teman sekelasnya berada di balik mobil guru yang baru mengajar di kelas mereka. Dengan seekor anak kucing di tangan salah satu teman sekelasnya. Mori Hikiko meminta mereka untuk mengembalikan, tetapi mereka membalas dengan senyum menyeringai, kemudian mereka mengikat anak kucing itu ke belakang mobil guru mereka ketika sang guru hendak naik ke mobil.

Mori Hikiko bergegas membuka tali yang terikat pada kucingnya. Namun, sang guru menyalakan mesin mobilnya dan melaju pergi dengan Mori Hikiko yang masih berusaha membuka tali yang terikat di anak kucing itu. Dia terseret cukup jauh sebelum ada seseorang yang menyadari bahwa guru itu membawa seorang gadis yang tergantung di mobilnya.

Ketika guru itu menghentikan laju mobil, beberapa orang bersiap untuk membantu, tetapi sudah terlambat. Kucing yang terikat di mobil itu selamat, tetapi tidak dengan Mori Hikiko, dia telah mati karena beberapa kali terbentur trotoar.

Beberapa bulan kemudian.

Pada suatu hari, dua anak laki-laki yang mengikat kucing Hikiko di mobil menghilang. Pihak sekolah menghubungi orang tua dari kedua anak itu, orang tua mereka mengatakan bahwa mereka sudah berangkat lebih awal menuju sekolah. Pihak sekolah mengadakan pencarian. Mereka ditemukan di parkiran sekolah dalam keadaan tak bernyawa, tempat di mana mereka mengikat kucing Mori Hikiko di mobil guru.

Mereka tampak seperti telah dihajar habis-habisan sehingga mayat mereka sulit untuk dikenali, satu-satunya hal yang bisa menjadi bukti bahwa itu adalah mayat dari dua anak laki-laki itu hanya seragam sekolah. Pada hari yang sama, mayat orang tua Mori Hikiko ditemukan di dalam rumah. Mereka telah dipukuli sampai mati.

Hikiko telah kembali menjadi roh yang didorong rasa haus akan balas dendam. Beberapa orang mengklaim telah melihatnya sedang berjalan pincang. Tubuhnya dipenuhi luka pukulan dan penganiayaan, dan juga luka seretan mobil.

Berhati-hatilah jika kau bertemu dengannya. Terutama anak-anak sekolah, dan jangan pernah mencoba untuk menatapnya. Menurut legenda jika kau bertemu dengannya kau harus mengatakan "Orikosan" yang artinya adalah "Anak yang baik" selama dia menatapmu.

Pencerita: Gugun Reaper