Sabtu, 17 Juni 2017

Don't Close Your Eyes

Tadi malam, putraku datang ke kamarku. Kemudian aku bangun, dan dia menatapku dengan mata lebar. Tidak seperti biasanya. Dia biasanya tidur nyenyak sepanjang malam, dan tidak pernah bermimpi buruk.



"Ada apa, Sayang?" tanyaku dengan lembut.

"Aku tidak bisa tidur," jawab putraku. Matanya mulai sedikit berair, wajah tanpa ekspresi.

"Apa ada yang salah?" tanyaku. Kemudian aku duduk dan mulai mengucek mata sampai putraku menarik tanganku.

"Jangan tutup matamu, Ibu. Dia semakin dekat ketika kau melakukan itu," bisiknya.

Kemudian aku menatap dia. Air mata mulai jatuh dari matanya, dan aku menyadari bahwa dia tidak menutup mata sejak datang ke kamarku. Aku berjalan keluar melewati lorong kosong yang dingin dan memasuki kamar putraku. Tidak ada siapa-siapa di sana. Kemudian aku mendengar putraku menarik napas mengerikan ketika aku menutup mata, ada sesuatu yang berderak di dalam rumah. Mataku terbuka terhadap kegelapan ketika mengalihkan pandanganku, dan aku melihat ada sosok yang menatap ke arahku, dengan mata merah. Dia menatap ke arahku. Rasanya seperti kontes menatap, setiap kali kau berkedip, dia akan bergerak maju untuk mendekatimu. Aku selalu benci permainan seperti ini ketika masih anak-anak.

Kami sudah saling menatap dengan menghabiskan dua botol tetes mata. Hal yang bagus aku membawa botol yang berukuran ekstra; kau tidak akan pernah tahu kapan kau mungkin akan membutuhkannya. Sudah hampir di tetesan terakhir, mata putraku dan mataku mengering lagi. Sosok di kamarnya melangkah beberapa kali karena kesalahan kami dan aku sudah berada di ambang pintu.

Dua jam kemudian. Hanya tersisa dua jam lagi sampai matahari terbit, tetapi aku tidak tahu apakah kami bisa bertahan selama itu. Aku ingat sudah berapa besar rasanya ukuran kantung mata di bawah kelopak mataku. Dia sudah berada di sisi tempat tidurku sekarang. Putraku menangis dengan mata terbuka, dan sepertinya itu membantu. Hal ini terlalu buruk untukku karena mataku sudah mengering. Dan sekarang, aku bisa merasakan sesuatu yang mengerikan, napas bau di wajahku.

Translator: Gugun Reaper

Source: Creepypasta Wiki