Rabu, 14 Juni 2017

Clown in the Window


Namaku Alex Pierce. Cerita ini terjadi pada tahun 1992, waktu itu umurku 11 tahun. Kami tinggal di 18970 Bechard Place di Cerritos, CA, di rumah 2 lantai. Aku dan saudaraku (Dylan) tidur di kamar yang berdekatan di lantai atas. Saudaraku terkenal dengan imajinasi liar dan secara berkala membuat berbagai cerita, tetapi dia sebenarnya tertidur ketika insiden ini terjadi.



Sebelum aku menjelaskan lebih rinci tentang kejadian di malam itu, aku akan memberi tahumu bahwa saudaraku selalu berkata bahwa dia memiliki teman imajiner seorang badut dan selalu menunjuk badut itu bahwa dia adalah manusia, dan dia selalu menawarinya makanan ketika sedang makan. Aku biasanya berpikir bahwa itu hanya perilaku kekanak-kanakan belaka, aku dan ibuku hanya akan menyaksikannya bermain sampai dia puas.

Pada hari Jum’at, tanggal 7 Februari, saudaraku membangunkanku di tengah malam, dia berkata bahwa si badut sedang bermain "Peekaboo" bersamanya dari jendela kamar dan berkata padaku bahwa semakin banyak orang yang bergabung maka akan terasa semakin menyenangkan. Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan dan terus terang aku sedikit takut, tetapi aku memegang tangannya, lalu menyalakan lampu, dan memasuki kamarnya.

"Lihatlah!" dia berseru, menunjuk ke jendela, "Itu si Badut!"

Dia hanya berdiri di sana, menunjuk dan tertawa, tetapi aku sangat heran. Tidak ada orang di jendela, meskipun dia berkata bahwa si badut sedang berbicara, aku tidak mendengar suara apa pun. Aku berasumsi bahwa dia hanya sedang mengigau dan aku menyuruhnya untuk kembali tidur, meyakinkannya bahwa tidak ada seseorang di sana.

Setengah jam kemudian, dia memasuki kamarku lagi dan dia berdiri di pintu dengan kaku. Ketika aku menatapnya, dia langsung melompat dan berkata sekali lagi bahwa si badut berada di jendelanya, dia membutuhkan pertolonganku, karena rupanya si badut tidak akan pergi. Kali ini, aku lebih merasa terganggu daripada merasa takut.

Aku memasuki kamarnya lagi dan berkata, "Pergilah! Kau tidak diinginkan di sini, badut!"

Tiba-tiba, terdengar suara yang keras dari jendela, yang menyebabkan saudaraku ketakutan. Kami berdua langsung berlari turun ke lantai bawah, dengan suara keras yang masih terus terdengar. Suara panik kami tiba-tiba membangunkan ibu, yang sedang duduk di kasur ketika kami berdua memasuki kamarnya.

"Apa yang terjadi?" dia bertanya dengan nada gelisah.

Kami berdua mencoba menjelaskan apa yang sedang terjadi, tetapi kami terengah-engah dan terlalu takut untuk berbicara dengan jelas. Kami menariknya keluar dari kamar dan memintanya untuk pergi ke lantai atas bersama kami.

Kemudian, suara keras itu sudah tidak terdengar lagi. Kami berdua menjelaskan apa yang terjadi dan dia memperlihatkan ekspresi yang sangat cemas. Dia menjelaskan kepada kami bahwa ketika dia seumuran kami, kakak perempuannya menjahilinya dengan cara menariknya ke ruang bawah tanah.

Ketika dia sudah mengurangi kepanikan dan duduk di lantai, seorang badut tiba-tiba muncul, mengintipnya dari sisi jendela dan berbisik dengan lembut.

Aku langsung merinding ketika mendengar ibuku bercerita tentang pertemuannya dengan si badut dan sejujurnya ini adalah pertama kalinya aku merasa ketakutan dan keputusasaan. Setelah itu, kami langsung pindah dan tidak pernah mengalami insiden seperti itu lagi, akan tetapi kami berdua masih merasakan sedikit ketakutan itu.


Written by Curly-BraceXD
Content is available under CC BY-SA

Translator: RIFLAME666

Source: Creepypasta Wiki