Minggu, 11 Juni 2017

Bloody Mary

Bloody Mary adalah cerita rakyat barat tentang seorang penyihir yang mati secara tragis. Menurut legenda jika kau menyebut nama Bloody Mary sebanyak tiga kali di depan cermin kamar mandi dengan satu lilin sebagai sumber penerangan, maka rohnya yang masih dipenuhi rasa dendam akan membunuhmu.



Terdapat beberapa variasi tentang cerita ini; Bloody Mary dikabarkan meninggal di depan cermin, dibunuh dengan kejam oleh kekasihnya, dibakar oleh massa yang marah dengan tuduhan bahwa dia adalah seorang penyihir.

Berikut adalah salah satu cerita Bloody Mary yang populer.

Bloody Mary adalah seorang wanita yang tinggal di pedalaman hutan dan dia menjual obat herbal untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Orang-orang di sekitar memanggil dia dengan sebutan "Bloody Mary", dan mereka mengatakan bahwa dia adalah seorang penyihir.

Gadis kecil di desa satu per satu mulai menghilang. Para warga mencari ke semua tempat, tetapi tidak ada tanda-tanda dari keberadaan gadis yang hilang. Beberapa bahkan pergi ke rumah Bloody Mary di hutan untuk mencari tahu apakah penyihir itu telah menculik gadis-gadis di desa, tetapi Bloody Mary membantah bahwa dia tidak mengetahui apa pun terkait hilangnya gadis-gadis di desa. Penampilan kurus kering Bloody Mary telah berubah. Dia tampak lebih muda dan cantik. Para warga mulai curiga, tetapi mereka tidak punya bukti bahwa dia yang telah menculik gadis-gadis di desa.

Pada suatu malam salah satu gadis di desa terbangun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar rumah, seolah-olah tertarik sesuatu. Ibu si gadis masih terjaga, dia membangunkan suaminya dan mengikuti putri mereka yang keluar melewati pintu. Sang ayah berjalan dengan masih memakai baju tidur. Mereka mencoba untuk menahan putri mereka, tetapi putri mereka terus melepaskan diri dan berjalan.

Teriakan putus asa dari orang tua itu membangungkan para tetangga. Mereka datang untuk membantu pasangan itu yang sedang panik. Tiba-tiba, seorang petani bermata tajam berteriak dan menunjuk ke arah cahaya aneh di tepi hutan. Beberapa warga mengikuti ke sawah dan melihat Bloody Mary sedang berdiri di samping pohon ek besar, dia tampak memegang sebuah tongkat sihir yang mengarah ke rumah keluarga itu. Tongkat yang dipegang Bloody Mary memancarkan cahaya karena dia mengatur mantra jahat kepada putri keluarga itu.

Para warga mengambil senjata dan garpu rumput mereka, berlari ke penyihir itu. Ketika Bloody Mary mendengar keributan, dia memutuskan mantra dan melarikan diri kembali ke hutan. Salah satu petani telah memuat senjata dengan peluru perak. Sekarang dia membidik dan menembak. Peluru itu menghantam Bloody Mary di pinggul dan dia jatuh. Para warga dengan marah menangkap dan membawanya ke sawah, kemudian mereka membuat api unggun besar dan membakarnya di tiang.

Ketika dibakar, Bloody Mary mengutuk desa. Jika ada yang menyebut namanya keras-keras di depan cermin, maka arwahnya akan membalaskan dendam pada mereka dengan kematian yang mengerikan. Ketika dia tewas, penduduk desa pergi ke rumah kayu dan menemukan kuburan tanpa nama dari para gadis kecil yang dibunuh penyihir jahat itu. Dia telah menggunakan darah mereka untuk membuat dirinya tampak muda lagi.

Sampai saat ini, siapa pun yang menyebut nama Bloody Mary sebanyak tiga kali di depan cermin dalam keadaan gelap berarti memanggil roh penyihir itu. Diceritakan bahwa dia akan merobek dan memutilasi tubuh orang yang memanggilnya. Roh dari orang-orang yang malang itu akan terbakar dalam siksaan seperti Bloody Mary yang dibakar hidup-hidup, dan mereka akan selamanya terjebak di dalam cermin.

Pencerita: Gugun Reaper